Aku Hanya Gadis Taruhan Sean

Aku Hanya Gadis Taruhan Sean
Bab 30


__ADS_3

Sinar matahari yang mulai menghilang diganti dengan malam yang di hiasi dengan bintang dan bulan.


"Rain kita dah sampai kost kamu" ucap Leo.


Leo yang tak tega langsung pergi dari rumah Sean dan menghampiri Rain yang terisak di tepi jalan. Leo pun menawarkan untuk mengantar Rain pulang. Awalnya Rain menolak namun dipaksa oleh Leo.


"Makasi ya Le" ucap Rain lirih.


"Rain gua minta maaf" ucap Leo, dia sekarang sungguh merasa bersalah pada Rain.


"Ngapain kamu minta maaf Le, gak ada yang salah kok, dan juga aku bakal berjuang demi cinta aku" ucap Rain


Rain pun keluar dari mobil, "sekali lagi makasi ya Le" ucap Rain


"Sama- sama" balas Leo.


Rain pun masuk ke dalam kost kecilnya itu, Rain menutup pintu dan seketika dia merosot di pintu hingga terduduk dan menangis sejadi-jadinya. Sedari tadi Rain sudah menahan air matanya dan kini dia tidak tahan lagi.


"Sean,, semua ini gak bener kan? kamu pasti bohong kan hiks" ucap Rain dalam tangisannya.

__ADS_1


Hatinya begitu sakit seakan ditusuk oleh seribu jarum, walaupun dia sudah mendengar bahwa Sean dan wanita bernama Vita itu bertunangan dia tetap menyangkalnya. Rain sangat yakin dengan apa yang dia rasakan akan dirasakan juga oleh Sean.


Rain pun menangis hingga tertidur disana, kini matanya mulai bengkak.


......................


Sedangkan di rumah megah itu Sean nampak gusar, hatinya tidak tenang bagai ditusuk seribu jarum saat melihat Rain tadi.


"Sean siapa wanita itu?" Tanya Vita


"Bukan siapa-siapa" jawab Sean datar.


"Kalaupun aku berbohong apa itu menjadi urusanmu?" ucap Sean tajam.


Vita diam seribu bahasa, dia merasa berbeda dengan sikap Sean. Sean yang dulu walaupun datar tapi tidak pernah menatapnya tajam bahkan tadi Sean membentaknya saat mendorong Rain.


"Tentu saja Sean, urusanmu menjadi urusanku juga" ucap Vita melembut


"Bodoh!" guman Sean dan berlalu meninggalkan Vita disana.

__ADS_1


Sean pun menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya, akhir-akhir ini dia merasa lelah. Saat Rain memasuki kehidupannya semua menjadi berbeda dan Sean tak mengerti akan hal itu.


Sean memegang dadanya yang terasa sesak, "**** apa ini? mengapa aku menjadi seperti ini" ucap Sean frustasi.


......................


Matahari kembali menyapa bumi, sama dengan semangat baru Rain. Dia tidak begitu saja menyerah dan apalagi sekarang dia tengah hamil. Anaknya juga membutuhkan ayahnya bukan hanya dirinya saja.


"Semangat Rain!!!" ucap Rain pada dirinya sendiri.


Rain pun telah menguatkan dirinya, kini dia tidak akan secara diam-diam lagi bertemu dengan Sean seperti dulu. Rain tidak peduli lagi dengan orang-orang yang akan mengatai atau menggosipinya nanti.


Di kampus Rain pun mencari keberadaan Sean, sekarang dia sendiri karena Mila sedang di skors oleh pak Samuel. Tidak mudah bagi Rain karena setiap orang di kampus selalu saja membicarakan hal buruk tentangnya, dia pun teringat akan masa lalu dimana dulu dia juga sering di bully oleh temannya pada masa sekolah menengah atas, dia pikir semua itu akan berakhir saat dia masuk perguruan tinggi tapi itu tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan.


Rain terus mencari Sean hingga keriuahan para wanita saat melihat Sean datang dengan Vita bersama Leo dan Dion


"Wahhh apa itu kekasih Sean?" ucap wanita satu


"Mereka sangat serasi" timpal wanita lainnya.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2