Aku Gak Mau Gendut

Aku Gak Mau Gendut
6 Hari Baru


__ADS_3

Hari pertama Ririn ikut suaminya hidup di kota membuatnya harus menyesuaikan diri.


Hari ini Doni masih libur untuk menemani istrinya juga untuk mencari kebutuhan sehari-hari dan beberapa alat memasak kerena sebelumnya Doni belum sempat membeli. Doni sengaja ingin Ririn memilih sendiri apa yang istrinya itu inginkan.


"mas, pagi ini kita mau sarapan apa?" tanya Ririn karena bingung di rumah belum ada bahan makanan ataupun alat memasak.


"kita beli bubur ayam di depan aja yuk, sekalian jalan-jalan. nanti agak siang baru kita beli apa yang kamu butuhkan."ucap Doni


lalu mereka berdua jalan kaki untuk membeli sarapan karena memang jaraknya tidak terlalu jauh.


"cie... pengantin baru,,mau kemana pagi-pagi dah gandengan? kayak mau nyebrang aja" ledek Riko yang baru keluar dari kost'an.


"sirik aja sih, mau cari sarapan ke depan. kamu belum berangkat?" tanya Doni


"belum, masih nunggu Edo" jawab Riko


"woi... pengantin baru, kenalin dong istrinya. masa punya istri gak dikenalin teman-tamannya?" ucap Edo di kost'an samping Riko. lalu Doni mengajak istrinya untuk mampir sebentar


"kenalin Ririn istriku" ucap Doni


"Ririn" ucap Ririn memperkenalkan diri


"Edo mbak, maaf ya pas kalian nikah aku gak bisa datang. karena istriku baru lahiran" ucap Edo


"kamu jadi ajak istrimu ke sini Do?" tanya Doni


"nanti lah nunggu anakku umur 2 bulan dulu" ucap Edo.


"kamu masih libur?" tanya Edo


"iya, rencananya hari ini mau belanja kebutuhan sehari-hari dulu" Jawab Doni


"selain itu jangan langsung ditinggal kerja istrimu kan kasian baru datang langsung di tinggal kerja" ucap Edo


"ya udah aku jalan dulu ya,mau cari sarapan" pamit Doni.


saat sampai di tempat yang dituju mereka memutuskan untuk makan di tempat. setelah selesai mereka langsung pulang dan siap-siap untuk pergi belanja.


satu jam kemudian mereka sudah sampai di pasar tradisional. pertama mereka ke toko elektronik dulu untuk membeli kulkas yang ukurannya kecil saja karena masih banyak yang akan mereka beli.


selanjutnya mereka menuju toko pecah belah untuk membeli peralatan memasak dan lain sebagainya. setelah itu mereka membeli bahan makanan dan kebutuhan lainnya.

__ADS_1


"huh...capek banget aku mas" keluh Ririn


"sama sayang,aku juga. aku belum pernah belanja sebanyak ini dan selama ini" ujar Doni setelah mereka memesan bakso dan es jeruk di depan pasar.


sedangkan belanjaan mereka sedang diangkut ke dalam mobil bak yang mereka sewa.


"kita belanja banyak banget mas, nanti uang mas Doni habis gimana" ucap Ririn


"gak apa-apa sayang,mas sengaja menabung selama ini untuk kebutuhan kita. kemarin mas juga dapat amplop yang lumayan dari teman dan saudara mas di kampung." ucap Doni


sebenarnya Ririn juga punya uang di tabungannya hasil kerjanya selama ini dan juga dia memegang uang amplopan saat pernikahan kemarin. tapi Doni melarang istrinya itu untuk menggunakan uang pribadinya selama dia masih sanggup untuk mencukupi kebutuhan mereka.


tak lama pesanannya sudah sampai di depan mereka,karena memang sudah sangat lapar mereka langsung menikmati bakso yang merupakan makanan favorit mereka itu,yang juga merupakan makanan sejuta umat.


setelah itu mereka langsung pulang karena hari sudah siang. tak lama mobil bak yang mengangkut belanjaan mereka pun sampai.


