Aku Gak Mau Gendut

Aku Gak Mau Gendut
42 Kebablasan


__ADS_3

Suasana hati Roni sedang tidak baik-baik saja saat ini. Semua orang terkena dampak dari emosinya yang sedang tidak stabil.


Bahkan beberapa hari ini Roni tidak menjalani hidupnya dengan baik. Bisa dibilang Roni mendekati depresi karena kisah hidupnya yang berantakan.


Mulai dari dikucilkan keluarga juga orang tuanya karena lebih memilih Wulan, tapi nyatanya dia malah dihianati dan dibohongi oleh Wulan. Juga perceraiannya dengan Meli, istrinya yang lebih memilih orang yang lebih kaya darinya.


Dan sekarang saat Roni mulai membuka hati dan mulai mencintai Windi, ternyata Windi juga menolak cintanya.


Saat ini Roni lebih sering menghabiskan waktunya di club malam, sehingga dia tidak tau bagaimana kabar Windi saat ini. Roni sengaja menjauhi Windi agar tidak selalu merasakan sakit hati karena ditolak.


Sedangkan Windi saat ini sudah diterima di sebuah kafe di kota ini. Rencananya hari ini juga Windi akan mengundurkan diri dari swalayan.


Sebelumnya Windi juga sudah mengajari Mini, Dwi, dan Desi untuk bekerja di meja kasir. Jadi Yuni tetap bisa pulang sore, dan malamnya anak-anak yang akan menjaga kasir.


Sebenarnya Windi ingin langsung menghubungi Roni, tapi Windi sangat ragu dan tidak siap bila harus bertemu dengan Roni.


"Mbak Yuni, sekarang kan Mbak sudah bisa gantikan aku. Jadi mulai hari ini aku akan mengundurkan diri," ucap Windi pelan-pelan.


"Loh, kenapa kamu mengundurkan diri Win? Apa kamu nggak nyaman karena aku bekerja di sini?" tanya Yuni penasaran.


"Bukan begitu Mbak, aku cuma mau cari pengalaman baru. Aku juga bosan bila bekerja terlalu lam di satu bidang, aku pengen coba yang lain," ucap Windi.


"Benarkah? Tapi bukan karena aku kan?"


"Ya nggak dong Mbak, kalau aku nggak suka sama mbak Yuni sudah lama aku keluar dari sini," ucap Windi berusaha meyakinkan Yuni.


"Lalu, kamu sudah kasih tau mas Roni tentang ini?" tanya Yuni.


"Belum Mbak, mungkin nanti saja aku hubungi mas Roni."


"Lalu setelah ini kamu mau cari kerja dimana?"


"Aku sudah diterima kerja di sebuah kafe Mbak, mulai besok aku sudah bekerja," ucap Windi.


"Ternyata kamu sudah menyiapkan semuanya ya? Dari ngajarin aku, sampai cari kerjaan baru." ucap Yuni.


"Iya Mbak, maaf ya aku nggak jujur dari awal," ucap Windi cengengesan.

__ADS_1


"Ya sudah tidak apa-apa, lalu rencana kamu sekarang apa?" tanya Yuni.


"Kalau Mbak Yuni langsung aku tinggal gimana? Aku pengen istirahat dulu di rumah Mbak."


"iya nggak apa-apa, pulanglah aku sudah bisa kok," ucap Yuni


"Ya sudah aku pulang dulu ya Mbak, semalam aku sudah meminta anak-anak untuk ngecek semua barang kok, nanti saat jam istirahat saja Mbak cek lagi."


"Iya hati-hati ya."


"Iya, ini sekalian nitip surat pengunduran diriku untuk mas Roni ya Mbak."


"Iya, nanti aku sampaikan."


Dengan berat hati Windi meninggalkan swalayan tempatnya bekerja selama ini. Di sini banyak kenangan indah yang dilalui oleh Windi. Dari bertemu anak asuh Roni, hingga mengajari mereka banyak hal, juga kenangan kebersamaannya dengan Roni.


Tetes demi tetes air mata Windi mengalir saat dalam perjalan pulang. Windi berusaha menguatkan hatinya yang sedang terluka.


Saat sampai di rumah, Windi melihat kakak iparnya yang sedang serius melakukan senam di ruang tengah, hingga tidak menyadari kehadirannya.


"Serius banget sih Mbak!" ucap Windi mengagetkan Ririn.


