
Hari pertama di rumah baru Ririn langsung disibukkan dengan kegiatan seperti biasa. Membuat sarapan, mengurus Rinda yang akan berangkat sekolah, dan menyiapkan kebutuhan sang suami. Beruntung Randi sudah bisa mandiri, jadi bisa mengurangi pekerjaan Ririn.
Setelah semua siap, mereka segera sarapan bersama.
"Randi,Rinda kalian betah nggak di rumah baru?" tanya Doni.
"Betah yah,rumahnya lebih bagus,dan teman aku ada banyak yang tinggal di dekat sini" jawab Randi dengan antusias.
"Kalau Rinda, kenapa diam saja? Apa kamu nggak suka sama rumahnya?"
"Suka yah,tapi aku gak bisa main sama putri,sama Dela!"
"Kalau masalah itu kamu tenang saja,Minggu depan mereka juga akan pindah ke dekat sini kok!" ucap Ririn
"Beneran Bu?"
"Iya bener, sekarang habiskan sarapannya lalu kita berangkat ke sekolah"
Setelah selesai sarapan, Ririn dan Doni punya tugas masing-masing. Ririn mengantar Rinda, sedangkan Doni mengantar Randi sekalian berangkat bekerja.
Rinda berbeda dengan Randi dulunya yang harus ditunggu sampai pulang sekolah. Kalau Rinda hanya di antar dan di jemput saja. Jadi Ririn bisa pulang dan mengerjakan pekerjaan rumah.
Saat sampai di dekat rumahnya ternyata ada penjual sayur keliling yang sudah di kerumuni oleh ibu-ibu. Lalu Ririn menepikan motor nya dan berbelanja sayur, sekalian menyapa dan berkenalan dengan ibu-ibu komplek.
"Selamat pagi ibu-ibu" sapa Ririn.
"Eh...penghuni baru ya mbak?"
"Iya Bu,baru kemarin pindah, perkenalkan nama saya Ririn"
Lalu mereka berkenalan, ternyata ibu-ibu disini semuanya ramah.
"Ayo silahkan di pilih sayurannya neng,masih segar loh,ikan dan ayam juga ada" ucap penjualan sayur.
"Iya mang, saya beli ini saja mang. Berapa totalnya?"
"Dikit banget neng belinya"
"Karena sayuran di kulkas masih ada mang,kemarin beli banyak, takutnya disini nggak ada yang keliling".
"Oh...tenang aja neng,setiap hari mamang keliling kok,jadi nggak usah khawatir kalau untuk sayur dan belanjaan lainnya"
"Ih...si mamang promosi aja" protes ibu-ibu
"Lah iya dong Bu,namanya juga jualan. Kalau nggak promosi ya nggak laku" lalu semua tertawa melihat mamang sayur yang memang sering melucu.
"Ya sudah ibu-ibu saya permisi dulu ya, mang terimakasih ya!"
"Iya mbak"
__ADS_1
Lalu Ririn segera kembali ke rumahnya,dia harus segera menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum sempat dia kerjakan.
"Masih ada waktu tiga puluh menit,lebih baik aku senam aja lah!"
Lalu Ririn segera mencari kaset CD memutarnya. Maklum lah waktu itu belum ada android seperti sekarang.
Lalu dengan semangat Ririn mengikuti instruktur senam dengan semangat. Baru Lima belas menit Ririn sudah merasa lelah.
"huh...capek juga ternyata, udah ah nggak sanggup aku!" ujar Ririn sambil mengatur nafas yang ngos-ngosan.
Lalu Ririn segera mengambil air minum yang sudah dia sediakan dan meminumnya hingga tandas. Setelahnya dia rebahan di depan tv sambil menunggu waktu untuk menjemput Rinda dari sekolah.
Saat jam menunjukkan pukul 11 siang Ririn bergegas menjemput Rinda. Saat sampai didepan sekolah terlihat Rinda sudah menunggunya di luar kelas.
"Sudah lama nak keluar kelas?" Ririn melihat suasana sekolah sudah agak sepi
"Belum Bu,baru saja. Tapi banyak teman-teman yang dijemput lebih awal" jawab Rinda.
Ririn merasa bersalah karena seharusnya dia menjemput anaknya sebelum jam 11. Tapi karena kelelahan dia hampir lupa untuk menjemput anaknya.
"Maafin ibu ya nak, besok ibu akan jemput kamu lebih awal."
