Aku Gak Mau Gendut

Aku Gak Mau Gendut
27 Rumit


__ADS_3

Lalu Doni menghubungi Riko untuk minta lolong menjemput ibunya. Riko dan Ririn berangkat dengan motor masing-masing menuju stasiun.


Saat sampai di stasiun Ririn dan Riko segera mencari ibu dan adik iparnya.


"Ibu...Windi... Apa kabar?Kenapa nggak kasih kabar dulu kalau mau kesini?" sapa Ririn


"Kabar baik nak,kamu sendiri bagaimana?"


"Aku juga baik Bu!"


"Ibu itu loh mbak yang maksa mau kesini. Katanya kangen sama kalian!" jawab Windi


"Sebenarnya sudah lama ibu pengen kesini,tapi Windi dan Rio selalu saja ada alasan kalau mau di ajak. Tapi kok kamu yang jemput?Doni mana?"


"Mas Doni ada di rumah Bu,lagi jagain anak-anak. Ya sudah ayo kita pulang!"


Lalu mereka segera meninggalkan stasiun. Sebelumnya Ririn mampir ke rumah makan dulu untuk membeli sayur dan lauk, karena Ririn belum sempat memasak.


Setelah sampai di rumah,Ririn sudah tegang bagaimana reaksi ibu mertuanya melihat anaknya yang sedang sakit.


"Jadi ini rumah kalian?"


"Iya bu!"


"Bagus, nak Riko kabarnya juga tinggal di komplek ini ya?"


"Iya Bu, kapan-kapan mampir ke rumahku ya Bu!"


"Iya,pasti ibu akan mampir!"


"Ayo masuk Bu."


Lalu mertua dan adiknya melangkah masuk,sedangkan Ririn masih ada di luar.


"Gimana ini Rik, pasti ibu bakalan marah!"


"Ya mau gimana lagi,salah kalian juga nggak ngabarin ibu kalau Doni kecelakaan!"


"Tapi mas Doni khawatir sama ibu,mas Doni nggak mau buat ibu sedih!"


Tak lama terdengar suara teriakan dari dalam.


"Doni,tangan kamu kenapa? Kenapa kamu nggak ngabarin ibu. Kalau ibu nggak kesini pasti ibu nggak akan tau kalau keadaan kamu seperti ini!" teriak ibu yang kaget melihat kondisi anak kesayangannya.


Lalu Ririn bergegas masuk, didalam terlihat ibu mertuanya sedang menangis di samping suaminya.


"Aku baik-baik saja kok Bu!" ucap Doni


"Maaf Bu,bukanya kami tidak ingin memberitahu ibu,tapi mas Doni tidak ingin membuat ibu sedih dan khawatir!" ucap Ririn sambil mengelus punggung ibu mertuanya.


"Ibu tidak apa-apa nak, seharusnya kalian beritahu ibu. Apa ibumu juga tidak tau tentang ini?" tanya ibu pada Ririn


"Tidak Bu,kami tidak memberitahu siapapun!"

__ADS_1


"Sebelum kemari ibu mengajak ibumu barangkali dia mau ikut kesini. Tapi dia tidak bisa karena mereka sedang sibuk. Tapi ibumu menitipkan oleh-oleh untuk kalian!"


"Iya Bu, terimakasih. Seharusnya kalau kesini ibu tidak usah membawa banyak oleh-oleh. Kan berat di perjalanan!" ucap Ririn yang melihat 3 kotak kardus yang isinya entah apa saja.


"Tidak apa-apa, ya sudah buka kotak yang itu,itu isinya makanan dan oleh-oleh dari ibumu!"


"Riko tadi langsung pulang ya yang?"


"Iya mas,katanya mau pergi jalan-jalan sama anak dan istrinya!"


"Ya sudah aku tinggal ke dapur dulu ya,! Ayo Win bantu mbak!"


"Iya mbak"


Lalu Ririn dan adik iparnya berjalan ke dapur untuk membuat minuman dan menyiapkan makan siang.


Sedangkan Rinda langsung menempel pada neneknya yang memang jarang bertemu! Kalau Randi malah asik menonton tv di samping ayahnya.


Setelah selesai menyiapkan makan siang,Ririn segera mengajak keluarganya untuk makan. Setelah makan mereka mengobrol di depan tv.


"Lalu bagaimana keadaan kalian kalau Doni nggak bisa kerja?"


"Alhamdulillah ada orang baik yang bantu kami Bu,dan dari kantor aku tetap dapat uang makan!" jawab Doni


"Syukurlah kalau begitu,coba kalian kasih tau ibu, pasti ibu akan bantu sebisa ibu!"


