
Setiap pagi ibu-ibu selalu berkumpul di depan rumah untuk menunggu tukang sayur keliling. Kebetulan saat Ririn pulang mengantar Rinda sekolah tukang sayur belum datang, sehingga Ririn ikut berkumpul di depan rumah tetangga.
"Bu,tau nggak kemarin aku lihat Roni boncengan sama perempuan di dekat taman kota" ucap Bu Onah.
"Itu sih udah biasa Bu,nggak heran memang kelakuan Roni seperti itu" jawab Bu Ima
"Ih, amit-amit punya suami kayak gitu masih betah aja si Meli. Sudah mata keranjang,pengangguran lagi kalau aku sih ogah punya suami kayak gitu".
Sedangkan Ririn hanya diam saja dan mendengarkan. Tak lama mang Asep tukang sayur datang.
"Sayur...sayur...Ayo ibu-ibu dipilih sayurannya" teriak mang Asep
Lalu Ririn segera memilih sayur dan lauk yang diinginkan. Sedangkan ibu-ibu lainnya memilih sayuran masih dengan bergosip.
"Ada ikan nila nggak mang?" tanya Meli istrinya Roni
"Ada neng,mau berapa?"
"Setelah kilo berapa?"
"15ribu neng"
"Mahal banget mang, biasanya nggak segitu"
"Emang segitu neng,itu saja cuma ngambil untung dikit"
"Nggak jadi lah mang,mending aku beli di pasar saja!" ucap meli lalu pergi meninggalkan mamang sayur yang hanya geleng-geleng kepala.
"Emang dasar kebiasaan tuh Meli, kalau belanja selalu begitu"
"Iya,lain kali biarin aja mang, nggak usah dilayani. Emang dasarnya nggak niat belanja"
"Nggak apa-apa Bu,mungkin belum rejeki" ucap mang Asep
"Ini totalnya berapa mang?" tanya Ririn
"Saya hitung dulu ya neng, jadi total 35ribu neng"
"Ini mang uangnya"
"Terimakasih ya neng"
"Iya mang sama-sama. Mari ibu-ibu saya duluan"
"Buru-buru banget mbak Ririn?" tanya Bu Ima
"Iya Bu,masih banyak pekerjaan di rumah,mari Bu"
Lalu Ririn segera berjalan menuju rumahnya. Belum sampai di rumah tiba-tiba Ririn dihadang oleh Roni yang baru keluar dari rumahnya dengan mengendarai motor.
"Eh ada mbak cantik. Pulang belanja ya? Kemarin kita belum sempat kenalan loh. Kenalin nama aku Roni,cowok tertampan di komplek ini!" ucap Roni dengan bangganya.
__ADS_1
"Maaf mas saya mau pulang,jangan halangi jalan saya!" ucap Ririn
"Saya cuma pengen kenalan aja kok mbak, nama mbaknya siapa?"
"Nama saya Ririn, sudah ya mas saya permisi"
"Ets tunggu dulu dong mbak Ririn, kenapa buru-buru banget sih?"
"Mas Roni... ngapain masih di situ?Katanya mau cari kerja!" teriak Meli dari teras rumahnya.
"Eh...iya sayang, ini aku mau berangkat!"
"Sudah cepat pergi sana"
"Iya sayang,mbak Ririn aku pergi dulu ya, kapan-kapan kita ngobrol lagi"
Lalu Roni cepat-cepat pergi karena takut dengan istrinya, sedangkan Ririn segera masuk kedalam rumah.
Ririn melihat Meli yang masih menatap marah kearahnya, Ririn cuek saja Karena tidak merasa melakukan kesalahan.
Keesokan harinya disaat ibu-ibu berkumpul untuk membeli sayur, tiba-tiba Meli Santang dengan angkuhnya.
"Ibu-ibu, hati-hati loh di komplek kita ini sekarang sudah tidak aman!" ucap Meli
"Tidak aman gimana? Apa rumah kamu kemalingan?" tanya Bu Ima
"Bukan itu Bu,tapi di komplek kita ini sekarang ada wanita penggoda suami orang. Padahal dia juga sudah punya suami!"
"Emang siapa Mel? Bukannya suami kamu yang sering godain istri orang?" ucap Bu Onah
"Eh,ibu jangan sembarangan ya kalau ngomong. Suami saya itu suami yang setia. Walaupun banyak yang berusaha menggodanya tapi dia tetap setia sama saya!" bela Meli yang tidak terima saat ada yang menjelekkan suaminya, padahal semua penghuni komplek sudah tau kelakuan Roni.
