Aku Gak Mau Gendut

Aku Gak Mau Gendut
8 Positif


__ADS_3

Saat pulang kerja Doni mampir ke apotik untuk membeli respect,juga obat mual yang aman untuk ibu hamil. Doni sangat sigap untuk kesehatan istrinya.


saat sampai rumah,dia di sambut oleh istrinya. wajahnya masih tampak pucat,tapi terlihat lebih baik.


"sayang... gimana masih pusing gang" tanya Doni


"sudah mendingan kok mas,mas Doni bawa apa itu?"


"ini...tadi mas ketemu sama Bu Rima, dia sengaja ngasih kamu mangga muda karena menurutnya kamu sedang hamil,jadi aku di suruh beli respect untuk memastikan. lagian tadi pagi kamu kan juga mual-mual"


"hah...masa sih mas?"


"ya gak tau,makanya ini aku beliin respect,ayo di coba" ucap Doni tak sabar.


lalu Ririn menerima kantong plastik dari suaminya.lalu dia membaca petunjuk penggunaan yang ada di bungkusnya.


"tapi mas tulisannya harus dipakai saat pagi hari katanya"


"masa sih" lalu Doni mengambil dan juga membacanya. "oh iya, ya udah deh besok aja. kalau gitu aku mandi dulu ya sayang"


keesokan paginya Ririn kembali mual-mual dan badannya terasa lemas.


"mas...mas...bangun"


karena suaminya tidak bangun,Ririn mencoba untuk beranjak ke kamar mandi sendiri karena dia ingin buang air. belum sampai ke kamar mandi Ririn jatuh pingsan dan membuat Doni terbangun.


"sayang...kamu kenapa?"lalu Doni segera menggendong Ririn dan meletakkannya di kasur


"sayang...bangun yang,,,jangan buat aku takut" Doni panik karena istrinya tak kunjung sadar. mau cari bantuan tapi Doni tak ingin meninggalkan istrinya sendiri.


tak lama kemudian Ririn tersadar.


"sayang...kamu gak apa-apa? kenapa kamu busa pingsan di depan pintu?"


"badan aku lemes mas,tapi aku pengen ke kamar mandi"


"kenapa gak bangunin aku"


"sudah,tapi mas Doni gak bangun"


"maafin mas ya sayang. ayo sekarang mas antar ke kamar mandi" ucapnya lalu memapah Ririn. "eh bentar...sekalian coba di cek ya sayang"


"iya mas"


"udah pintunya gak usah di tutup, nanti kamu pingsan lagi"

__ADS_1


"gak mau,aku malu mas"


"ya udah tapi jangan di kunci ya,mas tunggu di sini"


lalu Ririn segera buang air dan melakukan tes kehamilan dengan mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan. dengan hati berdebar-debar Ririn menunggu hasilnya.


"sayang...sudah belum?kenapa lama?"


"iya mas, sebentar"


tak lama pintu kamar mandi terbuka,Doni yang tidak sabar langsung menghampiri istrinya.


"gimana sayang?"


Ririn hanya tersenyum dan mengangguk,matanya sudah berkaca-kaca hingga tak sanggup mengucapkan apapun.


"Alhamdulillah, beneran sayang?kamu serius?kamu gak bohong kan?aku mau jadi ayah?sayang katakan sesuatu.apa aku akan jadi ayah?" sedangkan Ririn hanya mengangguk tanpa bisa berucap.


lalu Doni langsung memeluk istrinya.keduanya menangis haru karena mendapat kabar yang membahagiakan pagi ini.


"oke sekarang kamu istirahat aja,gak ngapa-ngapain. biar aku yang mengerjakan pekerjaan rumah" ujar Doni lalu menuntun istrinya untuk berbaring karena masih lemas.


"tapi mas,kamu kan harus kerja. nanti kesiangan kalau harus mengerjakan pekerjaan rumah" ucap Ririn


"gak apa-apa,pagi ini aku memasak sama nyapu aja, pekerjaan lainnya bisa di kerjakan nanti saja. aku ke dapur dulu ya,kamu mau sarapan apa?"


