
Setelah semalaman berfikir akhirnya Ririn memutuskan untuk punya anak lagi. dia tidak akan melakukan suntik KB lagi. dan keputusan Ririn disambut baik oleh Doni suaminya.
hari ini seperti biasa Ririn membuat sarapan untuk suami dan anaknya. hari ini Randi sudah siap dengan seragam TK dan hari ini adalah hari pertama nya memasuki bangku sekolah.
setelah selesai sarapan mereka berangkat bersama,Doni sengaja mengantarkan istri dan anaknya tersebut walaupun jarak sekolah tidak terlalu jauh dari rumah.
setelah berpamitan dengan sang ayah Randi dengan semangat memasuki area sekolah bersama ibunya.
jam pelajaran di mulai,Randi dan siswa lainnya memasuki ruang kelas. hari ini masih tahap perkenalan,jadi para siswa belum belajar.
saat jam istirahat Randi segera menghampiri ibunya yang sedang menunggu di taman sekolah.
"bagaimana sayang?"
"seru sekali Bu,tadi Randi punya banyak teman dan Bu guru nya baik" celoteh Randi
"Randi...main yuk" panggil temannya
"Bu,aku main sama teman aku dulu ya..."
"iya nak,tapi jangan lari-lari ya"
lalu Randi bermain bersama teman-temannya, sedangkan Ririn hanya mengawasi dari jauh bersama ibu-ibu lainnya.
saat jam pulang sekolah,Ririn bersama Randi hanya jalan kaki karena rumahnya tidak terlalu jauh.
Randi berjalan sambil bercerita,sesekali menanyakan apa saja yang belum dia mengerti.
"baru pulang sekolah ya kak Randi?" sapa Rita yang sedang bermain bersama anaknya di teras rumahnya.
"iya Tante"
"kak Randi kok gak pernah main ke rumah Tante lagi?"
"iya Tante, kata Tante Yuni kalau Randi mau punya adik gak boleh main terus" jawab Randi sangat polos
"apa kamu hamil lagi Rin?"
"belum mbak,ini tuh ajaran Yuni yang sesat itu. ya sudah ya mbak,kami mau pulang dulu."
lalu Ririn segera pulang karena dia merasa lelah dan ingin segera istirahat.
kini setiap hari Ririn harus mengantar Randi sekolah dan menunggu sampai pulang. Randi tidak mau ditinggal karena pernah sekali tidak ditunggu oleh ibunya,Randi di ganggu oleh temannya.
sejak saat itu Randi tidak mau pergi ke sekolah kalau tidak di tunggu. alhasil setiap hari Ririn ikut sekolah.
"mbak Ririn sekarang terlihat agak gemuk ya" sapa ibu-ibu yang juga mengantar anaknya sekolah.
"eh...apa iya bu?"
"iya,saya perhatikan dari kemarin loh mbak"
lalu tak lama setelah berbincang bel sekolah berbunyi tanda sudah waktunya pulang sekolah.
saat pulang sekolah Ririn mampir ke warung untuk belanja sayuran dan lain-lain untuk di masak besok.
__ADS_1
"wah...mbak Ririn lama gak ketemu, sekarang agak berisi ya" sapa bu Rima
"eh iya Bu,sekarang tiap hari saya ngantar Randi ke sekolah, setelah pulang capek jadi gak keluar lagi"
"oh begitu. saya kira mbak Ririn pulang kampung"
setelah mendapat apa yang dia butuhkan Ririn segera pulang. saat sampai di rumah dia meletakkan belanjanya begitu saja di meja makan dan bergegas masuk ke kamar.tujuannya adalah cermin,Ririn mengamati bentuk tubuhnya.
"apa iya sekarang aku terlihat gemuk? kok kayaknya biasa aja,tapi hari ini sudah ada dua orang yang bilang aku gemuk" gumam Ririn masih di depan cermin.
"bu...aku mau ganti baju" teriak Randi dari ruang tengah
"astaga... sampai lupa anakku belum ganti baju" ucap Ririn lalu berlari menghampiri anaknya.
lalu mereka berdua nonton TV sambil rebahan, karena sama-sama lelah.
"mas...
"apa sayang? mau lagi?" tanya Doni
"ih...bukan itu.
"terus apa dong?"
