
Setelah melakukan pemeriksaan, Doni diperbolehkan pulang karena tangannya hanya retak dan sudah dipasang gips. Doni hanya perlu rawat jalan dan kontrol.
Saat tiba di rumah mereka sudah disambut oleh anak-anaknya dan Riko.
"Kok kalian sudah pulang?" tanya Doni pada anak-anaknya
"Mereka merengek mau nyusul kalian dari tadi! Setelah dibujuk akhirnya mereka mau pulang saja" ucap Riko
"Maaf ya Riko jadi ngerepotin kamu dan Yuni!" ucap Ririn
"Nggak apa-apa kok, untungnya kita udah jadi tetangga,jadi nggak begitu jauh kalau ada apa-apa!"
"Ya sudah yuk masuk!" ucap Ririn setelah membuka pintu
"Aku langsung pulang aja ya, sudah mau magrib nih!" pamit Riko
"Ya sudah terimakasih ya!" ucap Doni
Setelah Riko pulang,Ririn segera membantu Doni masuk ke kamar. Sedangkan brandi dan Rinda nonton tv.
"Nak,belajar dulu. Tadi ada PR nggak di sekolah?" ucap Ririn pada anak-anaknya
"Iya bu, ada. Tapi ada yang tidak aku mengerti!" jawab Randi
"Ya sudah ayo coba ibu lihat!"
Setelah membantu anaknya membuat PR,Ririn bergegas menyiapkan makan malam! Sementara Randi dan Rinda membaca buku pelajarannya.
Setelah makan malam mereka berkumpul di kamar karena anak-anak ingin menemani ayahnya, setelah hari beranjak malam mereka tidur.
Semalam Doni susah tidur,karena merasakan badannya sakit semua,terutama tangannya yang retak. Doni tidak tega untuk membangunkan Ririn karena istrinya pasti kelelahan setelah mengurusnya.
"Mas, aku ngurusin anak-anak dulu ya. Atau mas mau sesuatu?" tanya Ririn setelah memasak untuk sarapan.
"Tolong bantu aku untuk duduk di depan TV ya!" pinta Doni,karena dia masih kesulitan untuk berjalan,kakinya ada yang keseleo dan terdapat banyak luka lecet.
Setelah membantu suaminya Ririn segera menyiapkan keperluan anak-anaknya untuk ke sekolah.
"Mas mau sarapan sekarang?"
"Nanti saja!"
"Kalau gitu nanti aku ngantar anak-anak dulu ya mas!"
"Iya,maafin mas ya kalau nggak bisa bantu kamu,tapi malah ngerepotin kamu!"
"Mas bicara apa sih? Mas kan lagi sakit,sudah seharusnya mas istirahat dan aku yang merawat kamu mas."
"Terimakasih ya sayang!"
"Ya sudah aku antar anak-anak dulu ya."
"Iya, hati-hati ya sayang."
Setelah berpamitan Ririn segera mengantar anak-anak ke sekolah.
"Randi ayo ikut om saja!" ucap Riko yang akan berangkat kerja.
"Apa nggak ngrepotin Ko?"
"Nggak kok,sekalian aku berangkat kerja. Nanti pulang sekolah biar aku yang jemput!"
"Iya, terimakasih ya. Maaf selalu ngrepotin kamu!"
__ADS_1
"Sudahlah tidak perlu sungkan,kita kan sudah seperti saudara!"
Akhirnya Randi pergi bersama Riko,dan Ririn mengantar Rinda. Saat pulang ke rumah Ririn kaget melihat ada dua pria yang berada didepan rumahnya.
"Maaf pak mau cari siapa ya?" tanya Ririn.
"Apa benar ini rumahnya pak Doni?"
"Iya pak saya istrinya,ada perlu apa ya?"
"Begini Bu,saya mau pasang kaca jendela!"
"Oh iya sebentar saya panggil suami saya dulu ya pak!"
Lalu Ririn masuk menemui suaminya.
"Mas, didepan ada tukang yang mau ganti kaca jendela."
"Loh,kamu sudah cari tukang sayang?"
"Nggak mas,aku kira mas yang cari,karena mereka nyari mas Doni!"
"Ya sudah coba kita lihat. Tolong bantu aku ya sayang!"
"Ayo mas!" lalu Ririn menuntun suaminya ke depan.
"Maaf pak, siapa yang pesan kaca jendelanya?" tanya Doni pada dua orang yang sedang menunggunya.
"Tadi kami dapat pesanan atas nama pak Doni dan alamatnya benar disini!"
"Tapi kami tidak merasa pesan pak?"
