Aku Gak Mau Gendut

Aku Gak Mau Gendut
14 Baikan


__ADS_3

Satu jam berlalu akhirnya Ririn siuman. Doni yang selalu ada disampingnya langsung sigap.


"Sayang,kamu sudah sadar,mau minum? atau mau makan?"


"Aku dimana mas?" bukannya menjawab pertanyaan Doni tapi Ririn malah bertanya balik.


"Kamu di klinik sayang,tadi kamu pingsan. sudah jangan berfikir macam-macam. Kamu gak boleh stres karena ada kehidupan di rahim kamu" ucap Doni sambil membelai perut istrinya.


"Maksud mas Doni aku lagi hamil?"


"Iya sayang, kamu hamil lagi. Percayalah aku tidak pernah menghianati kamu. Tunggu sebentar lagi,temanku akan menjelaskan semuanya"


"Kenapa harus menunggu teman mas Doni?"


"Karena kalau aku yang jelasin pasti kamu tidak percaya". ujar Doni.


Dan benar saja, tak berselang lama ada yang mengetuk pintu. Lalu Doni membukakan pintu dan menyuruh tamunya untuk masuk.


"Sayang... Kenalin ini teman aku namanya Dika, dan ini Putri istrinya.


Lalu mereka berkenalan. Tapi Ririn bingung karena belum pernah mengenal mereka berdua.


"Sebelumnya saya minta maaf ya mbak,karena saya mbak jadi salah faham pada Doni" ucap Dika


"maksudnya apa ya? Kok aku nggak ngerti".


"Jadi begini mbak, kemarin saya lagi tugas di luar kota. Dan istri saya telpon kalau anak kami demam,dan istri saya panik karena dia baru beberapa bulan di kota ini. Jadi saya minta tolong Doni untuk mengantarkan istri dan anak saya ke rumah sakit. Karena istri saya tidak mengerti tata cara di kota ini jadi saya meminta Doni untuk menemani istri saya sampai saya kembali" jelas Dika panjang lebar.


"Jadi begitu ceritanya sayang, yang kamu lihat kemarin itu mbak Putri ini, bukan siapa-siapa aku. Aku cuma nolongin aja" ucap Doni


"Tapi kenapa kamu nggak ngabarin aku mas?"


"itu karena hp aku mati sayang. Baru tadi pagi aku nyalain lagi."


"Terus anak kalian sama siapa kalau kalian disini?" tanya Ririn yang masih sedikit curiga.


"Anak kami sama neneknya, ibu ku baru saja sampai dari kampung" ujar Dika.


"Kalau mbak masih belum percaya bagaimana kalau kita Vidio call?" ucap Putri sambil mengeluarkan ponselnya.


Lalu mereka ngobrol santai dan suasana sudah mencair. Setelah itu Dika dan istrinya pamit pulang,takut kalau anak mereka rewel.

__ADS_1


"Mas,sudah waktunya Randi pulang. tolong kamu jemput ya" ujar Ririn.


"Iya sayang, kamu gak apa-apa kan kalau aku tinggal sebentar?"


"Iya mas".


Lalu Doni pergi untuk menjemput putranya. setelah itu Doni membawa Randi pulang dulu untuk ganti baju.


Ririn merasa lega karena ternyata dia hanya salah faham. Dan yang lebih membuatnya bahagia adalah dia dinyatakan positif hamil.


Mungkin karena itu juga yang membuat Ririn uring-uringan kemarin. Karena wanita hamil lebih sensitif.


Setelah beberapa saat Doni kembali bersama Randi.


"Bu...ibu sakit apa? Tadi kan ibu baik-baik saja saat mengantar Randi ke sekolah?"


"Ibu tidak sakit sayang, ibu cuma lelah. Besok juga sudah boleh pulang" ucap Ririn menenangkan anaknya yang hampir menangis.


"Sayang,kenapa kamu gak kasih tau Randi yang sebenarnya?" bisik Doni.


"Nanti saja mas,dia akan bertanya banyak hal kalau dikasih tahu sekarang. Aku masih leleh untuk menjawab pertanyaannya nanti." jawab Ririn.


"Ya sudah, sekarang makan dulu yuk. Tadi aku sudah mampir beli nasi bungkus" ajak Doni


"Iya nggak apa-apa kok. Mulai sekarang kamu jangan sampai kelelahan." ucap Doni.


