Aku Hanya Gadis Taruhan Sean

Aku Hanya Gadis Taruhan Sean
Bab 46


__ADS_3

Sean pun menghampiri Rain yang sedang duduk di depan api unggun, Sean menyelimuti tubub Rain dan memeberikan Rain susu coklat panas.


"Makasi" ucap Rain yang dibalas senyuman oleh Sean, Sean pun ikut duduk di samping Rain.


Sementara Dion sedang memanggang ikan dan jagung sedangkan Leo bermain gitar, sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu seperti ini karena urusan gelap mereka.


"Leo gua mau reqoust lagu" ucap Dion datang dan duduk di samping Leo dan menaruh hasil ikan dan jagung bakarnya.


"Emang gua pengamen" balas Leo sewet


"Yang bilang lo pengamen siapa? kan gua cuma mau reqoust lagu,, dasar pak lampir" ucap Dion


PLETAKK


Leo memukul kepala Dion bagian belakang, "auw" ringis Dion


"Anjim lo" umpat Dion


Sementara Rain dan Sean tidak mempedulikan mereka, karena mereka tau Leo dan Dion memang tidak pernah akur. Rain dan Sean pun menikmati ikan dan jagung yang di kabar tadi oleh Dion.


"Wihh enak banget yaa, gua cape-cape bakar ikan sama jagung,, kalian tinggal makan aja" ucap Dion pada Rain dan Sean


"Lo kan emang tukang bakar ikan, kenapa gak sekalian aja lo jualan di perempatan jalan raya" timpal Leo

__ADS_1


"Anying lo, muka kayak gua gini gak cocok jadi penjualan kaki lima" ucap Dion


"Iya juga sihh,, tapi muka lo kayak muka orang mesum" balas Leo


Dion pun sampai geregetan, dia tidak bisa membalas ucapan Leo. Sean dan Rain pun hanya terkekeh melihat itu.


Hari pun semakin petang, Leo dan Dion sudah balik ke Villa karane udara semakin dingin, sementara Rain dan Sean masih berdiam diri di sisi pantai. Sebenarnya Sean sudah mengajak Rain balik karena takut Rain masuk angin, tapi Rain ngotot untuk berdiam sebentar.


"Rain ayo balik, ini udah malem" ucap Sean


"Tapi" ucap Rain terpotong


"Gak ada tapi-tapian" ucap Rain tegas


......................


-KAMAR-


Sean pun menaruh tubuh Rain ke kasur dengan hati-hati, "ayo tidur, gak baik ibu hamil bergadang" ucap Sean


Cup cup cup


Sean mengecup seluruh wajah Rain, dan Rain hanya tersenyum mendapat perlakuan manis dari Sean. Sean pun pindah ke samping Rain dan merebahkan dirinya. Mereka saling berhadapan dan memandang wajah satu sama lain, namun Sean pun langsung menarik tubuh Rain ke pelukannya. Sean mengusap rambut Rain lembut dan sesekali mengecup puncak kepala Rain.

__ADS_1


"Setelah liburan ini, aku akan menikahimu Rain" ucap Sean yang membuat Rain mendongakkan kepalanya menatap wajah Sean


"Kenapa,, apa kamu tidak sabar" goda Sean


"Bukan begitu, aku hanya merasa bahagia" ucap Rain dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Sean.


"Tapi Sean,, aku..." ucap Rain


"Apa? apa yang kamu pikirkan" tanya Sean


"Tidak jadi" ucap Rain


"Dasar plin plan, ya sudah tidurlah" ucap Rain


"Selamat malam my princess, have a nice dream" ucap Sean


"You too" balas Rain.


Malam itu mereka habiskan dengan berpelukan, hingga pagi menyapa mereka, sinar matahari menerangi wajah mereka yang berseri, mata itu tertutup tenang tanpa ada rasa beban sedikitpun.


Rain pun mengerjapkan matanya dan membuka mata dan melihat wajah tampan di depannya.


"Dia memang benar-benar tampan, pasti banyak wanita yang akan mengejarnya,, aku harus bagaimana?" ujar Rain

__ADS_1


NEXT


__ADS_2