
Setelah kejadian di mading itu banyak para wanita membully Rain, Sedangkan Mila yang setia selalu berada di samping Rain pun ikut di bully. Mereka berdua tidak bisa berbuat apa, dua lawan seluruh wanita di kampus itu bukan lawan yang adil bukan.
BRAKK
"Jadi lo yang namanya Rain" ucap seorang cewek yang tiba-tiba menggebrak meja Rain, saat Rain dan Mila sedang duduk untuk makan di kantin.
"Lo apa-apain sihh" ucap Mila kesal pada cewek itu.
Sudah biasa bagi Rain akhir-akhir ini dia selalu di labrak oleh cewek-cewek di kampus.
"Mil" ucap Rain lirih menarik tangan Mila agar tidak terjadi keributan.
"Udah cukup kita diem aja Rain, gua udah gak tahan" ucap Mila gemeteran menahan emosi.
"Kali ini aja" ucap Rain memohon.
"Dasar cewek pela**r,, gak tau diri berani banget deketin Sean. Sean itu hanya pantas buat Queen Amara" ucap cewek itu.
"Itu mulut udah kayak sampah aja" ucap Mila tak mau kalah.
"Lo jangan ikut campur" ucap cewek itu.
"Emang kenapa? Rain sahabat gua" ucap Mila.
Semua orang pun berkerumun menyaksikan pertengkaran itu, antara Mila dan cewek itu beradu mulut dan saling tarik-menari rambut. Rain yang berusaha memisahkan malah di dorong hingga jatuh.
__ADS_1
Sementara Mila yang masih beradu mulut dengan cewek itu, Rain malah di dekati oleh lima cewek, mereka pun melancarkan aksi menuangkan saus, air, tepung, telur ke kepala Rain.
"Rasain tuhh" ucap Mereka memandang menghina ke arah Rain.
"Ada apa ini ribut-ribut" ucap pak Samuel merupakan dosen killer di kampus XXX.
Semua para mahasiswa pun bubar seketika. "kalian berdua ikut saya" perintah pak Sam kepada Mila dan cewek tadi.
Sementara Rain sudah pergi, Rain berlari dengan deraian air mata. "apa salah aku mencintai Sean" guman Rain yang kini tengah berada di belakang kampus yang sepi.
Rain menangis sejadi-jadinya hingga dia merasa pusing menghampiri kepalanya.
"uwekk uwekk" mual Rain pun datang lagi.
Pandangan Rain pun mulai memudar dan hilang kesadaran.
-CAFE XXX-
"Sean kamu suka makannya?" tanya cewek itu dengan suara yang manja yang tak lain adalah Amara.
Sean hanya datar tak menanggapi semua tingkah menjijikan yang di lancarkan oleh Amara.
Sedangkan Leo dan Dion juga hanya diam saja menikmati makana mereka, "berisik lo" ucap Leo kesal.
"Leo jangan marah gitu dong" ucap Cika manja sambil memegang lengan Leo.
__ADS_1
"Lepasin tangan lo, atau gua buat tu tangan gak berfungsi lagi" ucap Leo tajam.
Cika pun menciut pandangan Leo begitu menyeramkan, "Gua cabut dulu, gua gak tahan disini" ucap Leo bangkit.
"Gua ikut" ucap Dion
"Dion kamu jangan pergi" ucap Sonya.
"Bukan urusan lo" ucap Dion.
Sean pun ikut bangkit. "Sean kamu mau pergi juga? kan kita belum selesai makan" ucap Amara.
Sean menatap tajam ke arah Amara seakan ingin membunuh, membuat Amara menelan ludahnya kasar. Dia urungkan niatannya untuk mencegat Sean.
"Lo udah pada bosen hidup" ucap Sean dingin pada dua sahabatnya itu.
"Sorry gua gak tahan sama Amara and the gank" ucap Leo.
"Iyaa Sorry kita ninggalin lo" ucap Dion.
"Kita ke markas aja, gua mau tidur" ucap Dion.
Mereka pun pergi ke markas Black Devil.
__ADS_1
-Ruangan di dalam Markas-
NEXT