"mas, benerin kulkasnya dulu aja biar langsung bisa dipakai untuk nyimpan bahan makanan. kalo yang lainnya di beresin nanti aja karena aku capek banget." ujar Ririn


"iya sayang. bentar ya," ucap Doni,lalu dia langsung melakukan apa yang diinginkan istrinya.


setengah jam kemudian kulkas sudah dingin,lalu Ririn dibantu Doni menyusun bahan makanan yang baru mereka beli.


setelah selesai Ririn dan Doni langsung istirahat karena kelelahan dan membiarkan peralatan lainnya begitu saja.


"kok gak bangunin aku sih sayang" ucap Doni sambil memeluk istrinya dari belakang.


"mas...bikin kaget aja sih" protes Ririn


"aku nyariin kamu sayang, takut kalau istriku yang cantik ini hilang. gak taunya di sini" ucap Doni sambil meletakkan dagunya pada pundak Ririn.


"mas...udah dong aku lagi beres-beres ini. nanti gak selesai-selesai." keluh Ririn


"bentar dulu sayang, aku lagi menikmati momen kebersamaan kita. lagian kamu diajak romantis-romantisan malah protes aja" ucap Doni


"tapi gak sekarang juga mas,lihat rumah masih berantakan,belum lagi masak,ini udah sore loh" ucap Ririn


"ya udah sini aku bantuin, tapi gak usah masak sayang,kamu kan masih capek. nanti kita makan diluar aja sekalian jalan-jalan."ucap Doni


"oke deh terserah mas Doni aja." ucap Ririn lalu mereka berdua bekerjasama untuk membereskan rumah dan setelahnya mereka mandi karena hari sudah sore.


malam harinya sesuai rencana mereka makan malam diluar sekalian jalan-jalan. Doni mengajak istrinya jalan-jalan ke taman kota yang tidak jauh dari tempatnya tinggal. mereka menikmati keindahan malam sambil menikmati jajanan gerobak'an yang ada di sekitar taman.

__ADS_1


"kamu mau makan apa sayang" tanya Doni sambil merangkul istrinya itu.


"apa ya...aku bingung mas. kayaknya semuanya enak-enak" ucap Ririn


"ya udah beli aja semuanya yang kamu mau" jawab Doni


"mas...kamu mau aku jadi gendut karena banyak makan" ucap Ririn


"ya gak apa-apa dong sayang. yang penting kamu seneng" ucap Doni


"aku gak mau gendut ya.."sungut Ririn lalu pergi meninggalkan suaminya


"astaga...apa salah aku?" ujar Doni lalu segera berlari menyusul istrinya yang sedang merajuk


"sayang, tunggu. jangan marah dong. ya udah kamu maunya makan apa?" tanya Doni


"terserah"


"kok terserah sih,aku kan gak tau kamu maunya apa!" ucap Doni. "udah dong sayang jangan marah-marah lagi,nanti cantiknya hilang loh" rayu Doni sambil melihat sekelilingnya mencari makanan apa yang kira-kira istrinya mau.


"kalo sate ayam gimana?" tanya Doni


"ya udah" ucap Ririn lalu mereka berdua bergandeng tangan menuju gerobak sate dan memesan 2 porsi sate ayam.


setelah selesai makan mereka lanjut jalan-jalan sambil menikmati semilir angin malam.


banyak juga pasangan muda-mudi yang ada di taman itu. entah pasangan yang sudah halal ataupun belum.


"aku bahagia banget deh sekarang" ucap Doni setelah mereka duduk di bangku taman


"bahagia kenapa mas?" tanya Ririn penasaran


"bahagia karena mulai sekarang ada kamu di samping aku. biasanya kalau jalan di sini aku sama Riko dan Edo". ujar Doni sambil menggenggam tangan istrinya


"dan sekarang juga aku bebas mau peluk ataupun cium kamu, karena kita sudah halal" ucapnya lagi sambil memeluk istrinya dari samping.


"malu ah mas, nanti di lihat orang" ucap Ririn tersipu


"kenapa malu? kamu gak lihat di sekitar kita banyak yang melakukan lebih,entah mereka sudah halal atau belum" ucap Doni, lalu Ririn mengedarkan pandangannya ke sekitar


"astaga...apa yang mereka lakukan" ucap Ririn malu karena melihat muda-mudi yang sedang ciuman, walaupun remang-remang tapi kegiatan mereka terlihat jelas oleh Ririn

__ADS_1


"sudah jangan dilihat,kamu belum cukup umur" ucap Doni sambil menutup mata istrinya.


"ih...mas Doni Apaan sih"


__ADS_2