"apa sekarang badan aku gendut ya?" tanya Ririn
"kata siapa kamu gendut?" tanya Doni
"tadi ada yang bilang di sekolah Randi,terus kata Bu Rima juga" ucap Ririn dengan cemberut.
"jadi beneran aku gendut mas?" tanya Ririn dengan nada tinggi
"enggak sayang, maksud aku walaupun kamu gendut aku tetap cinta kok kamu gak usah khawatir"
"tapi aku gak mau gendut mas...kamu ngerti gak sih?" rengek Ririn
"kamu gak gendut sayang,cuma lebih berisi aja kok, aw..." Doni langsung dicubit oleh Ririn
"ih sama aja mas..."
"udah jangan marah. tidur yuk udah malam,mas besok kan harus kerja" ucap Doni mengalihkan pembicaraan. karena tidak akan ada habisnya bila membahas masalah ini.
***
Satu tahun berlalu tapi belum ada tanda-tanda kehamilan Ririn.
"mas...kok aku belum hamil juga ya? padahal sudah satu tahun loh aku gak KB" ucap Ririn
"mungkin kita harus bekerja lebih keras lagi sayang,kalau perlu kita lembur" ujar Doni.
"itu sih maunya kamu mas"
"tapi kamu juga suka kan? buktinya sampai merem melek gitu pas mmmm....." mulut Doni langsung dibekap oleh Ririn, karena Ririn masih saja malu kalau membicarakan hal-hal yang sensitif.
"mas...aku lagi serius gak usah bahas yang gituan" gerutu Ririn
__ADS_1
"iya iya,jangan marah dong nanti cantiknya hilang loh" rayu Doni
"biarin,males ngomong sama mas Doni" lalu Ririn pergi meninggalkan suaminya yang ada di ruang TV.
saat hari libur Doni mengajak anak dan istrinya jalan-jalan di mall. Doni selalu menghabiskan waktunya bersama keluarga kecilnya saat libur.
mereka pergi ke tempat permainan sesuai permintaan Randi. melihat anaknya senang, membuat Doni juga merasa senang.
saat sedang menemani anaknya bermain tiba-tiba ada seseorang perempuan yang juga menemani anaknya duduk di sebelah Ririn.
"ini anak pertamanya mbak?"
"iya mbak" jawab Ririn
"belum ada adiknya?"
"belum mbak masih proses"
"anak saya aja udah tiga mbak,mumpung masih muda jadi mau punya banyak anak" ucapnya lagi,lalu perempuan itu berlari kearah anaknya yang sedang jatuh
"sayang sudah dulu ya mainnya,kita makan dulu,ayah lapar nih" panggil Doni.
"ayo sayang,ayah sudah manggil tuh. ibu juga lapar ini" ucap Ririn pada anaknya.
"iya Bu" lalu Randi beranjak dan mengikuti ibunya.
setelah itu mereka makan karena hari sudah siang. selesai makan mereka langsung pulang karena merasa lelah karena seharian keliling mall sebelum akhirnya Randi ingin ke tempat bermain.
saat malam harinya Ririn teringat dengan ucapan wanita yang tadi bertemu di mall.
"mas,aku mau ngomong serius nih" ucap Ririn
"ngomong apa sih sayang?kok kayaknya serius banget"
"tapi serius,jangan bercanda"
"iya sayang,kamu mau ngomong apa sih?"
"kenapa aku belum hamil juga ya mas, padahal tadi aku ketemu perempuan yang sepertinya umurnya dibawah aku tapi anaknya udah tiga" keluh Ririn
"mungkin belum waktunya saja sayang,kita harus sabar"
"tapi aku kasian sama Randi mas, teman-tamannya di sekolah juga banyak yang sudah punya adik."
"ya mau gimana lagi, berusaha udah, berdoa juga udah. jadi kita tinggal pasrahkan saja semua pada sang pencipta" nasihat Doni
"iya sih mas"
"ya sudah, sekarang ayo tidur lihatlah Randi aja sudah tidur dari tadi" ucap Doni sambil menoel pipi putranya yang sudah terlelap.
"mungkin dia kecapekan mas seharian bermain" ucap Ririn
"iya,dan kamu juga pasti capek. sekarang kita tidur ya."
lalu mereka berdua tidur untuk mengistirahatkan tubuh mereka karena sudah lelah seharian keliling mall.
__ADS_1