Aku Gak Mau Gendut

Aku Gak Mau Gendut
21 Salah Sangka


__ADS_3

"Sayang,tunggu sebentar ini cuma salah faham. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan wanita tadi. Percayalah padaku aku hanya mencintaimu!" ucap Roni berusaha merayu Meli istrinya


"Aku sudah bosan dengan semua kata-kata manis mu mas, sekarang pergi dari hidupku. Aku lelah setiap hari kamu bohongi!" ucap Meli dengan terisak.


"Aku tidak pernah berbohong padamu sayang, ini semua fitnah. Pasti karena ada yang tidak suka dengan kita,makanya mereka berbuat licik untuk memisahkan kita!" ucap Roni sambil melirik ke arah Ririn dan Doni.


"Sudah lah mas, aku benar-benar bosan padamu. Sekarang ceraikan aku, lebih baik aku sendiri daripada terus di sakiti setiap hari!"


"Sayang, jangan seperti itu. Bagaimana aku bisa hidup tanpamu?"


"Makanya cari kerjaan biar tidak bergantung pada ku terus!"


"Iya aku akan cari kerja,tapi aku mohon jangan minta pisah dariku!"


"Huh, pagi-pagi sudah nonton drama secara live" gerutu Doni


"Hus,jangan keras-keras mas,nanti mereka dengar!" tegur Ririn


"Ya sudah aku berangkat dulu ya sayang." pamit Doni bersama Randi


"Iya, hati-hati ya!"


"Iya sayang,kamu juga hati-hati ya sama Rinda. Nanti kalau di rumah jangan lupa kunci pintu,takut ada orang jahat!" pesan Doni


"Iya mas"


Lalu Doni berangkat bersama Randi,dan Ririn mengantarkan Rinda ke sekolah. Sedangkan di depan rumah mereka drama pagi ini masih berlangsung, entak kapan selesainya!


Saat Ririn pulang mengantarkan Rinda ternyata suasana di sekitar rumahnya sudah sepi,tidak seperti saat Ririn meninggalkan rumah tadi. Ririn langsung mengerjakan pekerjaan rumah sebelum tukang sayur keliling datang.


Pyaar.... Terdengar suara kaca yang pecah. Ririn langsung berlari ke arah suara. Ririn terkejut saat kaca rumahnya pecah.


"Ada apa ini? Kenapa bisa pecah?" Gumam Ririn . Ririn memeriksa sekitar barangkali ada petunjuk yang bisa digunakan untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Dan ternyata ada batu tak jauh dari pecahan kaca.


"Batu? Siapa yang melempar batu?"


Lalu Ririn bergegas keluar rumah,mencari seseorang yang kemungkinan melempar kaca rumahnya.


"Ada mbak Ririn,lagi nunggu tukang sayur juga ya?" sapa Bu Ima


"Eh Bu Ima, apa ibu lihat seseorang lewat sini barusan?"


"Nggak mbak,saya juga baru keluar. Memangnya kenapa?"


"Itu Bu,ada yang lempar kaca jendela pakai batu Bu!"


"Astaga, jadi bunyi tadi dari rumah mbak Ririn? Saya kira cuma piring yang pecah, coba saya mau lihat!" lalu Bu Ima berjalan ke rumah Ririn


"Iya Bu,tapi waktu saya lihat sudah tidak ada siapa-siapa!"


"Wah,ini termasuk teror mbak. Apa mbak Ririn atau mas Doni punya musuh?"

__ADS_1


"Seingat saya tidak ada Bu,buat apa cari musuh!"


"Atau mungkin orang yang tidak suka dengan keluarga mbak Ririn!"


"Kalau itu saya tidak tau Bu, kalau saya tidak pernah memusuhi atau membenci orang lain!"


"Iya juga ya,kadang orang baik cuma didepan saja,kalau di belakang mana tau?" monolog Bu Ima.


"Sayur...sayur... sayurannya ibu ibu..."Teriak mang Asep menawarkan dagangannya.


"Mbak Ririn mau beli sayur dulu nggak? tanya Bu Ima


"Iya Bu,ayo."


"Sayur neng.."


"Iya mang,ada kangkung?" tanya Ririn


"Ada neng, di sebelah sini!"


Tak lama ibu-ibu lain pun berkumpul untuk membeli sayur.


"Eh ibu-ibu tau nggak rumahnya mbak Ririn ada yang lempar baru!" ucap Bu Ima


"Yang benar? Kapan?"


