Aku Gak Mau Gendut

Aku Gak Mau Gendut
12 Salah Faham


__ADS_3

Tak terasa Randi sudah memasuki kelas 1 SD, tetapi belum juga ada tanda-tanda bahwa dia akan mempunyai adik.


Randi sering merengek ingin punya adik seperti teman-temannya,tapi apalah daya jika takdir belum menghendaki.


Doni dan Ririn sudah berusaha dan berdoa untuk mewujudkan keinginan anak pertamanya itu.


"Rin, kenapa sih kusut banget tuh muka? kamu gak senang ya kalau aku main kesini?" tanya Yuni.


"Bukan gitu Yun,tapi aku lagi pusing banget mikirin Randi. Setiap hari dia selalu merengek minta adik"


"Sabar aja,mungkin memang belum waktunya"


"Iya,tapi ini udah lebih 1 tahun loh aku gak KB,tapi kenapa belum juga isi?"


"katanya kalau KB suntik yang tiga bulan itu emang lama kalau mau punya anak lagi,makanya aku pakai pil saja" kata Yuni


"katanya sih iya.makanya aku jadi bingung harus bagaimana?" keluh Ririn


"berusaha aja lagi lebih keras. kalau perlu tiap malam lembur, siapa tau setelah itu langsung isi hehehe"


"emang kamu kira gak capek suruh lembur terus" jawab Ririn sewot.udah ah aku mau jemput Randi dulu".


"ya udah aku di sini dulu ya" sahut Yuni


lalu dengan motor matic nya Ririn segera pergi untuk menjemput Randi dari sekolah.


"ayo sayang" seru Ririn saat tiba di depan sekolah.


"iya Bu, teman-teman...aku duluan ya" pamit Randi pada teman-temannya lalu dia segera naik motor bersama ibunya.


"sudah siap?"


"sudah Bu"


Lalu dengan perlahan Ririn menjalankan motornya. saat di lampu merah Ririn berhenti dan tidak sengaja melihat suaminya sedang membonceng perempuan yang menggendong bayi melaju dari arah berlawanan.


"Mas Doni" gumam Ririn dengan matanya yang berkaca-kaca


Pikiran Ririn sudah kacau melihat suaminya bersama perempuan lain. dalam hati bertanya-tanya siapa perempuan tadi,ingin menepis pikiran negatif tapi dalam hati sudah terasa sesak. apalagi perempuan itu membawa bayi, dan Doni juga sangat menginginkan bayi lagi.


Apakah, mungkinkah, benarkah, kata-kata berputar-putar dalam otaknya. Ririn berhenti sejenak untuk menenangkan pikirannya,takut terjadi sesuatu kalau sia terus berkendara.


"kenapa kita berhenti di sini Bu?" tanya Randi


"kita berhenti sebentar ya nak, mata ibu kelilipan ini" ucap Ririn sambil menyeka air matanya yang hampir menetes.


Ririn berusaha mengatur nafasnya yang mulai sesak.

__ADS_1


"aku harus tenang, nanti aku akan tanya sama mas Doni dulu" gumam Ririn menghibur hatinya.


"Bu...ibu gak apa-apa kan?" tanya Randi.


"gak apa-apa kok nak,ayo kita lanjut lagi"


Lalu Ririn segera pulang ke rumah.dia berusaha mengabaikan kegundahan hatinya. nanti dia akan bertanya dulu pada suaminya tentang perempuan tadi.


saat sampai di rumah Yuni dan anaknya masih ada di sana,lalu mereka melanjutkan ngobrol sejenak.


"Rin, aku pulang dulu ya. pasti bentar lagi mas Riko akan pulang" pamit Yuni


"iya, aku juga mau nyiapin makan siang untuk mas Doni.


Lalu Ririn beranjak ke dapur untuk menyiapkan makan siang, sedangkan Randi masih asyik nonton TV.


Sudah jam setengah satu tapi Doni belum juga pulang padahal biasanya jam 12 Doni sudah ada di rumah.


Akhirnya Ririn telpon suaminya, tapi tidak juga di angkat. lalu Ririn chat melalui WA,lama tak dibalas. lalu Ririn mengambilkan makanan untuk Randi karena anaknya sudah minta makan.


Setelah beberapa saat akhirnya Doni membalas chat dari Ririn. Doni cuma bilang kalau dia lagi sibuk jadi gak bisa pulang.