"ya udah aku buat sarapan dulu ya" lalu Doni bergegas ke dapur untuk membuat sarapan.


setelah selesai sarapan Doni langsung berangkat bekerja setelah pamit pada istrinya. sebenarnya Doni tak ingin meninggalkan istrinya sendirian,tapi mulai sekarang dia harus bekerja lebih keras karena kebutuhan mereka untuk kedepannya akan semakin banyak.


Ririn memberitahu tentang kehamilannya pada ibu dan mertuanya lewat telepon. mereka sangat bahagia mendengar kabar kehamilan Ririn.


saat siang hari seperti biasa Doni pulang dengan membawa makanan yang diinginkan istrinya. setelah makan Doni mencuci piring setelah selesai Doni kembali bekerja.


Ririn yang melihat itu merasa kasian pada suaminya. sebenarnya dia ingin membantu tapi apalah daya badannya benar benar lemas,bahkan setelah suaminya berangkat kerja tadi pagi dia sempat muntah-muntah. tapi Ririn tidak memberi tahu suaminya takut kalau suaminya khawatir.


Ririn mencari berita seputar kehamilan di internet, ternyata apa yang dia alami masih dalam batas wajar.


lalu Ririn memutuskan untuk tidur,berharap setelah bangun nanti kondisinya akan lebih baik.


sudah beberapa hari Ririn mengalami mual hingga muntah setiap pagi. bahkan Doni sudah membawa istrinya ke dokter, tapi masih tetep saja seperti itu.


"mas...aku pengen mangga muda seperti yang di kasih Bu Rima Waktu itu" ucap Ririn pada suaminya saat jam dinding menunjukkan pukul 11 malam.


"besok aja ya sayang,sekarang kan sudah malam"

__ADS_1


"aku maunya sekarang mas"


"pasti Bu Rima sudah tidur sayang,gak enak ganggu malam-malam,lagian kenapa gak bilang dari tadi?


aku kan pengennya sekarang,ya udah deh biar aku minta sendiri" ucap Ririn lalu pergi meninggalkan suaminya


"eh...sayang tunggu,iya iya aku mintain mangganya"


"gitu kek dari tadi,kenapa harus nunggu aku marah dulu sih.ini tuh keinginan anak kamu mas"


iya iya aku minta maaf,sekarang kamu tunggu di rumah aja ya"


lalu Doni pergi ke rumah Bu Rima. sekarang Doni harus meluaskan kesabarannya untuk menghadapi istrinya yang sedang hamil. kata ibunya memang wanita hamil lebih sensitif,jadi jangan sampai memarahinya dan turuti apa yang dia mau selagi wajar.


saat sampai di rumah Bu Rima dengan ragu Doni mengetuk pintu. sampai keluarlah suami Bu Rima.


"ada apa nak Doni?


"em ini pak, maaf ganggu malam-malam, sebenarnya saya mau minta mangga muda untuk istri saya"


"apa istri nak Doni sedang hamil?"


"iya pak"


"ya sudah cari saja kalau masih ada,karena buahnya tinggal sedikit lagi"


"makasih ya pak, saya minta maaf loh karena ganggu waktu tidur bapak"


"gak apa-apa,saya juga belum tidur kok. wajar lah wanita hamil pasti mintanya saat malam mulai larut.cepat sana ambil dari pada anak kamu nanti ileran.


"sebenarnya bukan takut anak ileran pak,tapi lebih takut kalau istri saya marah hehe"


akhirnya suami Bu Rima membantu menerangi batang mangga dengan senter sambil ngobrol.


"iya setiap wanita hamil pasti maunya dituruti setiap keinginannya,kalau gak di turuti pasti marah. bekam cuma saat hamil saja sih hehe" ucap suami Bu Rima


"iya pak, kadang kita ini serba salah menghadapi istri yang sedang marah"


setelah mendapat beberapa buah Doni sekali lagi mengucapkan terimakasih dan permintaan maaf karena mengganggu malam-malam.


lalu Doni segera pulang untuk memberikan apa yang di minta oleh istrinya. saat sampai di rumah Doni hanya melongo saat melihat istrinya tertidur di ruang tamu.


"sayang...ini katanya mau mangga.mas sudah dapat loh"


"gak mau ah aku ngantuk"

__ADS_1


Doni hanya bisa menghela nafas,lalu menaruh mangga yang dia dapat begitu saja, dan menggendong istrinya ke kamar. Doni juga capek dan ingin segera tidur.


__ADS_2