Aku Gak Mau Gendut

Aku Gak Mau Gendut
17 Berjuang


__ADS_3

"Sayang,kamu nggak makan malam?" tanya Doni heran.


"Nggak mas,aku mau diet" jawab Ririn


"Kenapa harus diet sih sayang,nanti sakit loh."


"Aku mau kayak dulu lagi mas,mau pakai baju apa aja muat,dilihat juga enak."


"Sekarang juga masih enak dilihat kok sayang. Sudahlah nggak usah aneh-aneh"


"Nggak mau,pokoknya aku mau punya badan ideal lagi."


"Ya sudah terserah kamu,tapi jangan sampai nggak makan ya. Kamu tetap harus jaga kesehatan."


"Iya mas,aku tahu".


Lalu Doni menghabiskan makanannya dengan ditemani Ririn. Sebenarnya Ririn merasa sangat lapar,tapi dia tahan demi ingin menurunkan berat badannya.


Setiap hari Ririn selalu berusaha untuk mengurangi porsi makannya,juga bila ada waktu dia sempatkan untuk senam didalam rumah. Kalau memberi makan anaknya pun lebih sedikit, takutnya kalau tidak habis.


***


Hari ini Ririn dan Doni melihat rumah yang akan mereka beli. Mereka sudah mengumpulkan uang bertahun-tahun untuk membeli rumah sendiri dari pada ngontrak. Mereka membeli rumah di komplek perumahan tak jauh dari tempat kerja Doni.


"Sayang kamu suka rumah yang mana?" tanya Doni


"Kalau rumahnya sama saja sih mas, tapi lebih nyaman yang dekat dengan tadi deh" ucap Ririn


"Ya sudah,kita ambil yang itu saja."


Memang ada beberapa pilihan yang bisa dijadikan pertimbangan. Dan setelah menentukan pilihan mereka segera melakukan proses pembayaran yang akan dilakukan di kali pembayaran.


Setelah itu Ririn dan Doni membersihkan rumah baru mereka sebelum ditempati. Rencananya Minggu depan mereka akan pindah.


Satu Minggu kemudian Ririn dan keluarganya pindah. Sebelum pindah mereka pamit kepada tetangga yang selama ini banyak membantu saat mereka mengalami kesulitan. Terutama Bu Rima dan suami, mereka sudah menganggap Bu Rima sebagai keluarga.


"Bu...Ririn pamit ya,mohon maaf kalau selama ini Ririn banyak salah dan sering merepotkan ibu sama bapak" pamit Ririn.


"Iya nak,kami juga minta maaf bila selama ini ada kesalahan. Sering-seringlah berkunjung ke rumah ibu ya!" ucap Bu Rima sambil memeluk Ririn.

__ADS_1


"Iya Bu, kalau ibu ada waktu mampir ke rumah Ririn ya!"


Lalu mereka pamit pada semua tetangga yang memang berkumpul di depan rumah Ririn. Suasana menjadi haru karena mereka sudah lama bertetangga, terhitung semenjak Ririn menikah sampai punya dua anak.


Doni menyewa mobil pickup untuk membawa barang-barang, dan Edo meminjam mobil teman kerjanya untuk mengantar Ririn dan membawa sebagian barang bawaan.


Rita, istrinya Edo juga ikut naik mobil bersama Ririn dan anak-anaknya. Sedangkan Doni naik motor,Riko dan Yuni juga naik motor ikut ke rumah baru Ririn.


Setelah sampai di rumah barunya Ririn para lelaki ikut membantu menurunkan barang-barang, sedangkan para wanita menyiapkan makanan ringan dan minuman sambil menjaga anak-anak.


"Wah, rumahnya bagus ya Rin!" ucap Yuni.


"Alhamdulillah Yun, yang penting nyaman" jawab Ririn


"Iya, apalagi di depan ada taman. Pasti kalau pagi atau sore rame banget". sambung Rita.


"Iya mbak, aku sengaja milih yang ini karena dekat dengan taman." jawab Yuni


"Tapi di sekitar sini masih ada yang kosong nggak ya?Siapa tau kami dapat rejeki dan bisa beli rumah di sini juga." ucap Rita.