"Pagi ini. Barusan. itu kacanya aja masih belum di beresin,keburu mang Asep lewat ya beli sayur dulu. Iya nggak mbak Ririn?"


"Iya Bu. jawab Ririn singkat sambil memilih sayuran


"Iya Bu,makanya saya juga heran! Kata mbak Ririn dia nggak ada musuh"


"Mungkin orang yang tidak suka sama keluarga Ririn mungkin!" celetuk Bu Imas


"Nah saya pikir juga begitu!"


"Mang Asep,tadi waktu jalan kesini ketemu orang asing nggak?"


"Nggak ada Bu, dari tadi saya cuma ketemu ibu-ibu saja. Eh,ada tadi ketemu mas-mas yang istrinya sombong banget itu loh Bu" bisik mang Asep, karena yang dibicarakan adalah meli yang rumahnya di depan Ririn.


"Oh Roni suaminya meli maksud mang asep?"


"Iya Bu, tadi dia jalan kayak buru-buru gitu!"


"Bisa jadi si Roni pelakunya,emang mbak Ririn ada masalah apa dengan mereka?" ucap Bu Ima


"Jangan buruk sangka dulu Bu,kan belum tentu mereka pelakunya!" ucap Ririn


"Tapi disini yang terkenal pereman dan keluarga nggak bener cuma mereka mbak. Kalau yang lainnya sih keluarga baik semua."


"Iya Rin,coba ingat-ingat apa kamu pernah ada masalah dengan mereka?"

__ADS_1


"Nggak ada Bu,ya sudah saya permisi dulu ya ibu-ibu semua!"


Lalu Ririn segera pulang ke rumah dan segera membereskan pecahan kaca yang berserakan.


"Ririn...loh kok kacanya pecah? Kenapa?" tanya Yuni yang baru saja datang.


"Tadi ada yang lempar sama batu!" jawab Ririn


"Hah, maksudnya ada yang sengaja melempar batu begitu?"


"Kayaknya sengaja Yun, lalu pagi begini kan belum ada anak-anak yang main."


"Iya juga ya, eh tapi kira-kira siapa pelakunya?"


"Nggak tau, tadi pas aku lihat sudah nggak ada siapa-siapa" Jawab Ririn,tapi sebenarnya Ririn sudah mencurigai seseorang.


"Wah nggak bener ini. Kamu sudah telpon mas Doni?"


"Belum, biarlah nanti siang juga mas Doni pulang! Kamu mau ngapain kesini?"


"Nggak ada,cuma mampir aja tadi habis beli sayur! Habis ini kamu mau ngapain?"


"Nggak ngapa-ngapain, paling nonton tv dan nanti jam 10 jemput Rinda ke sekolah!"


"Rin kapan-kapan kita senam yuk, badan aku rasanya agak berat deh!"


"Iya,aku juga pengen senam,tapi belum ada waktu,kalau jam segini nanggung bentar lagi jemput Rinda!"


"Aku dengar di komplek depan ada senam ibu-ibu tiap sore. Gimana kalau kita ikut?"


"Aku nggak bisa kalau ada jadwalnya Yun, Rinda gimana. Lagian aku malu kalau ada yang lihat,kalau ada laki-laki nya gimana?"


"Iya juga ya, terus kamu maunya gimana?"


"Paling aku bisanya senam di rumah aja. Nanti lah aku cari-cari referensi dulu!"


"Ya udah deh, aku pulang dulu kalau gitu, nanti kabarin aja ya!"


"Iya!"


Setelah Yuni pulang,Ririn masuk kedalam rumah untuk rebahan sebentar sambil menonton tv sebelum menjemput Rinda. Ririn masih memikirkan tentang teror pagi ini.


"Apa mungkin Roni ya yang lempar kaca? Tapi kenapa? Masa gara-gara kejadian beberapa hari lalu aja sampai dendam begitu?" monolog Ririn


Di lain tempat, seseorang sudah merencanakan sesuatu.


"Bro,kamu sudah siap? jangan sampai target kita lolos!"


"Siap...elo nggak usah khawatir pokoknya semua beres hahaha!" jawab pria bertato di kedua lengannya.


Lalu si pria segera menghidupkan mesin motornya saat melihat target tak jauh dari posisinya. Tak lama suara benturan terdengar.

__ADS_1


Bruak....Lalu pengendara motor terguling,dan yang menabrak segera melarikan diri.


"Doni...


__ADS_2