
Tak terasa kehamilan Ririn memasuki bulan ke tujuh. Ibunya menyuruhnya pulang karena akan diadakan acara tujuh bulanan.
Tepat sehari sebelum acara dilaksanakan Ririn dan Doni sudah sampai di kampung.
ini adalah pertama kalinya Ririn dan Doni pulang setelah kepergiannya setelah menikah. kondisi kehamilan Ririn yang cukup lemah membuatnya tidak bisa untuk pulang sebelumnya.
"anak ibu sudah pulang" Bu Wati segera memeluk Putrinya yang sudah lama dia rindukan. "cucu ibu sehat?" tanya Bu Wati sambil mengusap perut buncit Ririn.
"Alhamdulillah sehat Bu, ibu juga sehat kan?"
"Alhamdulillah sehat nak,nak Doni ayo masuk ayah masih kerja mungkin sebentar lagi pulang untuk makan siang".
lalu mereka bertiga masuk ke dalam rumah.
mereka berbincang sejenak,lalu Bu Wati meminta Ririn untuk istirahat di kamarnya.
"ah...aku rindu sekali dengan kamarku" ucap Ririn langsung berbaring karena merasa sangat lelah.
"aku juga rindu, karena di kamar inilah saksi bisu saat kita memadu kasih" sambung Doni
"mas...kok yang diingat itu terus sih!" protes Ririn karena dia merasa malu.
"ya iya dong sayang,itu pengalaman yang tak kan pernah mas lupakan"
"sudah jangan dibahas lagi,aku mau tidur"
saat hari sudah siang Ririn dan keluarganya makan siang, ayah dan adiknya juga sudah sampai di rumah.
setelah makan siang beberapa kerabat berdatangan untuk membantu mempersiapkan acara besok. begitu juga tetangga kiri kanan juga kompak dan bergotongroyong membantu acara tujuh bulanan Ririn.
keesokan paginya orang tua Doni datang dengan membawa sayuran hasil dari kebun sendiri.
"mantu ibu tambah cantik aja" ucap mertua Ririn
"mari pak Bu silahkan masuk" ucap pak Yanto menyambut besannya.
"mari silahkan duduk, maaf kita duduknya lesehan biar lebih luas" ucap Bu Wati
"tidak apa-apa Bu,maaf kami datang tidak membawa apa-apa". ucap Bu Sumi basa basi
"lah yang dua karung tadi apa Bu?" tanya Ririn menanggapi ibu mertuanya. lalu mereka semua tertawa.
tak lama Rena di bantu bibinya menghidangkan minuman dan kue tradisional buatan sendiri.
"silahkan di minum pak Bu, Windi,Rio ayo nak dicicipi makanannya" ucap Bu Wati
__ADS_1
"iya Bu" ucap mereka serentak
setelah itu Bu Wati dan besannya ke dapur untuk melihat persiapan untuk acara yang akan di adakan siang nanti. sedangkan bapak-bapak ngobrol santai di tempat semula.
Ririn diminta untuk istirahat saja,karena dari pagi dia ikut membantu di dapur. perutnya terasa kram mungkin karena kelelahan. Mita dan Yuni yang baru saja datang langsung menuju ke kamar Ririn setelah bertanya pada Doni yang ada di depan.
"Ririn...kenapa kamu jadi cacingan,pasti ini semua gara-gara Doni" ucap Mita bercanda yang langsung dapat hadiah bantal terbang dari Ririn
"apaan sih datang-datang bukannya nanyain kabarnatau kasih hadiah,malah ngomong gak jelas" gerutu Ririn, sedangkan dua temannya hanya tertawa saja.
"udah bumil jangan marah-marah,nanti dedeknya takut loh. ngomong-ngomong mas Riko ikut pulang gak?" tanya Yuni
"ini lagi satu, tanyain kek kabar aku bukannya malah nanyain orang lain"
"lah...kalo kamu kan sudah jelas sehat wal Afiat, apalagi yang harus di tanyakan?" ucap Yuni
"udah deh terserah kalian" ucap Ririn merajuk
"eh...ada Yuni sama Mita. udah lama?makan dulu gih" ucap Bu Wati
"baru aja kok Bu,iya nanti kami cari sendiri makanannya" ucap Mita yang terkenal doyan makan
"ya sudah kalau ada kalian,ibu khawatir kalau Ririn sendirian" lalu Bu Wati pergi lagi entah kemana.
