Aku Gak Mau Gendut

Aku Gak Mau Gendut
38 Perceraian


__ADS_3

Ririn yang mengalami kenaikan berat badan sangat gelisah, pasalnya Ririn tidak suka bila dirinya gendut.


Doni sampai ikut pusing karena istrinya sering mengeluhkan bentuk tubuhnya yang mulai melebar. Padahal Doni sama sekali tidak mempermasalahkan semua itu.


Setelah pekerjaan rumah sudah selesai, Ririn mencoba membuka google untuk mencari artikel untuk menurunkan berat badan.


Sangat banyak artikel yang membahas tentang cara menurunkan berat badan, diantaranya dengan cara mengatur pola makan dan juga olahraga.


Dengan semangat Ririn membaca satu persatu artikel tersebut. Hingga dia memutuskan cara yang cukup mudah untuk menurunkan berat badan. Yaitu dengan cara menjaga pola makan dan senam.


Lalu Ririn membuka you*ube dan mencari tutorial senam yang mudah dan bisa dia lakukan di rumah saja. Karena Ririn tidak punya banyak waktu untuk melakukan senam di luar.


***


Yuni masih dengan kesedihannya yang mendalam setelah diceraikan oleh suaminya. Riko sudah menyerahkan rumah yang kini ditinggali oleh Yuni. Riko juga akan tetap membayar cicilan rumah tersebut atas persetujuan Rena.


Rena tidak akan melarang Riko untuk memberikan nafkah untuk anaknya, asalkan Riko tidak akan meninggalkannya. Rena tidak kekurangan dalam masalah ekonomi.


Bahkan sekarang Riko keluar dari pekerjaannya sebelumnya dan meneruskan bisnis mendiang suami Rena.


Hidup Riko sudah berubah sekarang, dari yang dulunya hanya pegawai biasa sekarang menjadi manager. Jadi Riko tidak akan pernah meninggalkan Rena, karena merasa Rena adalah keberuntungannya.


Riko juga meninggalkan motornya untuk Yuni, karena sekarang dia tidak membuatkannya lagi. sekarang Riko menggunakan mobil milik istri barunya.


Yuni berusaha untuk tetap tegar menerima kenyataan, dia mempunyai tanggung jawab untuk membesarkan putri semata wayangnya. Walaupun Riko memberikan nafkah untuk anaknya, tapi Yuni tidak ingin berdiam diri dan mengharapkan pemberian Riko.


Yuni berusaha mencari pekerjaan kesana kemari, dia harus memikirkan masa depannya dan anaknya kelak. Tapi sampai sekarang dia masih belum mendapat pekerjaan.


Karena bosan diam di rumah Yuni memutuskan datang ke rumah Ririn siang ini.


Tok, tok, tok...


Tak lama Ririn membuka pintu dengan keringat bercucuran.


"Eh, Yuni masuk yuk. Putri... ayo gendong Tante."


"Kamu ngapain Rin? Kok keringetan begitu?"


"Aku lagi senam Yun, huh capek banget ternyata."


"Semangat banget sih yang mau kurus."


"Iya dong Yun, kamu lihat sendiri kan badan aku sudah bengkak sana sini. Kalau mau minum ambil sendiri ya, capek aku."


"Iya, kayak sama siapa aja."


"Putri, itu di meja ada jajanan makanlah."


"Iya Tante."


Mereka duduk lesehan di ruang tv, Putri sedang asik dengan jajanan dan nonton kartun kesukaannya, jadi Ririn dan Yuni ngobrol dengan santai.

__ADS_1


"Rin, aku butuh kerjaan nih. Kamu tau nggak kira-kira dimana ada lowongan pekerjaan?"


"Memang kalau kamu kerja Putri gimana?"


"Ada tetangga sebelah rumah yang mau ngasih putri kok."


"Kamu yakin mau kerja?"


"Iya lah Rin, kalau aku nggak kerja gimana nasib aku kedepannya. Iya sekarang putri masih dinafkahi oleh ayahnya, tapi kalau besok-besok nggak lagi gimana?"


"Iya juga sih, ya udah nanti kalau ada lowongan pekerjaan aku kasih tau kamu."


"Makasih ya Rin, cuma kaku yang aku harapkan saat ini."


"Iya, aku akan bantu kamu sebisa ku."


"Kamu nggak jemput Rinda, Rin?"


"Iya sebentar lagi. Kamu di sini aja ya, pasti Rinda senang kalau ada Putri disini."


