
"Mas...kamu nggak percaya sama aku?" tanya Ririn yang kecewa akan respon suaminya.
"Bukan begitu, tapi...
"Ayo pulang mas, ngapain kita masih disini?" ucap Meli lalu menarik tangan suaminya.
Ririn pun langsung masuk ke kamar, dia sedih karena difitnah tetangganya,di tambah lagi dengan suaminya yang seakan meragukan dirinya.
"Sayang maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu!" ucap Doni yang sudah menyusul Ririn ke dalam kamar.
"Terus maksud kamu apa mas? Kamu tidak pernah berucap kasar, apalagi menyebut namaku sebelumnya,bahkan di depan orangtuaku saja kamu tidak pernah menyebut namaku saja!" ucap Ririn yang sudah terlanjur kecewa pada suaminya.
"Maafkan aku, aku hanya takut kehilanganmu. Aku nggak mau pisah dari kamu sayang. Aku nggak rela ada laki-laki lain yang mendekatimu. Apalagi aku pulang ada laki-laki itu di rumah. Aku cemburu sayang" ucap Doni yang tidak malu untuk mengakui apapun perasaannya
Ririn terharu mendengar penuturan sang suami. Tapi masih sedikit kecewa karena Doni sempat tidak mempercayainya.
"Bu...aku aku mau makan!" teriak Rinda dari ruang tengah.
"Iya sayang" Ririn langsung bangkit dan menyeka air matanya dan meninggalkan Doni yang masih diam di kamar.
"Kenapa ibu lama sekali?" tanya Randi
"Maaf ya,tadi masih ada tamu. Ayo sekarang kita makan"
"Ayah mana Bu?"
"Ayah ada di kamar, tolong kamu panggil ayah ya!"
"Iya Bu"
Makan siang kali ini terasa hening, karena Ririn hanya diam saja dan menyuapi Rinda. Ririn hanya menjawab singkat setiap pertanyaan dari Doni maupun anak-anaknya
Setelah selesai makan,Doni langsung pamit untuk kembali bekerja. Doni merasa bersalah karena sudah membuat istrinya sedih dan memilih diam. Saat ada yang menuduh Ririn macam-macam seharusnya dialah orang pertama yang membela istrinya itu. Apalagi belum ada bukti yang menyatakan istrinya bersalah.
Ririn juga merasa bersalah karena mendiamkan suaminya saat suaminya sudah minta maaf dan mengaku salah.
Saat malam hari,Ririn dan Doni memilih berbicara dari hati ke hati.
"Sayang, maafin sikap aku tadi siang ya. Aku benar-benar tidak bermaksud untuk menyakiti hati mu, tapi tadi aku terbawa emosi saat pulang kerja tiba-tiba ada keributan dan perempuan tadi bicara macam-macam tentang kamu!" ucap Doni
"Iya mas,aku juga minta maaf karena aku juga terbawa emosi karena mereka".
"Sekarang jelaskan apa yang terjadi dari awal!"
Lalu Ririn menceritakan awal mula Roni datang ke rumahnya,dan kejadian sebelumnya,bahkan Ririn menceritakan apa yang dikatakan oleh ibu-ibu komplek tentang Roni.
"Kok ada sih laki-laki seperti itu? Dan herannya si istrinya kok selalu membela suaminya yang seperti itu!" Heran Doni
__ADS_1
"Aku juga nggak tau mas, sudahlah nggak usah bahas mereka lagi. Bikin emosi aja!"
"Oh iya,besok rencananya Riko dan Yuni bakal pindah ke komplek ini!"
"Beneran mas?"
"Iya,tadi kata Riko dia sudah beres-beres barang besok tinggal ngangkut aja!"
"Kalau mas Edo sama mbak Rita besok pindah juga?"
"Kalau mereka belum,katanya ada berkas yang belum selesai!"
***
Karena hari ini hari libur,Ririn lebih santai hari ini. Ririn hanya membeli bubur ayam untuk sarapan,karena nanti siang rencananya dia akan bantu-bantu di rumah baru Yuni,juga memasak dan makan siang di sana.
Setelah sarapan Ririn beres-beres rumah dulu, sedangkan Doni sudah menuju kontrakan Riko untuk membantu mengangkut barang.
Siang harinya Riko dan yang lainnya sudah sampai di rumah baru dan menurunkan barang dari pickup. Dan para wanita segera menyiapkan minuman dan makan siang.
