Aku Gak Mau Gendut

Aku Gak Mau Gendut
16 Jujur


__ADS_3

Setelah Randi selesai di urut,semua teman Randi pulang begitupun Bu Rima. Sekarang hanya ada Ririn dan kedua anaknya.


"Randi, jawab jujur kenapa kamu keluar rumah? Bukannya sudah ibu bilang untuk tidur siang,kenapa malah keluyuran?" tanya Ririn


"Maaf Bu...tadi Randi tidak bisa tidur,jadi Randi keluar" ucap Randi


"Badan kamu itu capek setelah sekolah, seharusnya kamu tidur agar tidak kelelahan. Bukannya malah manjat pohon yang begitu tinggi, akhirnya kaku celaka kan. Kalau sudah begini siapa yang rugi? Terus siapa yang ngurus kamu kalau begini?" Ririn sangat kesal karena pekerjaannya bertambah karena Randi tidak bisa jalan,belum lagi Rinda yang sangat aktif.


"Maaf Bu,Randi janji gak akan nakal lagi" ucap Randi sambil menangis.


"Iya sekarang kamu kena apes,coba kalo gak begini pasti besok-besok kamu akan lakukan lagi. Atau jangan-jangan kamu sudah sering keluar rumah saat ibu tidur,iya?"


"Maaf Bu, sekarang gak lagi" ujar Randi


"Iya sekarang lagi sakit,tapi nanti kalau sudah sembuh ibu gak tau lagi!" ucap Ririn yang sangat kesal.


Lalu Ririn pergi ke dapur untuk memasak untuk makan malam. Banyak pekerjaan buang harus di kerjakan Ririn, tapi sekarang malah bertambah lagi pekerjaannya.


Malam hari saat Doni pulang Randi dan Rinda sudah tidur. Ririn menemani suaminya makan malam. Setelah selesai Ririn segera memberitahu keadaan anak pertama mereka.


"Mas, tadi siang Randi jatuh dari pohon rambutan" adu Ririn


"Apa? Terus sekarang kondisinya gimana sayang?" tanya Doni panik.


"Ya gak bisa jalan,tadi sudah panggil tukang urut katanya keseleo."


"Kok bisa sih sayang, gimana ceritanya?"


"Tadi siang setelah mas berangkat kerja, aku kunci pintu dan tidur siang. Aku pikir Randi juga tidur karena dia masuk kamar duluan. Tapi pas aku tidur tiba-tiba ada ibu-ibu kasih tau kalau Randi jatuh."


"Ya sudah yang penting lukanya tidak parah."


"Malam ini mas temani Randi ya, takutnya kalau malam dia butuh sesuatu" ucap Ririn


"Ya sudah,kamu tidur lah, sudah malam." ucap Doni


Lalu Ririn segera masuk kamar kerena memang sudah ngantuk.


Hari berganti, hari ini Randi tidak bisa masuk sekolah karena kakinya bengkak dan tidak bisa berjalan.


Sebelum berangkat kerja Doni membantu putranya untuk mandi, karena kasian kalau semuanya harus istrinya yang mengurus.


Setelah sarapan Doni pamit untuk bekerja.


"Randi, lain kali dengar apa kata ibu ya. Jangan membantah dan melawan, kasihan ibu sudah lelah mengurus kita bertiga. Apalagi adikmu sedang aktif begitu" pesan Doni pada putranya.

__ADS_1


"Iya ayah, maafkan Randi ya"


"Iya sayang, ingat pesan ayah ya" lalu Doni menghampiri istrinya yang sedang memakaikan baju putranya.


"Sayang, mas berangkat dulu ya. Hati-hati di rumah,titip anak-anak ya!"


""Iya mas, kamu hati-hati ya"


"Iya sayang, Rinda...Ayah berangkat ya"


Lalu Doni berangkat bekerja sebelum terlambat.


***


Dua tahun berlalu.


Randi sudah memasuki usia TK. Seperti Randi,saat ini Ririn juga mengantar putrinya ke sekolah.


Di sana juga banyak ibu-ibu yang mengantar anaknya. Dan Ririn mengenali salah satu dari mereka. Dia adalah ibunya Dewa, teman Randi dulu.


"Mbak Ririn apa kabar? Lama gak ketemu" sama Bu Sari


"Baik Bu, ibu sari apa kabar?"