"Iya Bu, tidak apa-apa"
"Ya sudah yuk pulang" kalau Ririn menggandeng anaknya menuju motor. Lalu segera pulang karena hari sudah panas.
Beruntung sekarang jam pulang Randi sama dengan jam pulang Doni untuk makan siang. Jadi Randi pulang bersama ayahnya.
"Rinda,ada PR dari sekolah nggak?"
"Ada Bu, tapi dikerjakan nanti saja nunggu mas Randi!"
"Ya sudah, tapi nanti nunggu kalo mas Randi sudah Istirahat ya!"
"Iya Bu"
"Kamu mau makan sekarang apa nanti nunggu ayah sama mas Randi?"
"Nanti aja deh Bu,kita makan sama-sama"
Lalu mereka fokus nonton tv,hingga tak lama Doni dan Randi sudah pulang. Lalu mereka makan siang bersama.
Saat mereka selesai makan siang mereka dikagetkan dengan suara barang yang dibanting dari arah depan.
"Ada apa itu mas,kok rame-rame?" tanya Ririn yang penasaran.
"Sebentar aku lihat dulu" lalu Doni beranjak untuk melihat apa yang terjadi.
"Kalian jangan keluar ya, nonton tv aja. Ibu mau keluar sebentar".
__ADS_1
"Iya Bu!" jawab Randi dan Rinda. Lalu mereka beralih ke ruang tv. Sedangkan Ririn menyusul suaminya ke depan.
"Ada apa ribut-ribut di depan Bu?" tanya Ririn pada tetangga sebelah rumahnya.
"Biasa mbak,mereka memang sering ribut nggak tau waktu. nggak siang nggak malam kerjaannya ribut terus!"
"Memangnya kenapa mereka ribut Bu?"
"Dengar-dengar sih suaminya selingkuh. Padahal istrinya itu cantik,tapi dasar suaminya itu mata keranjang!"
"Aku berangkat kerja dulu ya sayang, kamu cepat masuk temani anak-anak. Nggak usah nggosip" tentu saja kalimat terakhir hanya berbisik,karena masih ada tetangga nya di situ.
"Iya mas hati-hati ya!"
Setelah Doni pergi,bukannya masuk sesuai perintah suaminya,Ririn malah lanjut dengan ibu Ima tetangga sebelah rumahnya.
"Mbak Ririn hati-hati aja sama Roni, karena di biasa godain ibu-ibu komplek sini. Apalagi mbak Ririn masih muda dan cantik" ucap Bu Ima.
"Masa sih Bu sampai ibu-ibu aja di godain?"
"Iya mbak,semua ibu-ibu komplek sini sudah tau kebiasaan si Roni itu".
"Ih serem juga ya Bu"
"Nah itu orangnya keluar, siap-siap saja mbak pasti dia nanti kesini. Kelihatan tuh dia lihatin arah sini terus"
"Selamat siang mbak, mbak ini penghuni baru ya soalnya baru lihat!"
"eh...iya mas baru pindah kemarin"
"Boleh dong kenalan sama mbak cantik"
"Heh...Roni lihat tuh istrimu menuju kesini!" tegur Bu Ima
"Mas,katanya mau cari kerja, ngapain masih disini" teriak istri Roni
"Eh,sayang aku cuma menyapa tetangga baru kita ini loh. Ya sudah aku berangkat ya" ucap Roni langsung pergi.
"Mbak, nggak usah GR ya kalau didekati suami saya. Dia itu cuma cinta sama saya, nggak mungkin melirik perempuan lain selain saya" ucap Ita istrinya Roni,lalu dia segera kembali ke rumahnya.
"Sudah mbak nggak usah didengerin, mereka itu memang keluarga yang aneh. Disini nggak ada yang akrab dengan mereka,karena suaminya ganjen sedangkan istrinya sombong" Ucap Bu Ima
"Kalau anak-anaknya ada Bu?"
"Mereka belum punya anak mbak, gimana mau punya anak kalau kelakuannya begitu!"
"Shut...nggak boleh ngomong gitu Bu" tegur Ririn
"Lah memang kenyataannya begitu kok mbak"
__ADS_1
"Ya sudah saya masuk dulu ya bu" lalu Ririn segera masuk rumah.
Ririn menyesal karena tidak mendengarkan suaminya. Karena tetap di luar akhirnya dia jadi ngomongin orang.