Aku Gak Mau Gendut

Aku Gak Mau Gendut
10 Akhirnya


__ADS_3

"suami ibu Ririn" panggil suster.


"saya sus" jawab Doni langsung mendekat


"mari silahkan masuk pak,dampingi istrinya"


lalu Doni mengikuti suster ke dalam dengan perasaan tak karuan, jantungnya berdetak kencang. pemandangan pertama yang dilihatnya adalah sang istri yang nampak pucat dan kesakitan.


"sayang..." Doni langsung memeluk istrinya tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun. dadanya sesak dan tak terasa air matanya mengalir.


"pak...mohon jadilah kekuatan untuk istrinya. beri ibu semangat agar persalinannya lancar" bisik suster yang ada di samping Doni.


lalu dengan cepat Doni menyeka air matanya dan berusaha untuk kuat.


"sayang,,,mana yang sakit?"


"perut bagian bawah mas" ucap Ririn pelan


lalu Doni mengusap perut istrinya lalu menciumnya dan membisikkan sesuatu.


"nak,cepatlah keluar,jangan buat ibumu kesakitan. ayah menunggumu di sini sayang" lalu dengan lembut Doni mencium perut istrinya


"mas...sakit..."


"iya sabar ya sayang,kamu pasti bisa. kita akan bertemu dengannya sayang kamu harus semangat"


"ah...sakit mas..."


"suster bagaimana ini?"


"tenang ya pak, sebentar lagi dokternya datang"


"bagaimana sus?" tanya dokter yang baru saja masuk


"semuanya sudah siap dok,tinggal menunggu pembukaan lengkap"


"sabar ya Bu,jangan mengejan dulu" ucap dokter


"tapi sakit dok"


"iya...tarik nafas perlahan Bu...bapak bisa tolong usap perut ibunya"


"sakit mas..."


"iya sayang,kamu kuat kamu pasti bisa"


"baiklah kita coba lihat lagi ya Bu...suster pembukaan sudah lengkap" lalu kedua suster segera mendekat untuk membantu proses persalinan


"ibu tarik nafas buang perlahan,ikuti aba-aba dari saya"

__ADS_1


setelah melewati proses yang panjang dan melelahkan akhirnya lahirlah seorang bayi laki-laki yang sangat tampan.


saat ini Ririn sudah dipindahkan ke ruang perawatan.


tak lupa Doni mengucapkan terimakasih pada Bu Rima dan suaminya juga ibu-ibu lainnya yang ikut mengantar Ririn ke klinik.


sedangkan keluarga Doni dan Ririn di kampung sangat bahagia mendengar kabar bahwa Ririn sudah melahirkan.kalau saja bisa saat ini juga mereka ingin menemui Ririn dan anaknya yang merupakan cucu pertama dari kedua keluarga.


saat malam harinya Riko , Edo dan istrinya datang menjenguk Ririn.


"Ko bisa nggak kalau kamu ke kampung jemput keluargaku?"


"maaf Don,bukanya gak mau. tapi aku lagi gak bisa.banyak pekerjaan yang harus segera aku selesaikan"


"waduh...gimana ya?"


"kenapa gak disuruh berangkat sendiri saja terus nanti di jemput di stasiun, orang tua mu gak berani?" tanya Edo


"coba deh aku tanya dulu"


"emang siapa aja yang mau berangkat mas?" tanya Ririn


"gak tau juga,makanya aku mau tanya dulu"


lalu Doni menelpon ibunya. ternyata yang mau datang para ibu-ibu dan juga Mita dan mereka berani untuk berangkat bertiga saja. lagi pula cuma menaiki 1 bus saja tak perlu oper lagi,jadi mereka berani.


mereka saling berpelukan dan tampak bahagia apalagi melihat cucu pertama mereka yang sedang terlelap di box bayi.


