
"Ada apa sayang?"
"Coba lihat ini mas!"
"Hah...Siapa yang ngasih barang sebanyak itu sayang?"
"Aku juga nggak tau mas,saat aku buka pintu barang ini sudah ada di sini!"
"Lah,kok pada ngalangin pintu sih? Ngapain kalian jongkok di situ?" tanya Yuni yang baru saja datang.
"Eh, Yuni apa kamu yang bawa barang-barang ini?" tanya Ririn
"Nggak,aku kan baru datang. Dan ini aku bawa gula sama teh!" ucap Yuni sambil menenteng kantong kresek
"Jadi siapa yang bawa barang ini?"
"Memang itu isinya apa sih?"
"Banyak Yun,ada beras,gula kopi dan bahan sembako lainnya!"
"Kok aneh ya,kalau orang mau ngasih kenapa nggak bilang!"
"Itu juga yang buat aku bingung. Kemarin ada yang ganti kaca jendela, sekarang malah dapat sembako sebanyak ini!" ujar Ririn
"Mungkin itu memang rejeki kalian, dibalik sebuah musibah pasti ada berkah di belakangnya." ujar Yuni
"Dih...Jadi Bu ustadzah sekarang?" ejek Ririn
"Kamu ini,kalau aku ngomong bener masih juga di bully!"
"Lah...kok pada ngumpul di sini? Katanya mau nyiapin makanan!" tegur Riko
"Oh iya,kenapa malah ngerumpi?" ucap Ririn
"Kan kamu yang ngajakin tadi!" ucap Yuni
"Sudak sudah ayo cepat siap-siap,nanti jam 10 mereka datang loh!" lerai Riko
"Rik, tolong angkatin ini ke dapur ya!" ucap Doni
"Apa ini? Banyak banget!"
"Nggak tau pagi-pagi sudah dapat sembako nyasar!"
"Hah...Sebanyak ini dikasih cuma-cuma?" heran Riko
"Iya, tadi tau-tau udah didepan pintu. Nggak tau siapa yang ngasih!"
"Ya sudah mungkin ini memang rejeki untuk kalian!" Lalu Riko mengangkat barang-barang itu ke dapur.
__ADS_1
Tepat jam 10 lewat 15 menit teman-teman kerja Doni datang. Sekitar 12 orang,termasuk atasan mereka dan juga Edo.
"Gimana ceritanya bisa kecelakaan Doni?" tanya pak Hadi,atasan mereka.
"Kejadian cepet banget pak,saat saya baru keluar dari parkiran tiba-tiba ada motor yang melaju kearah saya dan langsung nabrak gitu aja!"
"Terus,yang nabrak gimana?"
"Dia kabur pak!"
"Apa mungkin disengaja ya? Kalau dari cerita kamu nggak mungkin orang itu nggak lihat posisi kamu!"
"Saya juga merasa seperti itu pak,karena saat kejadian,posisi saya ada di belakang Doni!" ucap Riko
"Apa kamu punya musuh Don?"
"Sepertinya tidak ada pak,tapi saya juga bingung karena hari itu juga ada yang melempar kaca jendela rumah ini pak!" ucap Doni
"Tapi sudah di ganti ya kacanya!"
"Sudah pak, kemarin tiba-tiba ada yang datang mengganti kaca jendela padahal kami tidak memesan dan juga sudah dibayar!"
"Kok aneh ya, ada yang jahat ada yang baik juga!"
"Aneh lagi pagi ini pak, tiba-tiba Doni dapat bungkusan sembako yang diletakkan di depan pintu!" imbuh Riko
Ririn dan Yuni segera menghidangkan minuman dan makanan ringan untuk teman ngobrol mereka.
"Silahkan dinikmati bapak-bapak!" ucap Ririn
"Malah jadi ngrepotin begini kedatangan kita!"
"Nggak repot kok pak,silahkan!" lalu Ririn kembali ke belakang.
Sedangkan Doni dan rekan kerjanya ngobrol hingga pukul 12 siang.
"Ya sudah saya pamit dulu ya Don, kamu istirahat saja,saya akan berikan kamu cuti selama masa pemulihan,dan kamu akan tetap mendapatkan uang makan."
