
Sampai di sebuah mall besar. "turun" ucap Sean datar pada Rain.
Rain pun turun dari mobil Sean, di depannya kini nampak gedung besar yang mejulang tinggi.
"Mengapa Sean mengajakku ke mall?" itulah pertanyaan di benak Rain.
"Ayo!" ucap Sean sambil menarik tangan Rain. Jantung Rain pun berdetak tak karuan. Tangannya kini digenggam oleh Sean.
"Dasar lambat" guman Sean kesal pasalnya langkah panjangnya tidak dapat dikejar oleh Rain yang bertubuh mungil, dan sekarang dia seperti menyeret seorang anak kecil saja.
"Maaf" ucap Rain dan mempercepat langkahnya menyeimbangi Sean.
Mereka berhenti di sebuah ruangan penuh dengan baju perempuan. "pilihlah!" perintah Sean.
Rain hanya membulatkan matanya, tidak mungkin Sean akan membelikannya baju kan?. itulah yang dia pikirkan sekarang.
"Apa kamu tuli?" ucap Sean yang sedari tadi Rain hanya menampakkan wajah aneh menurut Sean.
"Ahh tidak, uangku sama sekali tidak cukup, dan juga aku masih banyak punya baju untuk apa aku membeli baju lagi" cerocos Rain.
Sean hanya memijit plipisnya, dia benar-benar kesal dibuat oleh Rain. Namun dia juga merasa Rain wanita yang berbeda dari lainnya. Biasanya wanita akan senang diajak ke mall dibelikan ini itu, nah ini malah sangat aneh, dia hanya menampakkan wajah keterkejutannya saja.
"Pilih saja, biar aku yang bayar" ucap Sean datar.
__ADS_1
Baru kali ini Sean boros dengan kata-kata. Biasanya dia akan berkata seperlunya saja, namun wanita ini membuatnya benar-benar harus banyak bicara hari ini.
"Tidak usah, aku juga tidak ingin membeli pakaian" tolak Rain.
"Tidak ada penolakan!" ucap Sean yang mulai meninggikan nadanya.
Rain pun mengikuti perintah Sean. Dia memilih baju sesuai dengan pilihan Sean, karena menurut Sean pilihan Rain terlalu kampungan.
"Lama sekali" ucap Sean menunggu Rain yang sedang berganti pakaian.
Setelah beberapa lama keluarlah Rain dengan dress selutut berwana grey kebiru-biruan. sangat pas dengan kulit Rain seputih susu.
Sean yang melihat itu hanya berguman kecil, "cantik"
Rain yang ditatap Sean merasa malu dan juga merasa aneh saat memakai dress itu.
Sean pun tanpa banyak bertanya langsung, menarik tangan Rain.
"Kita mau kemana?" tanya Rain bingung, namun tidak ada jawaban dari Sean.
......................
Sampailah di sebuah dermaga. banyak lampu yang menghiasi dermaga itu. Rain yang menatap kagum ke arah dermaga itu.
__ADS_1
"Wahh indah sekali" ucap Rain tersenyum meperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Kamu suka?" ucap Sean
"Ya aku suka" ucap Rain bersemangat.
*Ehhh tunggu dulu, mengapa Sean membawaku kesini?* batin Rain.
"Ikut aku!" ucap Sean menarik tangan Rain ke dekat perairan disana terlihat pantulan bulan yang begitu indah.
"Aku mau ngomong serius sama kamu" ucap Sean kini menatap serius ke arah Rain.
Rain yang ditatap begitu menjadi gugup, dia merasa bermimpi bagaimana bisa pria yang selama tiga tahun dia cintai dalam diam dan hanya dia pandang dari jarak jauh saja bisa berada dekat dengannya dalam beberapa hari ini.
"Kamu mau jadi pacar aku?" ucap Sean tanpa basa- basi.
Rain menutup mulutnya dengan telapak tangannya dia sungguh tak percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh Sean.
"kenapa kamu diem?" ucap Sean menaikan salah satu alisnya.
"Apa aku bermimpi?" guman Rain namun dapat di dengar oleh Sean.
Hai readers
__ADS_1
Thanks for come to this page yaaa
hope you all like it๐