"Nggak Mbak, aku keluar mulai hari ini," ucap Windi menghempaskan tubuhnya di sofa depan tv.


"Kamu dipecat sama Roni?" tanya Ririn mendekati adik iparnya.


"Tidak, aku memang sengaja mengundurkan diri Mbak."


"Kenapa? Apa ada masalah?" tanya Ririn penuh selidik.


"Tidak ada, aku hanya ingin mencari pengalaman baru Mbak. Dan mulai besok aku akan kerja di kafe dekat kantor mas Doni," ucap Windi.


"Jadi kamu cari pekerjaan lain dulu sebelum mengundurkan diri dari swalayan itu?"


"Iya dong Mbak, pintar kan aku?" ucap Windi menyombongkan diri.


"Iya iya, ya sudah Mbak mau istirahat di kamar sebentar, Capek."

__ADS_1


"Nggak lanjut lagi Mbak? Tadi sepertinya belum selesai?" tanya Windi.


"Sudah ah, besok lagi aja," ucap Ririn berlalu masuk ke kamarnya.


Lalu Windi pun masuk kedalam kamar. Dia sedang dilema mau telpon Roni atau nggak. Dan akhirnya Windi mengirim pesan singkat pada Roni.


"Mas Roni, aku minta maaf kalau selama ini ada salah. Aku mengundurkan diri dari swalayan hari ini, surat pengunduran diri aku titipkan pada Mbak Yuni. Mas Roni tenang saja aku sudah mengajari mbak Yuni untuk menggantikan aku. Aku juga sudah mengajarkan anak-anak untuk menjaga meja kasir, jadi mas Roni tidak usah khawatir. Sekali lagi aku minta maaf dan terimakasih atas kebaikan mas Roni selama ini," send.


Lalu Windi mematikan ponselnya, menghindari kalau Roni menghubunginya. Hati Windi sedikit lega karena mulai hari ini dia tidak akan bertemu dengan Roni, juga mulai besok dia akan bekerja berangkat pagi dan pulang malam. Jadi kemungkinan untuk bertemu dengan Roni sangat sedikit.


Roni yang kebetulan baru bangun siang itu karena pengaruh semalam minum alkohol terlalu banyak, sangat terkejut melihat sebuah pesan dari Windi. Roni langsung menghubungi nomor Windi, tapi sayangnya ponsel Windi tidak bisa dihubungi.


Roni langsung meneguk sisa minuman tadi malam, karena pikirannya terlalu kacau, Roni langsung pergi ke swalayan berharap Windi masih ada di sana.


Karena dirinya masih dalam pengaruh alkohol, Roni sering kali hampir menabrak motor ataupun mobil yang juga sedang melaju. Umpatan dan makian tidak dia pedulikan, yang ada dipikirannya hanyalah Windi.


Saat sampai di swalayan terlihat pintunya tertutup karena memang jam istirahat. Roni langsung memasuki swalayan dengan berjalan gontai.


"Windi! Kenapa kamu lakukan ini padaku?" ucap Roni dengan mata memerah.


"Mas Roni, ini aku Yuni Mas, bukan Windi," ucap Yuni yang heran melihat penampilan Roni yang sangat kacau.


"Windi, jangan tinggalkan aku," racau Roni.


"Mas, sadarlah. Mas Roni kenapa?" tanya Yuni panik saat tiba-tiba Roni memeluknya.


Yuni berusaha melepaskan diri dari Roni yang Yuni tau sedang mabuk, karena Yuni mencium bau alkohol yang menyengat dari Roni.


Tapi Roni yang sedang dibawah pengaruh alkohol dan penuh emosi segera menarik tangan Yuni menuju ruang istirahat.


"Mas, sadarlah mas lepaskan aku," ucap Yuni bertambah panik.


Tapi tanpa mendengarkan Yuni, Roni langsung melakukan hal yang seharusnya tidak dia lakukan. Sedangkan Yuni tidak bisa melepaskan diri dari Roni karena tenaganya sangat besar.


Dan sebuah kesalahan besar dilakukan oleh Roni pada Yuni. Saat kesadaran Roni mulai kembali, dia terkejut saat melihat Yuni menangis di bawah nya.


"Yuni, maafkan aku. Aku tidak bermaksud seperti ini," ucap Roni sambil melepaskan diri dari Yuni.

__ADS_1


Tapi semua sudah terjadi, mau menyesal pun tidak ada gunanya.


__ADS_2