
"Doni..."teriak Riko yang melihat sahabatnya itu terkapar di jalan.
"Riko ada apa?" tanya Edo yang kebetulan sedang berkendara dibelakang Riko
"Itu,Doni kecelakaan!"
Lalu mereka berdua segera menghampiri Doni yang sudah dekelilingi warga.
"Pak,tolong angkat atau telpon ambulans,jangan cuma dilihatin aja!" teriak Riko yang geram dengan orang sekitar.
"Tapi mas,kami takut salah kalau sembarangan mengangkatnya!" ucap salah satu warga
"Itu kan kalau parah,ini teman saya sudah bisa duduk sendiri!" gerutu Edo.
Lalu Edo dan Riko memapah Doni ke tepi jalan.
"Kamu nggak apa-apa Don?"
"Nggak apa-apa Ko, kayaknya cuma terkilir sama lecet dikit."
"Mau dibawa ke rumah sakit?"
"Nggak usah,aku mau pulang saja. Oh iya Ko,bisa minta tolong nggak jemput Randi di sekolah?"
"Bisa. Bentar aku nitip motor kamu di bengkel depan dulu ya,kamu pulang sama Edo."
"Iya,makasih ya!"
"Ya udah ayo,biar luka-luka kamu cepat diobati".
Lalu Doni diantar Edo pulang. Saat sampai rumah Ririn benar-benar terkejut melihat keadaan suaminya.
"Mas,kamu kenapa?"
"Nggak apa-apa sayang,cuma luka kecil kok!"
"Luka kecil gimana? itu baju kamu darah semua, kita ke rumah sakit aja ya!" ucap Ririn sambil menangis.
"Udah nggak usah,aku nggak apa-apa kok,nanti kalau kamu yang obati juga sembuh."
Lalu mereka duduk diruang tamu,karena masih ada Edo.
"Terus Randi gimana mas?"
"Tadi dijemput sama Riko."
"Ya udah aku ambil minum dulu ya!" Lalu Ririn bergegas ke dapur dan sekalian mengambil obat untuk suaminya.
"Don,kok kaca jendela kamu pecah!"
"Loh,iya ya. Tapi tadi pagi kayaknya belum deh!"
Tak lama Riko datang bersama Randi.
"Ayah kenapa?"
"Ayah nggak apa-apa nak,cuma jatuh tadi. Sekarang kamu masuk dan ganti baju ya!"
"Iya yah!"
Lalu Ririn datang dengan membawa minuman dan obat untuk suaminya.
"Sayang,kenapa kacanya bisa pecah?"
"Tadi pagi ada yang lempar batu mas!"
"Hah...Siapa? Atau ada anak-anak yang lagi main?"
__ADS_1
"Nggak tau mas, tapi tadi pagi sepi banget. Kalau ada anak-anak main kan pasti ada suaranya sebelumnya!"
"Kayaknya ada yang sengaja ngerjain kalian deh, nggak mungkin juga pagi-pagi ada anak main!" ucap Edo
"Benar juga itu, tadi pas kamu kecelakaan kayaknya juga disengaja Don. Karena aku sempat lihat sekilas kalau orang itu bicara lewat hp. Terus dia langsung melaju ke arah kamu!" ucap Riko
"Apa? Mas aku jadi takut deh!"
"Kamu tenang saja, mungkin itu hanya kebetulan saja." lalu Doni memberi kode Riko untuk tidak membicarakan tentang kecelakaan itu!
"Ya sudah aku pulang dulu ya,takut istriku khawatir!" pamit Edo
"Heleh,bilang aja kangen istri." cibir Riko
"Iya, makasih ya bantuannya!" ucap Doni
"Iya...Kayak sama siapa aja!" ujar Edo
"Aku juga pulang ya. Nanti aku minta izin ke bos kalau kamu nggak bisa masuk kerja!" ucap Riko
"Iya, makasih ya!"
Setelah dua sahabatnya pulang,Doni dengan dipapah Ririn menuju ruang tengah. Lalu Ririn mengobati luka lecet di tangan dan kaki Doni.
"Mas,makan dulu ya, setelah itu minum pereda nyeri."
"Iya sayang!"
Lalu Ririn mengambil makanan untuk suaminya. Setelah makan dan minum obat Doni tidur di kamar, sedangkan Ririn tidur di depan tv bersama Rinda yang sudah tidur terlebih dulu.
Saat bangun tidur Doni merasakan sakit di seluruh tubuhnya, terutama di pergelangan tangan kanannya.