"Terimakasih banyak pak,tidak dipecat saja saya sudah sangat bersyukur!"
"Iya sama-sama,ini ada sedikit bantuan dari kami. Tidak banyak sih, tapi semoga ini bisa bermanfaat untuk kamu dan keluarga!"
"Terimakasih banyak semuanya,kalian sangat baik padaku,semoga Allah membalas segala kebaikan kalian!"
"Aamiin... Ya sudah kami permisi ya,semoga cepat sembuh!"
"Sekali lagi terimakasih ya semuanya!"
Setelah mereka pulang,Yuni dan Riko pun pamit pulang setelah membantu membereskan bekas jamuan untuk tamu.
__ADS_1
"Rin,aku pulang juga ya, kayaknya putri dah ngantuk tuh!"
"Iya,makasih ya kamu dah bantuin aku. Itu makanannya jangan lupa dibawa!"
"Iya sama-sama,aku juga makasih!"
"Don,aku pamit ya, mudah-mudahan kamu cepat sembuh. Maslah Randi biar aku yang antar jemput sekalian kerja."
"Iya,makasih ya kamu selalu bantu aku selama ini!"
"Iya sama-sama!"
Setelah Riko pulang,Doni dan Ririn istirahat di ruang tengah bersama anak-anak.
"Oh iya sayang,tadi mereka ngasih aku amplop loh!" ucap Doni yang baru teringat dengan pemberian teman-teman kerjanya.
"Masa sih mas?"
"Iya,ini coba kamu lihat!" ucap Doni sambil menyodorkan amplop yang tadi dia simpan di kantong celana.
"Alhamdulillah mas, ada 3juta!" ucap Ririn setelah menghitung uangnya.
"Alhamdulillah,ya sudah kamu simpan ya sayang. Semoga cukup untuk kebutuhan sehari-hari,dan tadi kata bos aku uang makan aku tetap cair."
"Yang benar mas,masa nggak kerja masih dapat uang makan?"
"Tadi sih katanya begitu. Lumayan lah,untuk jajan anak-anak."
Hari berganti,sudah 1 bulan Doni tidak bisa bekerja karena tangannya belum sembuh total. Tapi selama Doni sakit,selalu ada saja yang memberi paket sembako misterius seminggu sekali.
Doni dan Ririn merasa sangat terbantu dengan adanya sembako tersebut. Setiap hari Minggu pasti ada kiriman sembako didepan pintu. Tapi Doni dan Ririn juga penasaran,siapa yang memberi sembako selama ini. Dan kenapa orang itu tidak langsung saja saat memberi.
Tepat hari Minggu Ririn yang penasaran bangun tengah malam dan sengaja menunggu di ruang tamu. Sementara Doni masih terlelap di kamarnya.
Ririn berusaha terjaga agar bisa tau kalau ada pergerakan di luar rumahnya. Tapi karena sendiri dan suasana masih dingin Ririn malah tertidur di sofa. Padahal di luar sana ada seseorang yang sedang mengendap-endap sambil membawa kantong kresek yang lumayan besar.
Saat akan berbalik secara tidak sengaja orang itu menyenggol pot bunga Ririn hingga pecah.
Pyaar....
Ririn langsung terbangun dan segera mengintip dari jendela. Ririn melihat seseorang berlari ke rumah depan,tapi tidak begitu jelas siapa orang itu!
"Huh... Bisa-bisanya aku malah tertidur, seharusnya hari ini aku bisa tau siapa orang itu!" gerutu Ririn
Saat melihat jam didinding ternyata waktu menunjukkan pukul 4 pagi. Tapi Ririn belum berani keluar rumah,karena hari masih gelap dan sepi.
"Baiklah,Minggu depan aku akan ajak mas Doni biar aku nggak ketiduran lagi. Aku sangat penasaran dengan orang itu,tapi kok dia ke rumah depan! Bukannya di rumah itu hanya ada Roni dan istrinya saja!" gumam Ririn.
Lalu Ririn kembali ke kamar untuk melanjutkan tidurnya,karena hari ini hari Minggu,jadi Ririn tidak harus terburu-buru.
__ADS_1