Ririn menghela nafas,tetap berusaha berfikir positif. lalu dia makan karena sudah sangat lapar.


Setelah makan siang Ririn menemani anaknya nonton TV sejenak,lalu setelah itu Ririn mengajak anaknya untuk tidur siang.


"Yun,Riko sudah pulang apa belum?" tanya Ririn yang kebetulan Yuni sedang berada di teras.


"sudah dari tadi,memangnya kenapa?"


"aku mau nanyain kenapa mas Doni belum pulang" ucap Ririn


"ya udah masuk yuk aku panggil mas Riko dulu"


lalu Ririn mengikuti Yuni masuk kedalam rumah. tak berselang laman pasutri itu menghampiri Ririn di ruang tamu.


"ada apa Rin?" tanya Riko


"gini Ko,aku mau tanya tentang mas Doni. kok sampai sekarang belum pulang ya,tadi siang juga gak pulang makan siang" ucap Ririn yang terlihat sedih mengingat kejadian tadi siang


"aku juga gak tau sih, tapi dari aku gak ketemu sama Doni. coba aku tanya dulu sama Edo,mungkin dia tau" ucap Riko


"sebentar Ko, apa kamu tau sesuatu atau mas Doni lagi dekat sama perempuan gitu?"


"kayaknya enggak deh. udah kamu gak usah berfikir macam-macam,aku ke sebelah dulu tanya Edo kamu tunggu aja disini sebentar" lalu Riko beranjak ke rumah Edo yang ada di sebelah rumahnya


"Rin,kenapa kamu curiga sama mas Doni? kayaknya mas Doni gak mungkin deh kayak gitu" ucap Yuni

__ADS_1


"tapi tadi aku lihat sendiri mas Doni lagi bonceng perempuan yang lagi gendong bayi Yun". air mata yang sedari tadi ditahan akhirnya keluar juga.


"yang sabar ya Rin,kan kita belum tahu pasti perempuan itu siapa. bisa saja kan itu orang yang minta tolong" ucap Yuni


"tapi buktinya sampai sekarang mas Doni belum pulang,dan siang tadi dia juga gak pulang Yun" Ririn menangis tersedu-sedu


"loh kok malah nangis,Ririn kenapa sayang?" tanya Riko pada istrinya


"tadi katanya Ririn lihat mas Doni boncengan sama perempuan yang menggendong bayi mas,terus gimana mas Edo tau gak?"


"kata Edo tadi siang Doni memang izin pulang" jelas Riko


"jadi berarti sekarang mas Doni lagi sama perempuan itu hiks...hiks" Ririn semakin kecewa mendengar berita dari Riko


"belum tentu juga Rin,apa kamu udah coba telpon?"


"hpnya gak aktif"


Riko dan Yuni jadi ikut kebingungan karena Doni yang tak ada kabar dan tak bisa dihubungi.


"ya sudah aku pulang dulu,kasian Randi sendirian di rumah" Ririn menyeka air matanya dan bersiap untuk pulang


"kamu tenang aja,nanti setelah magrib aku akan cari Doni. kamu berfikiran buruk dulu,doakan yang terbaik untuk Doni" ucap Riko


Lalu Ririn pulang dengan hati yang hancur.dia tidak bisa lagi menepis pikiran buruk itu. dia jadi semakin curiga kalau suaminya bermain api dibelakangnya.


"Edo nya ada mbak?" tanya Riko pada suami Edo.


"ada bentar ya" tak berselang lama Edo keluar menghampiri Riko.


"ada apa Ko?"


"kamu tau gak kira-kira Doni pergi kemana?"


"emang belum pulang juga?"


"belum. malah tadi kata istrinya dia lihat Doni sedang membonceng perempuan yang menggendong bayi."


"sudah kamu telpon?"


"hp nya gak aktif"


"hmmm... gimana ya? kalau mau cari juga kemana? kita kan gak punya apapun untuk dijadikan petunjuk"


"kita coba telpon teman-teman dulu aja kali ya.siapa tau ada yang lihat Doni. ucap Riko . lalu Riko dan Edo menghubungi teman-teman kerjanya.


sedangkan di rumah Ririn hanya bisa menangis tanpa bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


"apa kamu benar-benar menghianati aku mas? apa karena aku belum bisa memberikanmu anak lagi???


__ADS_2