
Hari ini Yunna bisa sedikit santai, dia tak harus pergi ke kampus, bahan bahan untuk skripsi pun Yunna sudah pegang jadi tak harus dia mondar mandir pergi ke perpustakaan. Dia berencana untuk menyelesaikan bab 4 skripsinya hari ini.
Seharian dia berkutat dengan buku dan laptop, tak pernah meninggalkan duduknya terkecuali untuk pergi ke kamar mandi. Serius mengerjakan skripsi membuat dia tak sadar handphone nya sudah bergetar beberapa kali.
Ketika dia beranjak hendak mengambil minumnya yang sudah tandas, dia melirik handphone nya yang sedang bergetar.
Drrrrt drrrrrttttt.. Yunna melihat nama sang kekasih, lalu diangkatnya.
"Assalamualaikum..." Terdengar helaan nafas dari balik telpon
"Waalaikmslm...aduh kamu ini lagi ngapain sih? Dari tadi aku telpon gak diangkat, mungkin udah 100 x aku telp kamu. " Yunna tersenyum manis
"Lebay...masa iya 100 x? Hehehe Maaf ya kak...aku lupa ganti mode panggilan, jadi handphone nya cuma getar doang. Aku lagi fokus ke skripsi."
"Hahaha iya sih gak sampe 100 x juga. Ya syukur kalo gitu, aku tadi khawatir banget pas kamu gak angkat telp. Eh tapi kamu hari ini gak kemana mana kan?"
"Sejauh ini kayaknya aku gak perlu keluar deh... seperti nya aku di rumah aja."
"Ya udah bagus deh kalo gitu...soalnya aku bakal sibuk banget sayang...banyak meeting yang harus aku hadiri...Dimas lagi tugas ke luar kota jadi aku yang handle semua urusan di sini."
"Gak papa kak...kalo pun aku harus keluar, aku bisa sendiri kok...aku bukan anak kecil lagi yang harus diantar jemput."
"Gak ..aku gak mau kamu pergi sendiri nanti kamu diculik sayang...kamu kan cantik." Terdengar suara tawa Yunna di telinga zergan
"Eh malah ketawa..."
"Maaf ya kak...aku bukan bocah SD, aku walaupun baru 18 tahun tapi aku bisa jaga diri kok...jangan lebay gitu ya."
" Usahain kalo gak perlu keluar atau urusannya gak begitu penting dan bisa nanti pas aku pulang kerja, ya nanti aja. Ok."
"Posesif banget sih kak...ampun deh..." Yunna kembali tertawa
"Ya udah aku tutup ya..." Zergan menutup telponnya.
Yunna kembali dengan kesibukannya sampe siang tiba. Dia pergi ke dapur mencari makanan yang sudah Jihan siapkan di meja.
Kembali lagi ke laptop, dia baru sadar dia butuh satu buku referensi, namun pergi ke perpustakaan kampus rasanya begitu malas karena hari sudah siang dan jaraknya dari apartemen terlalu jauh.
Dia buka RPP untuk dia mengajar besok, dia perhatian ternyata materinya tentang description some body, atau describing people. Dia bisa kalo materinya ini jadi gak begitu banyak persiapan. Yang harus dia persiapkan itu mental, secara yang murid yang akan diajar itu usianya sama dengan dirinya....18 tahun.
Merasa ingin selesai skripsi dia pergi ke toko buku mencari buku referensi untuk menyelesaikan bab 4 nya..Yunna bersiap siap dengan mengganti bajunya dan dia ikat rambutnya, malah percis seperti dulu dia saat baru lulus SMA, usia 15 th.
Waktu SMA kayak gini
Sekarang lebih dewasa sedikit..
Yunna melangkah kan kakinya keluar dari apartemen dan memesan ojol, menunggu sekitar 5 menit sang pengendara ojol pun datang. Memang toko bukunya hanya memakan waktu 15 menit saja memakai motor, namun jika berjalan kaki apalagi panas begini membuat Yunna malas, mungkin pulang dari toko buku baru dia akan berjalan kaki.
Sesampainya di toko buku Yunna cepat cepat memberikan ongkosnya lalu masuk ke toko buku, dia mencari buku referensi yang tepat untuk skripsinya, sekitar 30 menit dia bolak balik ke depan, belakang, samping kanan, kiri, dia kelilingi semuanya. Akhirnya dia mendapat buku yang dicari. Namun saat dia berdiri terlihat novel yang selama ini dia inginkan namun belum sempat pergi ke toko buku yang berjudul "cinta sejati" .
