
Apa yang Yunna saksikan saat ini begitu menyayat hati...laki laki yang selama ini mencintai dia dan dia cintai ternyata sudah membagi hatinya dengan wanita lain.
Lemas, tak berdaya....bagaikan tak punya tenaga, dia masuk ke dalam mobil untuk menenangkan hatinya.
Yunna mencoba mengintrospeksi diri, apa yang salah dengan dirinya? Apa kekurangannya? Dia menutup matanya seakan rasa sakit itu begitu menyesakkan dada.
Dulu, mungkin dia belum mencintai suaminya saat berpacaran. Detak jantungnya biasa saja, namun berjalannya waktu, setelah pernikahan rasa itu terus tumbuh menjadi cinta, dan dia berusaha setia walaupun sempat ada perasaan terhadap Kenzo waktu itu...sejatinya perasaan itu bagaimana kita yang mengaturnya. Apakah kita akan terus membiarkan diri terbuai dengan perasaan cinta terhadap bukan mukhrim kita? Atau kita perbanyak istighfar dan menata hati dan hanya mencintai yang sudah halal bagi kita?
Yunna seorang gadis yang cantik digilai banyak pria tetap setia tatkala zergan selalu menempel ke manapun dia pergi, seakan akan takut kehilangan, ke posesif an nya pun bertambah setelah menikah, namun satu tahun terakhir rasa itu seakan pudar. Tepatnya lebih terasa dua bulan ini.
Termenung meratapi diri, mengingat setiap momen manis yang zergan kasih terhadapnya. Berteman 2 tahun, Berpacaran 4tahun dan menikah 3 tahun, 9 tahun mereka saling mengenal, hidup bersama dan berbagi suka dan duka... Ini kah balasannya? Apakah karena dia belum bisa menghadirkan seorang malaikat kecil untuk suaminya?
Bukankah sejatinya hanya Allah yang berhak memberi dan menahan untuk mendapatkan anak? Bahkan jika bisa dia ingin saat ini juga diberikan amanah itu walaupun banyak wanita yang mengeluh akan ngidam dan mualnya? Yunna akan dengan sangat menerima dan sangat ikhlas walaupun dia harus merasakan mual seperti kebanyakan wanita pada umumnya ketika hamil. Bahkan ada yang sampai di rawat di RS karena hiperemesis. Sungguh, dia akan menikmati setiap moment itu...kembali tetesan air mata membasahi pipi mulusnya.
Sudah 30 menit dia berada di dalam mobil, dia menunggu di luar dengan harapan zergan akan keluar dengan wanita itu ..wanita yang sudah mengambil seluruh perhatian suaminya. Ternyata ini maksud dari biar aku tidak curiga...teringat lagi kata kata zergan ketika menerima telpon. Hari ini dia memantapkan hati untuk mengikuti sang suami dan pelakor itu...dan dia juga akan melihat handphone suaminya ketika tidur nanti.
Yunna yang memperhatikan pintu keluar restoran pun akhirnya melihat sosok zergan baru saja keluar dari pintunya, lalu menahan pintu supaya sang wanita tidak kesusahan untuk keluar dari sana...sungguh romantis bukan, memperlakukan wanita yang bukan muhrimnya seperti itu di tempat umum, membuat Yunna tambah sakit.
Ketika sang wanita keluar dari restoran itu, Yunna dapat melihat siapa wanita yang saat ini zergan rangkul dengan mesra...."Nola...."
Jederrrrrr...bagai di sambar petir...
"Jadi dia ....wanita yang telah membuatmu berubah kak? Nola...sahabatku...kenapa dia? Kenapa kak? Jika memang kalian saling mencintai, kenapa gak dari dulu kalian bersama? Kenapa baru sekarang? Kenapa kau malah mendekati aku dan mencintai aku sampai kau menikahi aku kak? Kenapa? Banyak sekali pertanyaan di benak Yunna. Dia butuh semua jawaban dari pertanyaannya.
Yunna baru ingat ketika di taman Nola lah yang meminta ijin meminjam zergan untuk mengerjakan pekerjaannya sampe lembur...ternyata ini maksudnya? Kenapa aku gak ngeh? Ya karena Yunna tak menyangka jika dia sang wanita itu.
__ADS_1
Zergan merangkul pinggang Nola dengan mesra dan Nola menyenderkan kepalanya di bahu zergan...mereka sesekali saling menatap dan saling tersenyum bahagia. Pemandangan yang menyayat hati....teriris ... Begitu pedih.
Yunna tak mau terlarut kesedihan, saat ini dia harus mengikuti sang suami dan wanita rubah itu.
Yunna mengikuti kemana arah mobil zergan melaju sampai di depan sebuah apartemen, yang Yunna juga tahu itu adalah apartemen Nola...dia sudah beberapa kali datang ke sana. Mungkin 3 kali... Sehingga yunna tahu ke arah mana mereka akan masuk...