"Kami juga tidak tau pak, tapi pesanannya sudah di bayar kok!"
"Aku juga tidak tau mas!" jawab Ririn yang juga bingung.
"Jadi bagaimana pak,apa boleh dipasang sekarang?"
"Ya sudah silahkan pak!"
Lalu mereka segera melepas papan yang kemarin dipasang Riko untuk menutupi jendela dan menggantinya dengan kaca yang baru.
"Sayang buatin mereka minum ya!"
"Iya mas, mas mau duduk di sini saja!"
"Iya,nggak enak kalau aku masuk ke dalam!"
Lalu Ririn menyiapkan minuman dan camilan untuk pak tukang juga suaminya.
Dilain sisi Roni sedang mengintip dari jendela rumahnya.
"Mas,kamu ngapain sih? Lagi ngintip tetangga depan ya?"
"Eh,nggak itu sayang tetangga depan kok tangannya di gips ya?"
"Ya mana aku tau! Peduli banget sama tetangga depan,atau jangan-jangan mas beneran naksir sama dia ya?"
"Eh,nggak dong sayang. Kan aku sudah punya kamu,jadi aku nggak butuh perempuan lain lagi!" dusta Roni
"Selalu saja begitu!"
"Sayang aku mau ke depan dulu ya,aku mau nyapa mas Doni kayaknya dia habis kecelakaan!"
__ADS_1
"Terserah lah!"
Lalu Roni datang ke rumah Doni.
"Pagi mas, itu tangan mas kenapa kok pakai gips!"
"Ini. Kemarin dapat musibah pas pulang kerja mas!" jawab Doni
"Oh,semoga cepat sembuh ya mas."
"Iya terimakasih!"
"Ini mas minumnya!" ucap Ririn sambil memandang sinis pada Roni
"Minta satu lagi ya sayang untuk mas Roni!"
"Eh, nggak usah repot-repot,saya cuma mampir sebentar kok. Kalau begitu saya permisi dulu,mau cari kerja!"
"Oh iya mas!"
"Tiap hari nyari kerja tapi nggak pernah dapat!" gerutu Ririn saat Roni sudah menjauh.
"Sayang,nggak boleh begitu!"
"Tapi menang benar kan mas, ngapain juga orang kayak gitu masih dibaikin. Pasti dia yang lempar batu ke jendela kita!"
"Sayang,kalau nggak ada bukti jangan sembarangan nuduh orang,nanti jatuhnya fitnah!"
"Ya sudah aku mau beli sayur dulu. Mas mau dimasakin apa?"
"Terserah kamu sayang,apa saja yang kamu masak pasti aku makan!"
"Pak,minum dulu pak!" ucap Doni
"Iya mas!"
***
"Sayang,maaf ya untuk beberapa bulan ke depan aku nggak bisa kasih kamu uang belanja" ucap Doni pada Ririn saat mereka berdua didalam kamar.
"Iya nggak apa mas, tabungan kita juga masih ada, mudah-mudahan cukup untuk makan!"
"tapi aku nggak enak sama kamu yang,itu kan tabungan kamu!"
"Tabungan kita mas, sudah mas nggak usah khawatir soal itu. Nanti setelah mas sembuh,mas kan bisa bekerja lebih giat lagi agar kita bisa menabung lagi!"
"Iya sayang, terimakasih ya kamu ngertiin keadaan mas!"
"Iya mas,sudah jadi kewajiban aku untuk selalu mendampingi mas dalam keadaan apapun!"
Lalu mereka berpelukan,Doni merasa lega karena apa yang ditakutkan sebelumya tidak terjadi. Sebelumnya Doni takut kalau Ririn akan meninggalkannya karena dia tidak bisa bekerja.
Hari ini adalah hari Minggu, kemarin Riko memberitahu Doni kalau hari ini teman kerjanya akan menjenguk Doni. Jadi Ririn meminta Yuni untuk membantu membuat makanan untuk menyambut teman kerja suaminya.
Saat Ririn pergi ke depan akan membeli sayur, Ririn terkejut ada kantong plastik besar di depan pintu. Karena penasaran Ririn langsung membuka bungkusan itu. Ririn sangat terkejut melihat isi dari kantong plastik itu.
"Astaga, siapa yang naruh ini?" gumam Ririn
"Mas...mas Doni...kesini sebentar!" teriak Ririn
"Ada apa sayang?" ucap Doni dengan langkah tertatih
"Coba lihat ini mas!" ucap Ririn yang masih berjongkok di depan pintu
__ADS_1
"Hah...