"Iya, tapi kamu nggak lama kan?"


"Nggak, cuma jemput aja kok. Aku tinggal bentar ya."


"Iya, hati-hati."


Lalu Ririn berangkat menjemput Rinda. Setelah Rinda sampai di rumah Rinda langsung bermain bersama Putri.


Hingga waktu beranjak siang, Yuni pamit pulang karena merasa tidak enak karena sebentar lagi Doni pasti pulang.


"Mas, tadi Yuni kesini. Katanya dia pengen bekerja," ucap Ririn sambil menyiapkan makan siang suaminya.


"Lalu bagaimana dengan anaknya?"


"Katanya ada yang mau ngasuh saat dia bekerja nanti. Di tempat Mas bekerja ada lowongan nggak?"


"Kayaknya nggak ada, tapi nanti coba aku tanya ke atasan ku dulu."


"Iya Mas, kalau ada kasih tau ya. Kasian Yuni."


"Iya, nanti aku bantu cari."


Lalu mereka makan siang bersama seperti biasanya. Ririn berusaha menjaga penampilannya agar suaminya tidak berpaling seperti Riko.


Itulah yang membuat Ririn kadang uring-uringan. Ririn takut kalau Doni akan melakukan hal yang sama seperti Riko.


Malam harinya Windi pulang dengan mengendarai motor matic yang disediakan Roni dengan alasan itu motor operasional milik swalayan.


Karena Windi menolak saat Roni memberikan motor itu untuknya.


Sekarang hubungan Windi dan Roni juga semakin dekat tanpa sepengetahuan Doni. Tapi mereka tidak memiliki komitmen apapun, walaupun Roni sudah menceraikan Meli, istrinya. Entah apa sebenarnya hubungan mereka.

__ADS_1


"Mbak, mulai Minggu depan kan Mini dan yang lain akan sekolah kejar paket. Mbak Ririn mau nggak bantu-bantu aku di swalayan? Sampai sore aja kok mbak."


"Mbak nggak bisa Win, gimana dengan keponakanmu kalau Mbak kerja?"


"Tapi aku nggak nyaman kalau harus dengan orang baru, aku takut tidak cocok."


"Oh iya, gimana kalau Yuni? Dia juga sedang mencari pekerjaan."


"Boleh deh Mbak, dari pada sama orang lain yang nggak kenal."


"Oke, besok Mbak kasih tau Yuni dulu. Tapi apa Roni setuju?"


"Mas Roni bilang nyuruh aku sendiri yang nyari orang Mbak, biar aku nyaman."


"Persyaratannya apa saja?"


"Nggak ada Mbak, yang penting rajin dan jujur."


"Kok aneh ya, biasanya kan di swalayan itu harus memenuhi persyaratan."


"Kalau sama mas Roni nggak begitu Mbak, buktinya Mini dan teman-temannya di terima Keja di sana."


"Iya juga ya."


"Kata mas Roni, dia memang mau membantu orang-orang yang membutuhkan pekerjaan, jadi nggak pakai syarat yang aneh-aneh begitu."


"kok dia yang nentuin, apa dia pemilik swalayan itu?"


"Katanya sih dia cuma menjalankan saja Mbak, kalau pemilik aku nggak tau."


"Ya sudah, kamu istirahat gih, sudah malam."


"Iya Mbak."


Lalu keesokan harinya Ririn meminta Yuni untuk datang ke rumahnya. Yuni segera bersiap karena Yuni yakin kalau Ririn pasti akan memberi kabar tentang pekerjaan yang dia tanyakan kemarin.


Setelah sampai Yuni langsung masuk setelah dipersilahkan oleh Ririn.


"Gimana Rin? Apa ada kabar baik?"


"Iya, kamu mau nggak kerja di swalayan sama Windi?"


"Ya mau lah, apapun yang penting halal Rin. Tapi kalau pulangnya malam kasihan Putri."


"Katanya sampai sore saja kok, karena kan anak-anak itu sekolah pagi dan sorenya sudah bisa bantu-bantu lagi."


"Ya sudah aku mau. Mulai kapan aku bisa kerja?"


"Minggu depan, tapi untuk jelasnya nanti aku tanya lagi sama Windi."


"Iya, makasih ya Rin kamu selalu bantu aku."

__ADS_1


"Iya, aku pasti akan selalu bantu kamu."


Akhirnya Yuni bisa bernafas dengan lega karena dia sudah mendapat pekerjaan.


__ADS_2