"Kayaknya masih ada mbak yang di ujung sana. Kalau bagian belakang masih banyak". jawab Ririn.


Setelah semua barang diturunkan mereka istirahat sejenak sambil minum minuman dingin yang dihidangkan bersama cemilan.


Mereka ngobrol sejenak untuk melepas lelah,tak lama sopir mobil pickup pamit pulang. Sedangkan Riko dan Edo masih akan membantu Doni menyusun barang.


Karena hari sudah siang, anak-anak tidur di ruang tengah. Sedangkan para wanita menyiapkan makan siang.


"Mas,makan dulu yuk. Ajak yang lain juga" ucap Ririn pada suaminya.


"Iya sayang,bentar lagi,nanggung ini".


Lalu Ririn kembali ke dapur untuk mencuci peralatan memasaknya tadi. Ririn dibantu Yuni dan Rita untuk menyiapkan semuanya.


"Ayo kita makan dulu,sudah siang loh" ucap Doni mengajak Edo dan Riko


"Ayo...aku juga sudah lapar" lalu mereka menuju ruang tamu. Susana sudah disiapkan hidangan makan siang secara lesehan. Karena kalau di meja makan tidak akan muat.


"Enak ya suasana di komplek ini, tetangganya kayaknya juga ramah-ramah". ucap Riko sambil makan.

__ADS_1


"Iya,karena disini mayoritas ekonomi kelas bawah kayak kita. Jadi nggak kayak di perumahan orang kaya yang nggak saling tegur gitu." ucap Doni.


"Kalau sistem kredit bisa nggak Don perumahan disini?" tanya Edo


"Bisa kok,aku aja bayar 2 kali" jawab Doni.


"Sayang,kamu mau nggak kalau kita kredit rumah disini?" tanya Edo pada istrinya.


"Mau lah yang,tadi aku juga sempat ngobrol sama Ririn kira masih ada yang kosong apa nggak!" jawab Rita.


"Mas aku mau juga beli rumah disini!" rengek Yuni pada suaminya.


"Lah,kok jadi mau ikutan semua!" kekeh Ririn.


"Ya iyalah,biar kita tetap bisa jadi tetangga" jawab Yuni.


"Oke deh,nanti kita coba tanya ke kantornya ya Do. Biar lebih jelas berapa angsuran nya kalau kredit, kalau mau kes aku belum ada uang!" ucap Riko.


"Iya, daripada ngontrak terus kita cuma bayar doang. Kalau kredit kan nantinya akan jadi milik kita!" ucap Edo


"Iya. Bener banget tuh. Kenapa nggak kepikiran dari dulu ya" ucap Doni


"Kalau dari dulu kita kredit rumah mungkin sekarang sudah lunas" ucap Riko


"Yes kita nggak jadi berjauhan hehe!" ucap Yuni girang.


"Kamu ini,aku kemana aja selalu ikutan. Aku ke kota kamu ikut ke kota, sekarang aku pindah rumah kamu ikut juga." kelakar Ririn dan membuat mereka semua tertawa.


"Kan aku sahabat sejati kamu,jadi dimanapun ada kamu di situ pasti ada aku hehe."


"Habis ini kita lihat-lihat dulu yuk, kamu tau kan Don mana aja yang masih kosong?" tanya Edo.


"Minggu lalu sih masih ada beberapa yang kosong,mungkin sekitar lima atau enam unit. Tapi kalau sekarang nggak tau udah laku atau belum." jawab Doni


"Ya udah nanti kita lihat aja dulu!" ucap Riko.


Lalu mereka keliling komplek untuk melihat rumah yang masih kosong,sekalian jalan-jalan untuk melihat suasana perumahan itu, walaupun siang hari tetapi mereka tetap semangat.


Keesokan harinya Edo dan Riko datang ke kantor perumahan untuk mengajukan permohonan kredit rumah. Karena kemarin sudah melihat dan merasa cocok dengan rumah yang di tawarkan, jadi Edo dan Riko langsung memilih dan pengajuan mereka segera di proses.

__ADS_1


__ADS_2