"ya elah,udah gede gini masih dikhawatirkan" cibir Mita
"Rin,beneran mas Riko gak ikut?" tanya Yuni memastikan, sebenarnya tadi dia sempat tanya pada Doni tapi dia berharap Doni sedang membohonginya
"nggak,emang kenapa sih. kamu ada hubungan sama Riko?"
"hehe doain ya, sebenarnya mas Riko udah ngajakin nikah tapi aku belum siap" ucap Yuni malu-malu
"Yuni...kamu kok tega sih mau ninggalin aku nikah. kalau kamu juga nikah Ake jadi sendirian dong" keluh Mita
"makanya cari pasangan biar gak sendirian" ledek Yuni
"mentang-mentang kamu sudah punya pasangan sekarang ngledekin aku ya" sungut Mita
"udah deh kalian keluar dulu,aku mau tidur bentar. capek banget aku" usir Ririn karena sahabatnya selalu berisik.
lalu mereka berdua keluar dan menuju dapur untuk bantu-bantu, eh sebenarnya tujuan utama mereka adalah makan. kalau Bu Wati melihat mereka kan pasti disuruh makan. tapi sayang seribu sayang Bu Wati tidak terlihat di dapur,jadi terpaksa mereka bantu-bantu beneran wkwkwk.
akhirnya acara berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun.setelah acara selesai orang tua Doni pamit pulang. rencananya besok Doni dan Ririn akan menginap di rumah orang tua Doni sebelum kembali ke kota.
Dua bulan berlalu begitu cepat setelah acara tujuh bulanan.
__ADS_1
pagi ini Ririn merasa perutnya sangat kencang, sedangkan Doni baru saja berangkat bekerja.
Ririn berusaha tenang karena sakitnya belum terlalu sering. dia tetep melakukan aktivitas seperti biasa,Ririn istirahat sejenak saat perutnya sakit lagi lalu melanjutkan aktivitas nya saat sudah lebih baik.
seperti biasanya Rita istrinya Edo datang ke rumah Ririn bersama putrinya yang baru berusia 10 bulan.
saat Rita mengetuk pintu tidak ada Jawaban dari Ririn,Rita yang merasa khawatir langsung masuk kedalam saat tau pintunya tidak di kunci.
"Ririn...Ririn kamu ada didalam" panggil Rita
"mbak...tolong..." ucap Ririn duduk di ruang tengah, keadaannya sangat lemah dan terlihat pucat.
"Ririn...tunggu bentar aku cari bantuan" ucap Rita berlari keluar sambil menggendong anaknya.
"tolong... tolong...Ririn mau melahirkan" teriak Rita. beberapa ibu-ibu keluar dan berlari kearah Rita
"ada apa mbak Rita?" tanya Bu Rima
"itu Bu,Ririn sepertinya mau melahirkan"
"ya sudah ibu-ibu yang lain tolong lihat keadaan mbak Ririn,saya akan minta suami saya untuk siapkan mobil" ujar Bu Rima.
"mbak...tolong kasih tau mas Doni" ucap Ririn
"oh iya aku lupa" Mita langsung menghubungi Doni. sedangkan Ririn sudah di papah ibu-ibu ke depan,sedangkan mobil Bu Rima juga sudah siap.
"apa mas Doni sudah dikasih tau mbak?" tanya Bu Rima
"sudah saya telpon tapi tidak diangkat Bu" ujar Rita
"ya sudah mbak coba hubungi terus ya,biar mbak Ririn langsung di bawa ke klinik saja." ucap Bu Rima. lalu Bu Rima dan dua ibu lainnya mendampingi Ririn sedangkan Rita di rumah masih mencoba menghubungi Doni.
setelah beberapa kali mencoba akhirnya Doni menjawab panggilan Rita
"iya ada apa mbak?"
"Ririn mau melahirkan dia sudah dibawa ke klinik ibu dan anak" ucap Rita. tanpa menjawab Doni langsung berlari ke ruangan atasannya minta izin untuk menemani istrinya melahirkan.
"setelah mendapat izin Doni langsung berlari keluar kantor tanpa menghiraukan panggilan teman-tamannya yang heran melihat Doni lari-lari didalam kantor.
tak berselang lama Doni sampai di klinik dan melihat Bu Rima yang ada di depan ruang bersalin.
"bagaimana istri saya Bu?"
"masih di periksa,kamu tenang dulu,nanti juga di panggil" ucap Bu Rima menenangkan.
__ADS_1
Doni segera mengambil hpnya dan menghubungi keluarganya di kampung.