"Itu yang aku nggak mau Bu, aku nggak mau merepotkan ibu!"


"Merepotkan apa,kamu itu anak ibu. Ibu akan selalu membantu kalian bila ada kesulitan. Ingat,kalian tidak sendiri,kalian masih punya keluarga!"


Setelah ngobrol mereka tidur siang karena kelelahan. Saat semuanya tertidur, Ririn berada di dapur untuk menyiapkan makan siang. Untung saja sayuran di kulkas masih ada,hari ini Ririn tidak belanja karena setiap hari Minggu mang Asep tidak jualan. Rencananya Ririn akan membeli sayur matang hari ini,tapi ternyata ibu mertuanya datang secara tiba-tiba. Jadi Ririn memutuskan untuk memasak.


Keesokan harinya,Ririn mulai dengan rutinitas seperti sebelumnya. Tapi kali ini dia terbantu karena ada mertua dan adik iparnya. Soal Rinda sudah dibantu oleh Windi,dan ibu menemani Doni.


Setelah selesai sarapan, Ririn segera mengantarkan Rinda ke sekolah,dan seperti biasa Randi berangkat dengan Riko.


Saat pulang mengantar Rinda,terlihat ibu mertua dan Doni duduk di teras sambil minum teh. Sementara Windi tak terlihat,mungkin dia sedang dikamar.


Lalu Ririn bergabung duduk di teras sambil menunggu mang Asep!


"Ibu sudah sarapan?" tanya Ririn,karena tadi ibu mertuanya belum mau sarapan.


"Sudah,baru saja! Kamu nggak sarapan?"


"Tadi sudah menghabiskan sarapan Rinda Bu!"


"Itu kan cuma sedikit?"


"Dia itu mau diet Bu!" ucap Doni


"Untuk apa diet sih? Nanti kamu malah sakit loh!"


"Nggak kok Bu,mas Doni nggak usah di dengerin!"

__ADS_1


"Sayur...Sayur..." teriak mang asep


"Bu,aku mau beli sayur dulu ya. Ibu mau dimasakin apa?"


"Sayur asem sama sambal terasi aja Rin,ibu kangen sama sayur asem buatan kamu!"


"Iya Bu,Ririn beli bahannya dulu!"


"Ini uangnya Rin!"


"Nggak usah Bu,aku ada kok!" lalu Ririn segera menghampiri Nang Asep


"Pilihanmu tepat ya Don, disaat seperti ini dia tetap setia padamu!" ucap Bu Sumi sambil memandang Ririn yang sedang memilih sayuran.


"Alhamdulillah Bu,dia begitu sabar merawat ku. Awalnya aku merasa tidak enak padanya karena menambah beban hidupnya. Dia sudah sibuk mengurus rumah dan anak-anak,ditambah lagi harus mengurus ku. Tapi dia selalu meyakinkan aku,kalau dia baik-baik saja!"


"Memang sudah seharusnya seperti itu. Nanti bila seandainya Ririn yang sakit,kamu juga harus mau merawatnya dengan baik. Tapi ibu selalu berdoa untuk kesehatan kalian dan cucu-cucu ibu."


"Iya Bu,itu pasti. Aku sangat mencintainya, walaupun kami sering berdebat tapi itu hanya perdebatan kecil saja"


"Kamu harus menjaganya baik-baik Don,tidak banyak perempuan seperti itu!"


"Iya Bu!"


"Kenapa mas Doni dan ibu melihat aku seperti itu?" tanya Ririn yang menyadari kalau dari tadi dia diperhatikan


"Nggak apa-apa sayang! Seperti biasa kamu terlihat cantik!" goda Doni


"Mas Doni apaan sih, malu tau ada ibu!"


"Kenapa harus malu, kan nggak apa-apa ya Bu!"


"Iya nggak apa-apa! Malah ibu senang kalau melihat kalian terlihat mesra seperti ini!"


"Udah ah aku mau masak dulu. Windi dimana ya Bu? Kok nggak kelihatan?"


"Paling juga main hp di dalam!"


"Apa Windi sudah punya pacar Bu?" tanya Ririn penasaran


"Ibu nggak tau kalau soal itu!"


Lalu Ririn pergi ke dapur,dan samar-samar Ririn mendengar Windi berbicara lewat telepon.


"Aku sekarang di rumah kakakku di kota A!"


"-


"Jangan sekarang,aku belum siap."


"-


"Ya udah deh kalau kamu maksa. Nanti aku kirim alamat lengkapnya" Lalu hening

__ADS_1


"Windi telponan sama siapa ya?" gumam Ririn


__ADS_2