Lalu keluarga kecil itu makan siang bersama di klinik. Ririn terpaksa harus menginap satu malam di klinik untuk memastikan kondisi Ririn dan calon bayinya.


"Astaga aku lupa mengabari Riko,tadi aku izin sebentar dan akan kembali lagi" ucap Doni menepuk keningnya.


"Mas balik kerja aja gak apa-apa kok. Lagian ada perawat disini." ucap Ririn.


"Gak usah,aku mau sekalian istirahat aja setelah kemarin bolak balik ngurusin persyaratan di rumah sakit" lalu Doni menghubungi Riko bahwa dia tidak bisa kembali ke kantor karena harus menemani istrinya di klinik.


Doni juga merasa tidak enak bila harus meninggalkan istrinya, sedangkan kemarin dia menjaga istri temannya hingga larut malam.


Keesokan harinya Ririn baru diperbolehkan pulang. Hari ini Doni dan juga Randi libur, akan sangat repot bila Doni harus bolak-balik antara mengantar jemput Randi dan harus mengurus kepulangan Ririn.Jadi sekalian Randi libur saja.


Setelah kejadian salah faham itu,kini hubungan Ririn dan Doni jadi semakin mesra. Apalagi dengan adanya Ririn mengandung anak kedua. Doni semakin mesra dan proyektil dalam menjaga Ririn.


Begitupun dengan Randi, dia akan menggantikan tugas ayahnya untuk menjaga ibu dan calon adiknya saat sang ayah bekerja.

__ADS_1


"Sayang,kamu nggak nyidam sesuatu gitu?" tanya Doni setelah mereka makan malam


"nggak mas, memangnya kenapa?" tanya Ririn heran.


"ya heran aja kamu gak minta macam-macam seperti waktu kamu hamil Randi!"


"Aku juga gak tau mas,memang aku lagi nggak pengen apa-apa."


"Apa gantian aku yang nyidam ya? Karena di tempat kerja aku suka banget makan rujak buah, apalagi pakai mangga muda. Rasanya enak banget,asem asem seger gitu!"


"Bisa jadi sih mas,memang katanya ada yang seperti itu". ucap Ririn


"sudah malam,ayo tidur. Tuh lihat Randi juga sudah tidur!" Ternyata Randi tertidur di depan tv. Lalu Doni menggendong Randi ke kamarnya.


"Duh...Ternyata sudah besar anak ayah ini" ucap Doni.


***


Tak terasa usia kandungan Ririn sudah memasuki usia 9 bulan. Doni sengaja meminta ibu dan ibu mertuanya untuk datang sebelum Ririn melahirkan agar ada yang membantu merawat Ririn dan Jug Randi.


Dengan senang hati Bu Wati dan Bu Sumi berangkat ke kota, kali ini Kita dan ayahnya juga ikut. Sekarang di rumah jadi ramai,jadi Doni tidak khawatir lagi kalau pergi bekerja.


Doni masih ingat saat Ririn melahirkan anak pertama. Saat itu Ririn sendirian di rumah karena HPL masih lama jadi Doni pergi bekerja. Untung saja ada istrinya Edo yang saat itu memang diminta Doni untuk menemani istrinya.


Setelah makan malam Ririn merasakan perutnya mulas. Sebenarnya Ririn sudah merasakannya sedari pagi,tapi dia tidak memberitahu siapapun karena dia tau kalau itu hanya kontraksi palsu.


Tapi semakin malam Ririn sudah tidak tahan lagi. wajahnya pucat dan keringat sudah membanjiri seluruh tubuhnya.


"Mas...


Mendengar teriakan Ririn semua orang langsung berlari menuju kamar dimana Ririn berada.


"Kenapa sayang?"


"Perutku sakit mas"


"Apa sudah waktunya?"


"Sepertinya iya Don,ayo cepat cari mobil kita harus ke klinik sekarang." ucap ayah Ririn.


Lalu Doni segera mencari mobil sedangkan yang lainnya menenangkan Ririn,ada juga yang mencari perlengkapan bayi yang sudah disiapkan jauh-jauh hari.

__ADS_1


Semua kalang kabut karena belum pernah mengalami kejadian seperti ini. Karena persalinan pertama yang membantu Ririn adalah para tetangga.


__ADS_2