Aku Gak Mau Gendut

Aku Gak Mau Gendut
26 Mengakui Kesalahan


__ADS_3

Pagi ini cuaca begitu cerah. Ririn, Doni,dan anak-anaknya menuju ke taman komplek yang tak jauh dari rumahnya.


Suasana taman lumayan ramai, karena hari ini hari libur. Banyak warga komplek yang berkumpul di taman itu, ada yang olahraga,ada juga yang hanya duduk santai menikmati matahari pagi.


Di sana Ririn bertemu dengan Yuni dan Riko juga anak semata wayangnya.


"Yuni, disini juga?"


"Iya Rin, jalan-jalan pagi,sekalian cari sarapan!"


Di taman itu nenang ada beberapa pedagang gerobak yang menjual berbagai menu sarapan.


Rinda langsung bermain bersama Putri,anak Yuni. Sedangkan Randi sedang bermain bola bersama teman-temannya.


Ririn duduk di bangku taman bersama Yuni,Doni,dan Riko.


"Mas,mau sarapan disini?" tanya Ririn pada suaminya


"Nggak usah sayang,nanti aja beli untuk makan di rumah!"


"Kenapa? mas Doni malu ya kalau harus di suapin Ririn disini?" ledek Yuni


"Nggak apa-apa kali Don,biar kelihatan romantis!" sambung Riko


"Kalian apaan sih!" gerutu Doni


"Bercanda mas,gitu aja marah!" ucap Yuni


Karena hari beranjak siang, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Tak lupa Ririn membeli bubur ayam untuk sarapan di rumah.


"Kalian nggak mau mampir dulu?" tanya Ririn pada Yuni dan Riko.


"Nggak deh, kapan-kapan aja aku main kesini!" jawab Yuni


Lalu Ririn Doni dan anak-anaknya langsung masuk ke rumah untuk sarapan,karena sebenarnya mereka sudah lapar dari tadi.


Setelah mereka sarapan terdengar suara ketukan pintu.


"Siap ya mas?"


"Ya nggak tau lah sayang!"


"Ya udah aku lihat dulu!"


Saat membuka pintu,Ririn terkejut melihat siapa yang datang!


"Roni...ada apa?"


"Mas Doni ada kan mbak? bolehkah aku masuk?"


"Oh iya silahkan,aku panggil mas Doni dulu!"


Lalu Ririn bergegas masuk kedalam untuk memanggil suaminya.


"Mas...Ada Roni di depan!"

__ADS_1


"Hah...Mau apa dia?"


"Aku nggak tau mas,mungkin karena kita sudah memergokinya tadi pagi,dan akan menjelaskan sesuatu!"


"Ya sudah ayo temui dia!"


Lalu Ririn dan Doni menuju ruang tamu untuk menemui Roni.


"Ada apa mas Roni? Apa mau menjelaskan sesuatu?" sapa Doni


"Iya mas,sebelumnya saya minta maaf sama mas Doni dan mbak Ririn kalau selama ini cara saya salah dengan sembunyi-sembunyi memberi bantuan pada kalian. Tapi saya benar-benar tidak ada maksud buruk!"


"Maksudnya gimana ya mas? Saya kurang paham!" ucap Doni, sementara Ririn hanya diam dan mendengarkan saja. Biarlah suaminya yang berbicara dengan Roni


"Begini mas,saya benar-benar minta maaf karena sebenarnya saya yang melempar kaca jendela mas Doni. Dan...Dan saya juga yang menyebabkan mas Doni kecelakaan!" ucap Roni sambil menunduk menyesali perbuatannya.


"Jadi maksud kamu,kamu yang menabrak mas Doni?" teriak Ririn yang sudah sangat emosi.


"Tenang dulu sayang,biar dia katakan apa alasan di balik semua ini!" ucap Doni


"Tapi mas, gara-gara dia mas Doni jadi seperti ini!" ucap Ririn


"Saya benar-benar minta maaf mbak,mas. Waktu itu saya sangat emosi,saya kira mbak Ririn dan mas Doni yang mengambil foto saya saat bersama Wulan. Karena saat itu mas Doni dan mbak Ririn juga ada di taman!"


"Oh...Kejadian yang paginya kamu dihajar orang itu?"


"Iya mas, waktu itu saya benar-benar emosi dan tidak bisa berfikir jernih"


"Sebenarnya siapa perempuan dan lelaki itu?" tanya Doni penasaran


"Lelaki itu adalah Seno,dan perempuan itu adalah Wulan istrinya,dan juga pacar saya!"


"Sebenarnya saya dan Wulan sudah berhubungan sejak 6 tahun lalu,bahkan kami sudah punya anak!"


"Hah...kok bisa?" ucap Ririn dan Doni secara bersamaan


"Ceritanya panjang mas,mbak!"


