Aku Hanya Gadis Taruhan Sean

Aku Hanya Gadis Taruhan Sean
Bab 11


__ADS_3

-Di Taman-


"Apa Sean sudah memakannya yaa?" guman Rain sambil menatap bekal makanannya.


"Woie!!!" teriak Mila mengagetkan Rain dari arah belakang


"Ehhh ayam ayam" ucap Rain latah.


"Hahaha" tawa Mila mendengar Rain yang begitu lucu.


"Mila! bisa sihh gak ngagetin?" ucap Rain dengan kesal.


"sorry sorry, habisnya aku liatin dari tadi kamu senyum-senyum sendiri, apa jangan-jangan sahabat aku ini udah mulai gila" ucap Mila langsung ikut duduk di kursi taman sambil menggoyang-goyangkan tubuh Rain.


"Ihhh apaan sih Mila, aku gak gila" jawab Rain cemberut.


"Hehehe siapa tau" ucap Mila terkekeh.


"Kemarin kamu gak diapa- apain sama tu cowok kutub kan?" tanya Rain.


"Maksud kamu Sean?" tanya Rain balik.


"Ya siapa lagi?!, dia gak apa-apain kamu kan Rain?"


"Gak kok Mil" ucap Rain lembut.


"Terus kemarin kalian kemana?" tanya Mila penuh selidik.


"Gak kemana-mana" jawab Rain, tidak mungkin kan dia bilang semuanya kepada Mila.


*Maaf Mil, aku gak bisa jujur sama kamu. Aku udah janji sama Sean bakal menjaga rahasia hubungan kami* batin Rain.


"Ohhh yaa, kok aku kayak nyium bau- bau kebohongan gitu yaa" sindir Mila.

__ADS_1


"Hehehe benaran Mil, dia cuma mau aku bantuin tugasnya aja" bohong Rain


Mendengar itu Mila hanya mengangkat satu alisnya.


"Bukannya Sean jenius yaa, kok dia minta bantuan kamu buat bantuin tugasnya" selidik Mila.


*Bodoh mengapa aku memberikan alasan tidak masuk akal seperti itu. Pasti sekarang Mila merasa curiga* batin Rain


"Hehehe katanya dia banyak urusan, jadi dia minta bantuan aku" ucap Rain berusaha membuat Mila percaya.


Walaupun sebenarnya Mila belum percaya dengan perkataan Rain.


*Apa yang sebenarnya kamu sembunyiin Rain? aku gak akan maksa kamu buat cerita* batin Mila.


Percakapan meraka pun berlangsung sampai jam kampus meraka segara dimulai. Rain dan Mila bersama-sama memasuki kelas.


......................


-Markas Black Devil-


Sebenarnya tadi Sean ingin membuang kotak bekal itu namun entah kenapa saat dia melihat wajah gembira Rain tadi dia mengurungkan niatannya untuk membuang kotak bekal itu.


"Dari siapa Sean?, tumben gua liat lo bawa bekal nasi" ucap Leo


"Astaga,, gua pasti mimpi. Seorang Sean bawa kotak bekal nasi" ucap Dion


"Bisa diem gak lo?" ucap Sean dingin


Seketika suasana menjadi dingin saat Sean mengeluarkan suaranya.


"Rain yang ngasi lo?" tanya Leo.


"Hemm" jawab Sean.

__ADS_1


Leo sudah tau pasti Rain yang memberikan kotak bekal itu.


"Kalo lo mau!, ambil aja!" ucap Sean datar.


"Hehehe,, gua mah ogah makan makanan gak bergizi" ucap Dion


"Kalo kalian gak mau, biar gua aja" ucap Leo yang membuat dua pria tampan itu menatapnya.


"Kenapa?" tanya Leo karena merasa risih ditatap seperti itu.


"Terserah!" Sean datar.


Leo pun mengambil kotak nasi itu dan membuka penutupnya. Terlihat nasi goreng dan telur mata sapi. Leo hanya tersenyum tipis.


"Lo serius gak mau? rasanya enak loh" ucap Leo sambil memakan makanan itu.


"Ihh lo aja yang makan" ucap Dion


Sedangkan Sean hanya diam seribu bahasa, entah apa yang sedang dia pikirkan.


"Mohon maaf mengganggu tuan" ucap pria kekar yang datang ke arah tiga si sejoli itu.


"Ada apa?" tanya Leo


"Kecelakaan yang dialami nona Vita sengaja direncanakan oleh seseorang tuan. Saat kami memeriksa mobil yang dikendarai oleh nona Vita, kabel remnya sengaja di putus" ucap pria itu.


Mendengar itu Leo berhenti memakan makanannya.


"Apa Vita sudah ditemukan?" tanya Sean kini dengan aura menyeramkan.


"Kalau itu kami masih mecari informasi tuan" ucap pria itu menunduk.


"Dasar bodoh! kau datang hanya membawa informasi tidak berguna itu. Apa kau masih ingin hidup" ucap Sean menggelegar membuat para bawahannya menelan ludah kasar.

__ADS_1


Sedangkan Leo dan Dion hanya diam, dia tau jika Sean sedang marah jangan coba-coba mengganggunya atau nyawa taruhannya.


__ADS_2