"Wah...buku yang ku cari ada di sini..." Monolog Yunna
Ketika hendak mengambil nya tangan seseorang sudah membawanya dengan cepat dan yunna terbengong setelah melirik siapa yang sudah mengambil novel incarannya itu.
__ADS_1
"Eeeeeeh...kok di...amm...bil...sih?" Yunna sedikit kecewa dan orang itu tersenyum manis " mau novel ini? " Yunna menganggukan kepalanya
"Boleh ..tapi sebagai gantinya gimana kalo kita kenalan?" Yunna kembali bengong dan laki laki itu menjentikkan jarinya " hei kenapa bengong?" Terlihat Yunna berpikir
"Kamu....oh ya...kamu kan yang mengantar bocah kecil nan imut dan lucu juga ganteng ke RS untuk periksa kan?" Laki laki itu tersenyum
"Kakaknya zio kan?" Yunna tersenyum " ya udah aku udah tau jadi berikan novelnya."
"Tapi kan kamu belum tau nama aku." Yunna mengangkat bahunya " gak penting kan aku tahu kamu. Aku bisa panggil kakak zio." Laki laki itu mengangkat alisnya
"Masa panggil kakak zio sih...kenalkan aku Kenzo." Kenzo mengulurkan tangannya dan yunna menerimanya dengan santai lalu cepat dilepaskan dan menyambar novel itu. " Thanks" Yunna langsung pergi ke kasir untuk membayar bukunya.
"Eh tunggu...di mana rumah mu.. namamu...no telp juga belum tahu main kabur aja" Teriak kenzo yang lama lama jadi pelan karena Yunna udah pergi dari toko itu.
"Kalo jodoh pasti ketemu lagi. Mudah mudahan.. aamiin." Gumam kenzo sambil tersenyum lebar mengingat wajah wanita yang sudah dua kali bertemu.
Yunna pulang dengan cepat dan menaiki taksi yang kebetulan lewat ketika dia baru keluar dari toko tersebut. Dia tak mau bertemu laki laki tadi..dia tahu sikapnya itu mungkin kurang baik namun dia tahu jika terlalu dekat takut hatinya berubah, takut terpesona dengan kegantengan Kenzo jadi dia sebaiknya menjaga jarak. Bukankah itu lebih baik?.
Yunna adalah seorang gadis belia yang baru pertama kali jatuh cinta dengan zergan yang usianya berbeda lima tahun, dia ingin setia dan akan berusaha menjaga hati hanya untuk zergan seorang.
Yunna pulang dan membuka bukunya, setelah selesai dengan kewajibannya dia langsung melanjutkan skripsi bab 4 nya.
Bab tiga dan empat sudah selesai, dia meregangkan otot-otot tubuhnya. Sungguh melelahkan rasanya. Dia hanya duduk di depan televisi karena saat ini kak Jihan pulang malam.
**
Pagi hari yang cerah untuk memulai kembali aktivis, dia harus bersiap untuk berangkat mengajar. Tak lupa dengan semua perangkat pembelajaran, dia membawa tas yang tidak terlalu besar sehingga buku buku itu harus dia tenteng dengan tangannya.
Jihan sudah berada di meja makan menyantap sandwich yang sudah dibuat Yunna tadi setelah pulang Jogging di pagi hari.
"Makasih kak....tapi rasanya kakak terlalu berlebihan deh." Jihan tersenyum tulus " bener sayang...kamu cantik sekali." Yunna tersenyum manis
"Kamu diantar zergan?" Yunna menggeleng " tidak...dia harus pergi ke luar kota..tugas dari kantor. Mungkin sampe Jumat." Jihan mengangguk
" ya udah hari ini bareng kakak aja ya."
"Emang gak akan kesiangan gitu kak?"
"Ya gak lah..ini baru jam 6 pagi..kakak kan masuk jam 8."
"Oh ya ya...aku sekarang lebih pagi soalnya ngajar kan jam 7."
"Ya makanya, abis ini berangkat....btw..makasih sandwich nya loh. " Yunna tersenyum " sama sama kak..."
Merekapun berangkat menggunakan mobil Jihan dan setelah sampai di gerbang sekolah, Yunna turun dan Jihan langsung berangkat menuju RS.
Dengan langkah pasti Yunna memasuki gerbang sekolah. Dia melihat ada seorang satpam dan bertanya. " Maaf pak, saya mau bertemu kepala sekolah, ruangannya di mana ya?" Satpam yang bernama usep melihat kagum " aduh si Eneng, meni geulis pisan. Eh maaf keceplosan neng." Yunna tersenyum manis " GPP mang...emang orang Sunda juga ternyata."