Meli langsung pergi meninggalkan ibu-ibu yang tidak pernah peduli dengan apa yang diucapkan oleh Meli.
"Emang suaminya yang nggak benar malah mau memfitnah orang lain!" gerutu Bu Leli
"Siapa lagi yang mau di fitnah sama si Meli itu?" tanya Bu Imas
"Dia pasti mau fitnah mbak Ririn,karena kemarin kita lihat mbak Ririn ngobrol sama si Roni" ucap Bu Ima
Ririn yang namanya di sebut langsung terkejut, pasalnya dia tidak tau apa maksud Meli barusan.
"Loh kok saya Bu, kan saya nggak ngapa-ngapain?" tanya Ririn heran.
"Itu sudah biasa mbak, siapapun yang ketahuan ngobrol sama Roni pasti kena fitnah oleh Meli. Saya dulu juga pernah di fitnah seperti itu, padahal si Roni yang kurang ajar itu yang datang ke rumah saya!" ucap Bu Leli
"Masa iya sampai begitu Bu?" tanya Ririn
"Iya mbak,makanya mbak Ririn hati-hati. Apalagi rumahnya depanan sama di Roni." ucap Bu Imas.
Setelah selesai belanja Ririn segera pulang dan menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum menjemput Rinda.
__ADS_1
Setelah menjemput Rinda,Ririn rebahan di depan ruang tengah sambil menonton tv bersama Rinda. Mungkin karena kelelahan Rinda tertidur saat nonton tv.
Lalu terdengar suara ketukan pintu. Tanpa melihat siapa yang datang,Ririn langsung membuka pintu,dia kira suaminya yang pulang. Tapi Ririn terkejut karena ternyata yang datang adalah Roni.
"Selamat siang Ririn, em boleh kan aku panggil nama aja biar lebih akrab?"
"Eh iya mas, ada ya mas?"
"Aku cuma mau ngobrol aja kok,mumpung istriku lagi tidur. Ngomong-ngomong aku nggak di suruh masuk nih? Biar enak ngobrolnya!"
"Maaf mas, suamiku sedang tidak di rumah. Jadi lebih baik mas pulang aja!"
"Loh,kok malah ngusir sih. Aku kan niatnya baik cuma mau ngobrol aja,masa nggak boleh?"
"Maaf mas, rasanya tidak pantas kalau mas datang ke rumah saya saat suami saya tidak di rumah!"
"Nggak apa-apa,kan nggak ada yang lihat. Biar ini jadi rahasia kita!"
"Silahkan pergi dari rumah saya,atau saya akan teriak karena kamu sudah mengganggu saya."
"Nggak usah sok jual mahal deh kamu,baru cantik dikit aja dah sombong!"
"Mas... Ngapain kamu disitu?" teriak Meli dari teras rumahnya. Lalu Meli segera menghampiri suaminya yang berada di rumah Ririn.
"Sayang,kamu kok sudah bangun?"
"Nggak usah balik nanya, Jawab pertanyaan ku. Ngapain kamu disini sama dia?" ucap meli sambil menunjuk Ririn.
"Maaf mbak,suami mbak yang datang ke rumah saya. Bukan saya yang godain suami mbak" ucap Ririn.
"Nggak kok sayang,tadi dia yang manggil aku!" elak Roni
"Eh kamu jangan memutar balikkan fakta ya, jelas-jelas kamu yang datang ke rumah saya!" ucap Ririn yang merasa geram karena di fitnah.
"Ada apa ini kok rame-rame?" tanya Doni yang baru pulang
"Mas Doni. Randi kamu masuk dulu ya nak,temenin adik lagi tidur" ucap Ririn
"Iya Bu" lalu Randi masuk ke dalam rumah,dan Ririn segera mendekat pada suaminya
"Oh jadi ini suaminya? Bilangin ke istrinya mas agar jangan godain suami orang!" ucap Meli
"Maksud kamu apa?"
"Tanya aja sama istrinya tuh!"
"Nggak mas, mereka fitnah aku"
"Halah ngaku aja deh, nggak usah pake bohong segala"
"Ririn,apa maksud mereka?" tanya Doni, membuat Ririn terkejut pasalnya setelah menikah Doni tidak pernah memanggilnya dengan nama saja.
__ADS_1
"Mas...