"Sayang... sayang..." teriak Doni
"Iya mas,ada apa,mas mau sesuatu?"
"Apa nggak ke rumah sakit saja mas?"
"Urut dulu saja sayang,kalau masih sakit juga baru ke rumah sakit!"
Lalu Ririn keluar menuju rumah Bu Ima, tetangga sebelah. Ririn mau tanya di mana rumah tukang urut. Karena seingatnya ada tukang urut di komplek ini yang dulu dipanggil ke rumah saat Randi keseleo,tapi Ririn tidak tau rumahnya.
Kebetulan Bu Ima sedang di teras rumahnya.
"Permisi Bu, mau tanya rumah tukang urut dimana ya?"
"Oh, rumahnya dibelakang mbak,nggak jauh kok di blok D. Memangnya siapa yang mau urut?"
"Suami saya Bu,tadi siang kecelakaan!"
"Astaga, ada-ada saja. Eh itu ada Bu Eni, minta tolong sampaikan dia saja mbak,karena rumahnya sebelahan. Kasian kalau mas Doni dan anak-anak ditinggal."
"Memangnya nggak apa-apa Bu?"
"Nggak apa-apa, biar saya yang ngomong"
"Bu Eni, mau kemana?"
"Mau pulang Bu Ima, ada apa?"
"Ini mau minta tolong, sampaikan sama Mbah Tejo suruh kesini, ini suaminya mbak Ririn tadi kecelakaan!"
"Oh iya,tadi kayaknya orangnya ada di rumah!"
"Maaf ya Bu ngerepotin" ucap Ririn sungkan
"Nggak apa-apa kok mbak,rumahnya yang ini kan?"
__ADS_1
"Iya Bu, terimakasih ya sebelumnya!"
"Iya sama-sama,ya sudah saya pamit ya!"
"Iya Bu"
Lalu Ririn masuk lagi ke rumah untuk melihat suaminya.
"Gimana sayang,ada nggak?"
"Masih di panggil sama Bu Eni mas, mudah-mudahan orangnya ada dan bisa kesini secepatnya!"
"Ya sudah, tolong bantu aku ke ruang tengah saja sayang."
"Iya mas".
Tak lama Mbah Tejo datang dan segara memijat badan Doni. Saat pergelangan tangan kanannya dipijat Doni teriak kesakitan.
"Kayaknya ini retak nak,lebih baik dibawa ke rumah sakit" ucap Mbah Tejo.
"Iya Mbah,itu sakit banget!"
"Lebih baik segera,takut kalau tambah parah nanti!"
"Iya Mbah,terimakasih ya!"
Setelah selesai Mbah Tejo pun pamit pulang setelah Ririn membayar upah urut.
"Gimana sayang?"
"Gimana apanya? Ya ayo sekarang ke rumah sakit."
"Terus anak-anak gimana?"
"Mereka biar di rumah Yuni saja mas,kasian kalau harus ikut ke rumah sakit!"
Setelah menitipkan anak-anaknya ke rumah Yuni Riri segera membawa suaminya ke rumah sakit. Saat mereka keluar rumah,mereka berpapasan dengan Roni yang buru-buru akan pergi.
Sejenak Roni memandang Doni dengan tidak suka, lalu pergi begitu saja.
"Dia kenapa sih?Aneh banget!" gerutu Ririn
"Biarkan saja!" ucap Doni yang sebenarnya merasa aneh dengan Roni.
Ternyata Roni buru-buru untuk menemui perempuan yang sama saat di taman waktu itu. Mereka bertemu di kafe dekat taman.
"Mas,kamu lama banget sih!"
"Mau bagaimana lagi,aku harus membuat istriku percaya kalau aku ada urusan pekerjaan!"
"Sepertinya kita nggak bisa sering-sering ketemu mas,karena suamiku punya mata-mata yang terus mengawasi aku!"
"Jadi kalau aku kangen gimana?"
"Kita harus hati-hati mas, jangan sampai kita ketahuan seperti di taman waktu itu!"
"Ketahuan? Maksud kamu gimana?"
"Ya masalah foto itu. Itu kerjaan mata-mata suamiku!"
"Apa? Jadi yang mengambil foto kita buka Doni dan Ririn?"
"Hah,siapa mereka?"
"Tetangga aku yang ketemu pas di taman!"
"Bukan mas, mata-mata suamiku namanya Leo. Untung aja si Leo itu lagi dekat sama teman aku,jadi sekarang dia lagi ketemuan sama teman aku itu!"
__ADS_1
"Jadi aku salah sasaran?" gumam Roni