
Rain berjalan dengan semangat menuju ke rumah Sean dengan kotak nasi yang dia bawa di tangannya.
"Semoga Sean menyukai ini dan mau memaafkanku" ucap Rain penuh harap.
Saat sudah sampai di depan gerbang rumah Sean, terdapat tiga mobil yang berjalan keluar dari sana.
"Bukannya itu mobil Sean, Leo dan Dion?" ucap Rain segera berlari agar mobil itu belum pergi.
"****" umpat Sean menginjak rem seketika karena Rain yang menghadang di depan mobilnya.
Sean keluar dari mobil dengan wajah gusar, "kamu mau mati hahh?" ucap Sean membentak Rain.
"Siapa Sean?" Tanya Leo yang ikut keluar juga dari mobilnya karena mendadak mobil Sean berhenti.
Sedangkan Dion memilih tetap di dalam mobil karena cuacanya sangat panas, "****,, siapa sihh?" umpat Dion di dalam mobil.
"Maaf Sean aku kesini hanya ingin meminta maaf" ucap Rain lirih dan menghampiri Sean.
"Ini aku buatkan makanan untukmu" ucap Rain dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Aku ingin meminta maaf Sean,, jadi ako mohon jangan marah" ucap Rain.
Sedangkan Sean hanya membuang muka kesalnya tidak menanggapi tangan Rain yang menodongkan kotak makanan itu
__ADS_1
"Hai Rain" sapa Leo.
"Hai Leo" balas Rain.
"Wahhh bawa makanan lagi yaa,, sumpah makanan waktu itu enak banget" puji Leo, Sean yang mendengar itu menaikan satu alisnya. Sean merasa aneh dengan sikap Leo yang ramah terhadap wanita. Karena yang dia tau Leo adalah tipe pria yang anti wanita.
"Terima kasih" balas Rain dengan senyuman.
"Kalo lo suka ambil aja" ucap Sean dingin dan ingin masuk ke dalam mobil
"Sean tunggu,, apa kamu masih marah" ucap Rain.
"Aku mohon jangan marah yaa,, ini aku buat khusus untuk kamu" ucap Rain.
Sean menghempas kotak nasi itu hingga isi di dalamnya berhamburan di jalan.
"Apa menurut kamu aku bakal makan makanan sampah itu" ucap Sean dan menatap tajam ke arah Rain yang sedang menahan air matanya.
"Apa kamu tidak suka? aku akan buatkan yang lain" ucap Rain lirih.
"Sean!!! lo gak perlu kayak gitu juga kali" kini Leo angkat bicara.
"Ini ada apa sihh?" ucap Dion yang akhirnya memilih keluar dari mobil karena merasa bosan.
__ADS_1
Dion pun memandang ke arah Rain dan Sean serta makanan yang berhamburan di jalan.
"Kalo lo mau kenapa gak lo ambil aja" balas Sean naik pitam.
"Setidaknya lo gak perlu kayak gitu juga" ucap Leo kesal.
"Terserah" ucap Sean dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Rain maaf yaa,, dia emang kayak gitu orangnya" Ucap Leo menghampiri Rain yang masih mematung.
Kini air matanya tak bisa di bendung lagi. "gak papa, mungkin Sean tidak menyukainya. aku akan membuatkan yang lain" ucap Rain dengan senyum yang dipaksakan.
"Kalo gua kasih saran, sebaiknya lo nyadar diri. Gak mungkin Sean mau sama cewek cupu kayak lo. gak ada menariknya sama sekali" celetuk Dion.
"Dion!!!" bentak Leo.
"Apa!, apa?!, gua heran sama lo. Apa jangan-jangan lo suka ama ni cewek cupu" ucap Dion dan berlalu masuk ke mobilnya.
"Rain,, lo gak perlu dengerin kata Dion. Gua gak bisa lama, gua pergi dulu" ucap Leo yang juga berlalu.
Kini Rain hanya menatap tiga mobil itu pergi dan menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
NEXT