Yunna membiarkan mereka masuk duluan ke apartemen, sedangkan Yunna memarkirkan mobilnya di bawah pohon di pinggir jalan.
Setelah beberapa menit Yunna baru keluar dari mobil, dia memang sengaja supaya zergan dan Nola tidak melihatnya dan sadar ada seseorang yang mengikutinya.
Yunna dengan langkah mantap berjalan menuju lift...dia menekan tombol angka 7, lift pun bergerak naik sampai bunyi lift terbuka. Ting.....lift pun terbuka lebar. Dia berjalan perlahan dan matanya fokus ke arah pintu apartemen Nola, dengan napas memburu, jantung berdetak kencang badannya mulai merasakan panas di sekujur tubuh, pipi pun terasa panas..perasaan yang begitu tidak nyaman.
Akan kah dia kuat menghadapi ini? Akankah dia sanggup berdiri setelah nanti melihat hal yang tidak diinginkan?
"Sayang....sampai kapan kita seperti ini?" Itu suara Nola...dengan jelas Yunna dapat mendengarnya.
"Aku tidak tahu sayang...aku belum siap untuk melepaskan nya... Dia istriku."
"Trus aku apa bagimu Hem?"
"Bukankah kita sudah berkomitmen sebelumnya? Kita melakukan atas dasar suka sama suka..dan kamu tak akan menuntut ku untuk menceraikan nya?"
"Tapi aku tak sanggup lagi sayang harus berbagi dengannya."
"Kamu sadar gak? Akhir akhir ini aku sering pulang malam, aku sudah jarang bercinta dengannya karena kelelahan bercinta dengan mu...setiap hari kita bercinta, dengannya? Aku sudah lama, setelah dua minggu aku baru menyentuhnya kembali. Justru di sini kamu yang selalu aku perhatikan, so...please...jangan ungkit mengenai perceraian. ok."
__ADS_1
"Tapi sampai kapan?"
"Sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Jika kamu masih ingin bersamaku...jangan merengek dan nikmati saja .. toh di sini kamu yang sering bercinta denganku, bukan dia..."
Kembali rasa sakit itu terasa berkali kali lipat dari rasa sakit yang sebelumnya. Bagaikan disiram air garam pada luka sobek. Teramat perih.... Yunna sudah tak sanggup lagi mendengarkannya namun dia butuh info lebih.
Setelah percakapan mereka, suara menjadi hening...hanya terdengar lenguhan kenikmatan, lalu terakhir yang dia dengar " aku mandi dulu ya sayang...badanku lengket...nanti kita bermain sampai kamu puas....Yunna saat ini akan tidur di kak Jihan, jadi aku akan bersamamu semalaman....pakai lingerie yang seksi kesukaanku ya " Yunna menutup matanya dan air mata menetes tak dapat dihentikan....sakit sesakit sakit nya ..
Yunna sudah tak tahan, dia langsung berlari masuk ke dalam lift dan pergi menuju mobil milik temannya itu.
"Ya Allah.......apa yang harus aku lakukan...." Isakan demi isakan dikeluarkan Yunna...dia butuh pelepasan...dia memukul mukul dadanya yang terasa sesak....sangat sesak....dia membawa mobil itu pergi dengan kencang....dan dia mengarahkan mobil itu ke sebuah tempat.
...
...
Dia keluar dari mobil dan berdiri di depan pantai berpagarkan bambu. Di sana dia berteriak sekencang mungkin. "Aaaaaaaaaaaa.....hiks...hiks....aaaaaaaaaaaaa........... hiks..hiks .." Yunna terduduk di bawah, meraung kesakitan...dia ingin melepaskan semua beban dan rasa sesak di dada...setelah itu...tak akan boleh ada air mata jatuh lagi di pipinya. Itu janjinya pada diri sendiri. Biarkan dia melow saat ini...meratapi kesedihannya, melepaskan segala rasa kesal, sesak, kecewa dan marah, karena setelah ini...tidak akan ada lagi Yunna yang menangis...tak akan ada lagi Yunna yang maratapi diri...tak akan ada....kecuali Yunna yang tegar...Yunna yang tegap berdiri, Yunna yang percaya diri. Cukup sudah..hidup cuma sekali maka kita harus menikmati hidup ini dengan kebahagiaan...dan jangan terlarut dengan kesedihan.
"Zergan...Nola...kita lihat sampai mana kalian akan bermain di belakangku..."
"Kalian sungguh pemain yang ulung....aku akan ikut berperan di sandiwara mu....mudah mudahan aktingku akan memuaskan kalian." Yunna tersenyum getir...
Malam ini Yunna akan mencari penginapan di dekat pantai...dia akan pulang setelah subuh dan langsung menuju rumah temannya untuk berganti kendaraan.
__ADS_1