
Tepat jam 11 malam Doni baru saja pulang. Ririn yang belum siap untuk mengetahui fakta yang sebenarnya memilih untuk pura-pura tidur.
Doni yang mendapati anak dan istrinya sudah tertidur merasa bersalah karena pulang larut malam. Lalu dia mendekati ranjang dan duduk di samping Ririn.
"Maaf kan aku ya sayang, aku tidak bisa memberi kabar padamu" ucap Doni sambil membelai rambut istrinya. Lalu dia beranjak ke kamar mandi. Tubuhnya terasa lengket setelah seharian di luar rumah dan ingin segera mandi.
Tes... Air mata kembali mengalir di wajah Ririn. Dia semakin yakin dengan apa yang ada didalam fikirannya.
Ririn cepat-cepat menghapus air matanya saat mendengar langkah kaki mendekat dan kembali pura-pura tidur.
Lalu Doni segera berbaring di samping istrinya. Tapi dengan cepat Ririn berbalik badan dan memunggungi suaminya.
Saat hari sudah pagi Ririn cepat-cepat bangun dan segera beraktifitas di dapur. Dia belum ingin melihat suaminya karena masih kecewa saat melihat Doni bersama perempuan lain,dan Doni juga pulang larut malam.
Doni yang baru bangun langsung mencari istrinya yang pasti ada di dapur. Saat sudah melihat istrinya Doni langsung memeluknya dari belakang.
"Sayang, kenapa kamu nggak bangunin aku?" tanya Doni
"mas,aku lagi masak ini jangan ganggu dulu" ucap Ririn berusaha menghindar.
"Tapi aku kangen sayang"
"sudah, lepaskan mas" Ririn langsung menghempaskan tangan suaminya dan pergi ke kamar mandi.
Doni heran dengan sikap Ririn pagi ini. karena tidak biasanya Ririn seperti itu.
"Apa dia marah karena aku pulang malam kemarin?" gumam Doni.
Lalu Ririn langsung pergi ke kamar Randi untuk membangunkan putranya karena sebentar lagi waktunya sekolah.
"Randi...Bangun nak,ayo cepat mandi biar nggak terlambat"
"masih ngantuk bu..." rengek Randi
"ayo sayang nanti terlambat" bujuk Ririn
Akhirnya dengan malas Randi bangun dan mengikuti ibunya. Sampai di dapur terlihat Doni minum kopi sambil memainkan hpnya.
Ririn tidak menghiraukan suaminya dan langsung mengurus keperluan Randi,dari mandi sampai memakaikan baju. Sebenarnya Randi sudah bisa memakai baju sendiri,tapi saat memakai baju sekolah Ririn yang selalu memakaikan baju Randi agar rapi.
Setelah Randi siap Ririn pun bersiap untuk mengantarnya ke sekolah. Biasanya Doni yang mengantar Randi sekolah,tapi karena Doni lebih sibuk dengan hpnya Ririn pergi begitu saja, hanya Randi yang berpamitan pada ayahnya.
"Ayah...Aku berangkat dulu ya!" pamit Randi
"Loh mau berangkat sekarang? tunggu bentar ya." Doni langsung beranjak.
"Aku diantar ibu yah!"
__ADS_1
"Dimana ibu mu?"
"Sudah di depan yah"
"Randi...ayo cepat, nanti terlambat!" teriak Ririn dari depan rumah
"iya Bu..." Randi langsung berlari ke depan.
Doni semakin yakin kalau Ririn sedang marah. Memang salahnya juga kerena belum sempat menjelaskan pada istrinya itu.
Lalu Doni bersiap dengan baju kerja dan menunggu istrinya untuk menjelaskan apa yang terjadi kemarin.
Tapi saat sudah waktunya Doni berangkat Ririn belum juga pulang. karena takut terlambat,Doni cepat-cepat sarapan dan berangkat bekerja.
Sedangkan Ririn sengaja tidak pulang dulu, dia mampir ke minimarket dan duduk sejenak di depan minimarket. Ririn sengaja menunggu agar suaminya berangkat bekerja. Baru dia akan pulang.
Saat sampai di tempat kerja, Doni terlihat lesu. Dia merasa kalau Ririn sengaja menghindarinya.
"Doni...kemarin kemana saja kamu? Kamu tau nggak kalau istrimu kemarin sampai menangis di rumahku?" ucap Riko
"Kenapa sampai nangis? Ririn nggak bilang apa-apa pagi ini." heran Doni
"Apa kamu lagi main api dibelakang istrimu?
