Aku Hanya Gadis Taruhan Sean

Aku Hanya Gadis Taruhan Sean
Bab 43


__ADS_3

Gak tau kenapa akhir-akhir ini author gak punya ide kreatif di setiap bab 😭


Pikiran author buntu banget readers,,


Sebenernya setelah selesai novel ini author bakal buat novel baru lagi,, hehehe author emang gak suka buat novel panjang-panjang readers jadi maklumi yaa...


jangan lupa like, comment and vote ya readers 😘


......................


Rain yang tak mau meninggalkan nenek Monica sendiri mengajaknya tinggal bersama di kota, awalnya nenek Nonic menolak namun Rain terus memohon sehingga nenek Nonic pun luluh dan ikut kembali ke kota. Rain tidak tega meninggalkan nenek Nonic sendiri apalagi nenek Nonic yang sebatang kara.


Menempuh beberapa jam akhirnya mereka telah sampai di Mension Sean. Sean tidak akan mengijinkan Rain tinggal di kontrakan yang akan roboh itu.


"Selamat datang tuan" sapa para maid saat Sean turun dari mobil bersama Rain dan nenek Nonic.


Sementara di mobil lainnya terdapat Leo dan Dion, mereka juga ikut ke mension Sean, mereka akan menginap di mension Sean karena merasa lelah dengan perjalanan panjang.


Rain pun diantar ke kamar yang berada di sebelah kamar Sean, karena agar mempermudah Sean menemui Rain atau terjadi apa-apa Sean bisa bergerak cepat. Sementara nenek Nonic tidur di lantai pertama, agar tidak susah naik tangga.


Kini Rain berada di kamarnya, dia memandang takjub dengan kamar itu, sungguh mewah namun elegan.

__ADS_1


"Apa kamu suka?" tanya Sean yang bersandar di pintu


"Iyaa, sangat suka,, makasi Sean" ucap Rain sambil melihat di setiap sudut kamar.


Sean pun mendekat ke arah Rain dan memeluk tubuh Rain dari belakang, Sean menaruh dagunya tepat pada pundak Rain.


"Sean" guman Rain, dia lumaya terkejut karena pelukan dari Sean


Sean pun membalikkan tubuh Rain menghadapnya, Sean tersenyum tulus pada Rain. Rain yang melihat itu hatinya meneduh, ini pertama kalinya Sean tersenyum padanya.


“Apa kamu lapar?" tanya Sean


Suara perut Rain tak pernah berbohong, memang dia belum makan malam, apalagi sekarang dia hamil nafsu makannya semakin bertambah.


Sean yang mendengar suara perut Rain pun terkekeh, "kamu mau makan apa?" tanya Sean lembut.


"Aku ingin makan sup ayam, ikan bakar, blablabla" jawab Rain


"Apa kamu sangat kelaparan? apa perutmu mampu menampung semua makanan itu?" tanya Sean


Rain hanya mengerucutkan bibirnya, dia merasa Sean sedang mengejeknya karena makan terlalu banyak.

__ADS_1


Sean yang melihat itu merasa sangat gemes, "jangan cemberut dong, iya iya aku minta maaf, kamu bisa makan apapun yang kamu suka" ucap Sean


Rain pun melirik ke arah Sean yang sedang menatapnya, " makasi" jawab Rain lirih


"Cuma itu yang aku dapat?" tanya Sean


Rain pun tak mengerti maksud dari Sean, memangnya dia harus bagaimana.


Cup


Tanpa aba-aba Sean langsung mencium bibir Rain sekilas, "lain kali saat ingin berterima kasih, aku ingin kamu menciumku seperti tadi" ucap Sean berlalu


Sementara Rain masih diam membeku memegang bibirnya, "dasar mesum" ucap Rain yang sudah sadar


......................


Rain pun telah selesai mandi, dan kini turun ke ruang makan ditemani salah satu maid atas perintah Sean, Sean tidak mau terjadi sesuatu terhadap Rain oleh karena itu dia akan menyuruh banyak orang untuk menjaga Rain.


Saat sampai dia ruang makan disana sudah ada Sean, nenek Nonic, Leo dan Dion yang duduk disana menunggu Rain. Meja makan itu dipenuhi dengan berbagai macam makanan yang mampu membuat Rain menelan air liurnya.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2