
Pagi yang cerah di temani dengan suara riuh dari para wanita yang melihat Sean and the gank datang ke kampus. Bukan hal yang istimewa karena setiap hari setiap ketiga cowok tampan itu datang, pasti akan terjadi keributan dari suara para wanita di kampus.
"Sean" guman Rain yang melihat dari jarak jauh, senyuman terlukis di wajah gadis polos itu. Orang yang dia rindukan dalam beberapa hari tidak terlihat akhirnya bisa bertemu walau dalam jarak jauh.
Rain tidak mungkin mendatangi Sean yang sedang dikerumuni oleh para wanita itu. Karena Sean pernah bilang kalau hubungan mereka tidak boleh di ekspos ke publik.
"Woii,, ngapain ngelamun?" ucap Mila membuat Rain terkaget.
"Mila!" ucap Rain kesel.
"Hehehe, lagi liat apa sihh?" ucap Mila dan mengikuti ekor mata Rain yang sedang menatap Sean.
"Rain, sebaiknya kamu lupain aja cowok br**gsek itu" ucap Mila.
Namun perkataan itu tidak digubris oleh Rain, baginya sudah biasa kalau Mila berkata begitu. Tapi sekarang semua sudah berbeda, Sean adalah pacarnya dan bahkan mereka telah maulakukan itu. Mana mungkin Rain bisa melupakan Sean.
*Bagaiman caranya aku bertemu dengan Sean kalau dia dikelilingi terus oleh wanita-wanita itu* Bantin Rain.
"Aku harus mencari kesempatan" guman Rain pelan sehingga tak terdengar oleh Mila.
......................
-DI ROOFTOP-
"Sean kemana aja lu hari-hari ini?" tanya Dion namun tak mendapat jawaban dari si empu.
__ADS_1
"Dikacangin lagi gua" guman Dion kesal.
Sedangkan Sean mendudukan tubuhnya di bangku sambil menatap ke depan, dia melihat Rain bersama Mila yang duduk di taman.
Leo pun mengikuti arah mata Sean, "lu udah berhasil?" Tanya Leo kini membuat Sean menatap dirinya.
“Hemm" dehaman Sean.
"Yahhh gua kalah" ucap Leo yang berpura-pura sedih.
"Jadi lo udah tidur ama tu cewek cupu?" tanya Dion kini yang tampak tak percaya.
"Itu otak kayaknya gak pernah dipakek sampek karatan" sindir Leo
"Memang kalo cewek cupu kenapa? asalkan masih segel, gak kayak cewek yang lu tidurin semua udah longgar" sanggah Leo.
Sedangkan Sean masih setia menatap Rain dan Mila hingga kedua orang itu menghilang dari padangan Sean.
"Vangke lu,, cewek yang gua tidurin itu berkelas yaa" balas Dion tak mau kalah.
"Kalian bisa diem gak?" ucap Sean dingin karena kini dia merasa sedikit paning, apalagi mendengar perdebatan dua sejoli itu yang tak pernah kelar.
Seketika Leo dan Dion bungkam tak bersuara lagi, "gara-gara lu" guman Dion menatap tajam ke arah Leo, sedangkan Leo hanya membuang muka.
Keheningan pun melanda sesaat sebelum Leo berbicara. " Sean apa yang akan lo lakuin selanjutnya sama Rain?" tanya Leo.
__ADS_1
"Apa lo akan buang dia gitu aja?" imbuh Leo
"Yaa iyalah,, masak Sean sama tu cewek. Gak banget" ucap Dion
"Gua gak ngomong sama lu" ucap Leo
“Ya gua bantuin Sean ngomong, pasti Sean juga bakal ngomong gitu" ucap Dion.
"Dasar sok tau lu" ucap Leo.
"Sean?" ucap Leo kini fokus kepada Sean kembali.
"Bukannya ini cuma pertaruhan? kalo dah selesai ya tinggal di buang" ucap Sean datar.
"Kan gua bener, gak mungkinlah Sean ama tu cewek" ucap Dion menatap mengejek ke arah Leo.
Sementara Leo terlihat kecewa karena rencananya gagal, dan dia juga merasa bersalah kepada Rain karena membawanya dalam pertaruhan koyol itu.
NEXT
__ADS_1