"Iya Bu,mungkin karena ada anak kecil jadi menampung makanan anak-anak yang tidak habis hehehe" ucap Ririn terkekeh.


"Iya mbak,saya juga begitu. Anak-anak kalau makan selalu gak dihabisin ,jadi ya kita yang habiskan"


Lalu mereka ngobrol apa saja sampai jam pulang sekolah.


Ririn lagi-lagi memikirkan apa kata ibu sari tadi. Ririn tidak mau terlihat gemuk,tapi pada kenyataannya timbangan badan nya selalu naik setiap bulan.


Padahal Ririn sudah mencoba untuk diet,tapi dia selalu gagal karena anak-anaknya selalu menyisakan makanan, baik makanan berat ataupun makanan ringan. Karena sayang kalau dibuang akhirnya Ririn makan daripada mubadzir.


Hal itu lah yang membuat Ririn uring-uringan dan stres.


"Mas...kenapa ya berat badan aku naik terus, padahal aku sudah ngurangin porsi makan aku". rengek Ririn


"Nggak apa-apa sayang, yang penting kan kamu sehat" ucap Doni


"Tapi kan aku malu mas,tiap ketemu orang pasti yang dibahas masalah badan aku yang tambah gendut ini." gerutu Ririn


"Biarin aja lah mereka mau ngomong apa, yang penting kan aku tetap cinta sama kamu sayang"


"Bohong. Buktinya aja kamu sering lihatin cewek cantik di luar sana , padahal kamu lagi sama aku".

__ADS_1


"Kan nggak sengaja lihatnya sayang,kamu jangan marah dong."


"Alasan.Kalau nggak sengaja kenapa dilihatin lagi?" ucap Ririn dengan geram


"Dikit sayang. Apa kamu nggak tau pepatah mengatakan,kalau cowok itu mata keranjang sedangkan cewek mata duitan".


"Halah, kalau dasarnya jelelatan ya jelalatan aja. Nggak usah pakai alasan pepatah segala." gerutu Ririn


"Sudah malam sayang,tidur yuk. Jangan marah-marah terus,nanti cantiknya hilang loh".


"Gombal terus" Lalu Ririn tidur membelakangi suaminya.


"Ya...gagal lagi deh minta jatah". ujar Doni lesu saat istrinya marah.


Kalau membahas masalah berat badan pasti merembet kemana-mana. Sebenarnya Doni tidak masalah dengan berat badan Ririn,tapi Ririn selalu ingin tampil dengan tubuh yang ideal.


Sedari gadis Ririn memang sangat menjaga berat badannya. Dia tidak ingin terlihat gemuk seperti kebanyakan ibu-ibu yang sudah memiliki anak,yang lemaknya bergelantungan di sana sini.


Ririn selalu mencoba segala cara untuk menurunkan berat badannya,tapi sampai saat ini belum berhasil.


Ririn sangat panik saat berat badannya menyentuh angka 72kg. Padahal sebelum memiliki anak kedua berat badannya masih 48.


"Yuni, gimana ini timbangan aku naik lagi?" ucap Ririn pada sahabatnya itu yang sekarang juga jadi tetangganya.


"Aku nggak tau Rin, timbangan aku juga naik 1kg bulan ini" jawab Yuni


"Kamu sih enak belum terlalu gendut,lah aku udah bengkak semua ini badan aku" gerutu Ririn.


"Kaku udah coba diet?" tanya Yuni


"Sudah, tapi susah banget mau konsisten. Apalagi anak-anak kalau jajan nggak dihabisin. Terus mas Doni kalau pulang kerja suka bawa gorengan,kalau nggak martabak"


"Terus kamu makan itu semua?"


"Ya makan lah Yun,kan sayang kalau gak dimakan!"


"Gimana gak mau Gendut kalau semua makanan masih dimakan".


"Sayang Yuni kalau nggak dimakan."


"udah coba senam?"


"Sudah sesekali, habisnya kalau sudah ngerjain pekerjaan rumah aku tuh capek banget, apalagi sekarang ngantar Rinda sekolah juga. Jadi setelah pulang sekolah udah capek banget" keluh Ririn


"Ya terus mau gimana kalau semua makanan dimakan, sedangkan olahraga malas?"

__ADS_1


__ADS_2