"siapa nama cucu ibu yang tampan ini?" tanya Bu Sumi


"namanya Randi Setiawan Bu..." jawab Ririn


Doni dan Ririn sudah jauh-jauh hari menyiapkan nama untuk anak mereka, satu nama laki-laki dan satu nama perempuan


mereka sengaja tidak melakukan USG. dan apapun jenis kelaminnya mereka akan menerima.


mereka berbincang dan bercanda sampai malam hari.lalu Bu Wati dan Mita memutuskan untuk pulang bersama Riko,sedangkan Bu Sumi menginap di klinik.


rencananya besok Ririn sudah diizinkan untuk pulang,jadi Bu Wati memilih untuk menyambut mereka di rumah saja.


*Lima tahun kemudian


"Randi...ayo pulang nak sudah sore mandi dulu" teriak Ririn saat anaknya itu sedang asyik bermain di rumah Riko dan Yuni.


Riko dan Yuni menikah dua tahun lalu,dan sekarang mereka sudah mempunyai anak perempuan berusia 1 tahun.


"biarin lah Rin,nanti dia nangis kalau dipaksa" ucap Yuni


"tapi ini sudah sore Yun,dia belum mandi,kan bentar lagi mas Doni pulang"

__ADS_1


"ya gimana toh anaknya gak mau"


"tolong lah bujuk Yun,atau usir aja deh biar dia mau pulang." ujar Ririn


"lah,bocah lagi main kok diusir,nanti dia gak mau lagi main kesini"


"ya gimana lagi,aku udah pusing bujuk dari tadi tetap gak mau pulang"


"oh iya...Randi sayang...kamu mau adek kan?" dan Randi pun mengangguk "kalau mau adek syaratnya Randi harus nurut sama ibu...sekarang Randi pulang terus mandi ya,biar nanti di kasih adek sama ibunya Randi"


"Yuni...kok kamu ngajarin gak bener sih..."geram Ririn


"lah...tadi katanya suruh bujuk. sekarang aku dah bujuk ganti kamu yang marah. dia seneng main di sini itu karena ada adek putri. kamunya saja yang gak peka"


"Bu...ayo pulang,tapi nanti buatin aku adek ya biar aku ada temannya" ucap Randi


"astaga, gara-gara kamu ini Yun" ucap Ririn lalu pergi meninggalkan rumah Yuni


"Randi...jangan lupa nanti ngomong sama ayah ya" teriak Yuni dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Ririn, sedangkan Yuni tertawa terbahak-bahak.


Dan benar saja, setelah makan malam Randi langsung bicara pada ayahnya.


"ayah... kalau baku jadi anak baik dan patuh pada ibu aku bakalan punya adik kan?" ucap Randi membuat Doni langsung melihat ke arah istrinya.


"ini tuh ajaran dari Yuni mas" lalu Ririn menceritakan semuanya pada suaminya.


"memang seharusnya Randi sudah punya adik sayang"


"hah..." mendengar penuturan suaminya Ririn hanya terbengong


"kenapa? aku bener loh sayang,umur Randi udah 5 tahun sudah pantas untuk punya adik.


"bentar dulu deh mas,aku masih trauma saat hamil. nanti kalau aku hamil seperti dulu lagi bisa-bisa Randi dan kamu gak terurus."


"kan tiap kehamilan beda-beda sayang"


"kalau sama gimana?"


"ya udah deh kita bahas nanti aja. kita tidur dulu aku capek banget hari ini


lalu mereka tidur dengan posisi Randi di tengah-tengah Doni dan Ririn


keesokan harinya Randi benar-benar hanya diam di rumah. dia ingin segera punya adik,makanya dia tidak akan main lagi dan hanya main di dalam rumah.


hal itu membuat Ririn berfikir apa benar kata-kata suaminya semalam,tapi disisi lain Ririn juga takut kalau sampai kehamilan keduanya akan sama seperti yang pertama.


Ririn sangat bingung dengan apa yang harus dia lakukan.


Akankah Ririn berubah fikiran????

__ADS_1


__ADS_2