"Ririn,gimana tinggal disini? Lebih enak mana sama di kontrakan?" tanya Rita
"Lebih enak di sini sih mbak karena sudah rumah sendiri, tapi ya ada nggak enaknya juga karena ada tetangga yang menyebalkan!" jawab Ririn.
"Emang di mana rumah tetangga yang menyebalkan itu? Biar aku yang hadapi!" ucap Yuni.
Lalu mereka segera menyiapkan makan siang, dan makan bersama.
"Sayang,nanti kita makan malam di luar aja yuk!" ucap Doni setelah mandi sore.
"Ayo lah,aku juga capek banget kalau harus masak!" ucap Ririn
Lalu Ririn Doni dan anak-anaknya makan malam di luar. Setelah makan mereka singgah di taman kota. Mereka menikmati malam yang begitu cerah dengan cahaya bulan.
"Sayang, coba deh lihat di sana, bukannya itu tetangga depan rumah kita?" ucap Doni
"Iya kayaknya, aku nggak begitu jelas lihatnya".
"Iya, itu dia. Tapi kok itu bukan sama istrinya ya!"
"Si Roni itu memang begitu kelakuannya. Jadi mas nggak usah heran!"
"Begitu gimana?"
"Dia itu suka selingkuh, makanya sering ribut dengan istrinya. Kan aku kemari sudah cerita"
"Oh begitu!"
__ADS_1
"Pulang yuk mas,udah malam. Kayaknya anak-anak juga sudah ngantuk!"
"Ya sudah, ayo!"
Lalu mereka berempat pulang karena hari sudah malam. Sampai di rumah mereka langsung tidur karena kecapekan.
Keesokan harinya saat Doni akan berangkat kerja dan mengantarkan anaknya ke sekolah,di depan rumah terjadi keributan. Ada seorang laki-laki marah-marah di rumah Roni hingga banyak tetangganya yang berkumpul untuk melihat apa yang terjadi.
"Heh...kenapa kamu pukul suamiku? Dasar nggak punya sopan santun, pagi-pagi datang ke rumah orang dan membuat keributan!" teriak Meli yang tidak terima kerena tiba-tiba suaminya di pukuli seseorang.
"Suami kamu yang kurang ajar,dan dia memang pantas di pukul!" ucap lelaki itu
"Sudah mas,ayo kita pulang,malu dilihat orang!" bujuk wanita yang datang bersama pria itu.
"Malu? Kamu bilang malu? Tapi kenapa kamu tidak malu saat jalan berdua dengan lelaki ini, padahal kamu punya suami!" teriak lelaki itu
"Kamu cuma salah faham mas, kemarin aku tidak sengaja bertemu dengannya dan kami hanya ngobrol sebentar!"
"Ngobrol sebentar dengan pegangan tangan dan peluk-pelukan di depan umum?"
"Maksud kalian apa sih, datang membuat keributan dan sekarang malah berantem di sini. Dasar tidak tau malu!" ucap Meli.
"Ini karena suamimu yang merayu istriku. Kamu tidak tau kan semalam suamimu dimana?"
"Mas,semalam kamu kemana?"
"Kan semalam aku pergi ke rumah ibuku sayang!"
"Nggak usah bohong kamu, semalam kamu berduaan dengan istriku. Iya kan?"
"Nggak sayang,dia bohong. Semalam Aku nggak pergi ke taman kok!"
"Siapa yang bilang kamu ke taman hah? Aku tidak menyebutkan kalau kalian ke taman?"
"Mas,jawab jujur mas, apa semua ini benar? JAWAB" teriak Meli yang mulai emosi.
"Tidak sayang itu semua bohong! Kan nggak ada buktinya kalau aku pergi ke taman" elak Roni
"Aku punya buktinya,kali ini kamu tidak akan bisa mengelak lagi. Lihat ini" ucap pria itu menunjukkan foto Roni dan istrinya yang terlihat mesra.
"Tega kamu mas, apa kurang ku selama ini. Aku sudah memenuhi semua kebutuhan kamu setiap hari. Dan pekerjaan mu hanya selingkuh di belakangku?"
"Itu tidak benar sayang,semua ini fitnah!"
"Sekarang kamu pergi dari sini, kamu menikah denganku tidak membawa apa-apa,dan selama ini kamu cuma menumpang hidup dengan ku. Sekarang kamu pergi dari hidupku. Aku sudah muak padamu!"
"Ayo mas kita pergi" ucap perempuan tadi dengan menyeret suaminya. Dia takut akan mendapat amukan dari Meli.
__ADS_1