"ngomong apa sih kamu ini? Jangan sembarang deh."
Doni terdiam, pantas saja sejak pagi istrinya selalu menghindar. Pasti istrinya sekarang salah faham padanya.
"Gawat,aku harus pulang sekarang. aku harus jelaskan semuanya pada Ririn" ujar Doni panik.
"sebentar lagi jam kerja dimulai Don. Kenapa kamu nggak lewat telpon saja?"
Lalu Doni mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor Ririn. tapi setelah beberapa kali mencoba tapi panggilannya tidak dijawab oleh Ririn
"Nggak diangkat ko, ini darurat banget. Tolong minta izin ke bos ya. aku harus segera pulang,nanti aku kembali" ucap Doni segera berlari keluar gedung dan menuju parkiran.
Doni langsung memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Dia tidak peduli apapun lagi,yang dia inginkan hanya cepat sampai di rumah dan menjelaskan semuanya pada istrinya.
Saat sampai di rumah Doni langsung masuk. Rumah terlihat sepi tanpa ada aktivitas apapun. Lalu samar-samar Doni mendengar suara tangisan dari dalam kamar. Lalu Doni segera masuk kamar dan mendapati istrinya sedang menangis tersedu-sedu.
"Sayang, maafkan aku. Aku bisa jelasin semuanya” ucap Doni langsung memeluk tubuh Ririn.
"Kamu jahat mas, kamu jahat. Kenapa kamu tega padaku?Apa salahku mas?" ucap Ririn sambil berusaha menepis pelukan suaminya.
"Kamu salah faham sayang, semuanya tidak seperti yang kamu pikirkan"
"Bohong...Aku lihat sendiri kamu bersama perempuan itu. Kamu tega menghianati aku karena aku belum bisa memberikan anak lagi.Jahat kamu mas" teriak Ririn
__ADS_1
"Sayang dengarkan dulu,aku akan jelasin semuanya. Sayang...sayang...Kamu kenapa?"
Ririn sudah terkulai lemah. Ririn pingsan diperlukan Doni.
"Ririn...Ririn...kamu kenapa? Kenapa teriak-teriak?" panggil Yuni dari luar rumah.
"Yuni...tolong Ririn pingsan" teriak Doni.
Lalu Yuni bergegas masuk untuk melihat ada apa sebenarnya.
"Apa yang terjadi mas Doni? Kenapa Ririn pingsan?"
"Aku juga gak tau.Aku mau jelasin tentang kejadian kemarin,tapi Ririn marah-marah lalu dia pingsan." jelas Doni
"Coba oleskan minyak angin mas" ucap Yuni yang juga ikut panik.
Setelah beberapa saat Ririn tak juga sadar membuat Doni dan Yuni makin panik.
"Dibawa ke klinik saja mas,aku takut terjadi apa-apa sama Ririn. Karena dari kemarin dia nangis".
"ya sudah, tolong kamu jaga Ririn dulu ya aku mau cari bantuan."
"iya mas"
Lalu Doni bergegas keluar rumah untuk meminta bantuan. Tujuannya ke rumah Bu Rima, karena hanya Bu Rima yang punya mobil.
Setelah mobil siap Ririn segera di bawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Setelah beberapa saat dokter yang memeriksa Ririn keluar, lalu Doni segera menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?"
"Bapak tenang dulu, istri bapak baik-baik saja. dia hanya kelelahan dan sedikit stres. tolong jangan membuatnya stres ya pak,karena akan tidak baik untuk perkembangan janinnya."
"Apa dok? Maksud dokter istri saya hamil?" tanya Doni tidak yakin dengan apa yang dia dengar.
"Iya pak, usianya baru 4 Minggu. Tolong dijaga kondisi ibunya ya pak. Jangan sampai kelelahan dan stres.
"Baik dok terimakasih, apa sekarang saya boleh melihat istri saya?"
"Silahkan pak,tapi biarkan dia istirahat dulu. saya permisi".
Lalu Doni segera masuk ruang perawatan dan melihat istrinya masih terlelap.
Lalu Doni keluar lagi untuk menghubungi Dika untuk datang ke klinik tempat Ririn dirawat. Doni harus segera menyelesaikan masalah ini karena tidak ingin terjadi sesuatu dengan istri dan calon anaknya.
Siapakah Dika?
__ADS_1