"Sudah, panggil nama saja. Sepertinya umur kita nggak beda jauh!" ucap Doni


"Iya. Saat itu saya dan Wulan memang terhalang restu orang tua,karena orang tua kami adalah saingan bisnis sejak dulu. Lalu kami memutuskan untuk kuliah di luar negri,tanpa sepengetahuan mereka kami hidup bersama di sana,hingga kami memiliki anak."


"Lalu bagaimana dengan anak kalian?" tanya Doni


"Dia terpaksa kami titipkan di panti asuhan, karena kami takut kalau orang tua kami tau mereka akan melukai anak kami!"


"Lalu bagaimana kalian bisa menikah dengan pasangan masing-masing?"


"Wulan di jodohkan oleh orang tuanya. Awalnya aku tidak setuju,tapi Wulan memohon padaku kalau dia tidak menikah orang tuanya akan mencelakai keluargaku. Kalau aku sendiri aku tidak takut,tapi aku tidak ingin sesuatu terjadi pada keluargaku."


"Hmm...Cerita yang rumit!" ucap Ririn yang awalnya marah pada Roni sekarang justru merasa kasihan pada lelaki itu.


"Lalu, bagaimana dengan istrimu?"


"Aku juga terpaksa menikahinya karena hutang Budi keluargaku pada keluarganya. Aku terpaksa harus bertahan dengannya agar hubungan bisnis keluarga kami tetap berjalan lancar. Tapi secara tidak sengaja,dua bulan lalu aku bertemu lagi dengan Wulan. Lalu kami secara sembunyi-sembunyi menjalin hubungan lagi. Eh...kenapa aku jadi curhat disini?" tanya Roni yang baru menyadari semua kelakuannya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok, tapi aku penasaran darimana kamu bisa membeli banyak sembako untuk kami setiap Minggu,padahal kamu kan..." ucap Ririn menggantung karena merasa tidak enak.


"Sebenarnya saya punya usaha kok mbak,bukan pengangguran seperti yang orang kira selama ini. Dan tenang saja itu halal kok!"


"Em maaf ya bukan maksud saya menyinggung perasaan kamu!"


"Nggak apa-apa kok mbak,saya juga minta maaf karena saya pernah kurang ajar sama mbak Ririn!"


"Sudahlah,semua sudah berlalu yang penting jangan di ulangi lagi!"


"Sebenarnya itu hanya pura-pura saja mbak, saya hanya ingin membuat istri saya marah dan bosan pada saya,lalu dia sendiri yang menceraikan saya. Itu juga yang menjadi alasan saya untuk menyembunyikan usaha saya!"


"Ya sudah, sekarang kita lupakan saja masa lalu,dan mulai lagi semuanya dari awal. Saya juga berterimakasih atas bantuannya selama ini!" ucap Doni


"Kenapa harus terimakasih,itu kan memang seharusnya dia bertanggungjawab!" kesal Ririn


"Sayang,jangan begitu. Kita harus hargai usaha mas Roni untuk jujur dan minta maaf,dan dia sudah menyesali semua kesalahannya"


"Tapi aku masih sebel sama dia mas!" gerutu Ririn


"Saya benar-benar minta maaf mbak. Mulai sekarang apapun yang mbak dan mas butuhkan jangan sungkan untuk bicara sama saya!"


"Ya sudah kami maafkan,yang penting jangan di ulangi lagi pada siapapun. Semua harus dibicarakan dulu." ucap Doni


"Iya mas,kalau begitu saya permisi dulu. Sebentar lagi istri saya akan pulang dari acara paginya!" lalu Roni pergi meninggalkan rumah Doni dengan perasaannya uang sudah lega


"Mas Doni mudah sekali sih maafin orang. Padahal orang itu sudah jahat sama keluarga kita!" gerutu Ririn


"Sudah sayang,jangan marah-marah terus. Nanti cantiknya hilang loh!" goda Doni


"Mas Doni...


Lalu hp Doni berdering, tertera nama ibunya yang menghubunginya.


"Iya Bu ada apa?"


"Doni jemput ibu sekarang,ibu sudah ada di stasiun. Mau langsung ke rumah kamu tapi ibu lupa!"


"Hah... Sekarang ibu sudah ada di stasiun?" teriak Doni


"Nggak usah teriak, sekarang cepat jemput ibu!"


"Ibu sama siapa sekarang?"


"Sama adikmu. Ya sudah cepetan,ibu tunggu!"


"Ada apa mas?Kenapa kamu teriak?" tanya Ririn yang baru saja dari kamar mandi.


"Sayang,gimana ini sekarang ibu sudah ada di stasiun!"


"Hah... stasiun mas?"


"Iya,gimana dong?"


"Ya mau bagaimana lagi mas!"

__ADS_1


Doni sangat gugup karena dia tidak memberitahu keluarganya kalau dia mengalami kecelakaan. Doni tidak ingin membuat keluarganya khawatir. Tapi sekarang justru ibunya datang berkunjung.


Mungkin firasat seorang ibu memang kuat.


__ADS_2