"Oh..Eneng orang Sunda Oge? Pantes atuh ..meni geulis." Yunna kembali tersenyum " bisa aja emang usep mah." Ya Yunna tahu namanya karena tertulis di baju satpamnya mang usep.
"Karena neng orang Sunda, saya anterin aja langsung ke ruang kepala sekolah, takut digangguin sama anak anak. Hehehe."
"Makasih ya mang." Mereka berjalan beriringan dan siswa siswa yang melihat begitu terpana dengan wanita yang berjalan dengan mang usep.
"Mang . Siapa tuh..." Mang usep cuekin omongan anak anak itu
Mereka sampai ke ruang kepala sekolah namun beliau tidak akan datang karena ada rapat para kepala sekolah di SMA negeri 25.
__ADS_1
Di sana Yunna diajak bertemu pak Rudi Wakasek kurikulum.
"Assalamualaikum. Pak Rudi, punten... Ini ada neng Yunna mau bertemu bapak." Pak Rudi tersenyum dan mempersilahkan untuk duduk.
"Maaf dengan siapa dan ada kepentingan apa?" Tanya Rudi begitu sopan.
"Saya Yunna pak, untuk sementara akan mengganti kan Miss Riri mengajar selama cutinya. " Jawab Yunna dengan sopan.
"Oh ...iya..iya..iya... Jadi Miss Yunna yang meng inval Miss Riri .... Iya sih Miss Riri sudah pernah bilang tapi kok cantik banget ya." Di sebrang ada guru yang lain bernama Bu Eva sampe membelalakkan matanya.
"Heh pak Rudi. .jangan modus, baru juga Dateng udah di modusin." Rudi tersenyum begitupun dengan Yunna
"Biar gak canggung ya Miss." Yunna menganggukan kepalanya
"Baik lah...untuk jadwalnya sudah punya Miss?"
"Iya udah..ini semua dari Miss Riri."
"Oh ya udah, kalo gitu syukur deh, soalnya kemaren saya bingung yang satu kelas gak ada yang masuk ganti Miss Riri."
"Aduh maaf ya pak, kemaren saya menyelesaikan dulu skripsi saya. Jadi baru hari ini bisa masuk."
"Ya GPP, saya bisa mengerti... terima kasih sebelumnya sudah mau mengajar, namun Miss harus tahu, untuk kelas 12 harus kuat mental, mereka seka bercanda, jadi jangan dimasukkan hati ya...mereka emang begitu."
"Ya makasih pak."
Mereka berkenalan dengan guru guru di sana, beberapa guru mencuri curi pandang terhadap Yunna.
Bel telah berbunyi, tanda semua murid harus masuk dan guru mulai mengajar.
Jam pertama dia harus masuk ke kelas 12 IPA 1, dia melangkahkan kakinya menyusuri jalan bersama ketua murid 12 IPA 1 yang tadi dipanggil pak Rudi.
Yunna masuk ke kelas yang ramai, namun setelah mengucapkan salam kelas tiba tiba hening.
Semua murid terpana melihat ke arah Yunna, namun Yunna hanya tersenyum kecil.
Sang ketua murid memperkenalkan siapa Yunna " baik teman teman...ini guru yang akan meng inval Miss Riri selama beliau cuti melahirkan." Ega sang ketua kelas mempersilahkan Yunna untuk memulai pengajaran.
"Ok. Before we begin our lesson, i would like to introduce my self. My name is Yunna Az zahra. You can call me Miss Yunna."
"Miss gak ada sesi tanya gitu?" Celetuk salah satu murid cowok
"Maunya sih Lo." Ucapnya yang lain
"Memang mau tanya apa?" Merasa diberi peluang dia langsung bertanya " Miss...punya pacar belom?"
"Emmmm kita langsung absen aja ya." Yunna tak mau kisah pribadinya terlalu diketahui oleh muridnya yang hanya 3 bulan.
"Yaaaaaa." Kecewa sang murid tak mendapat jawaban dari Yunna
Ketika Yunna membuka buku absen, sang murid laki laki mengetuk pintu dan masuk sambil melihat sang guru yang berdiri melihat ke arahnya. Mereka saling menatap.
"Kamu..." Mereka mengucapkan hal yang sama berbarengan.
Terlihat senyum merekah di bibir laki laki itu... seorang murid yang tersenyum lebar melihat sang guru yang semua orang tahu jika dia tak pernah tersenyum selebar itu terhadap siapa pun.
__ADS_1