
"Sean" teriak Rain berlari kecil mengahampiri Mobil yang telah melewati gerbang tinggi itu.
Saat semua sudah memasuki area rumah, gerbang pun akan ditutup, "aku harus cepat atau gerbangnya akan ditutup" ucap Rain.
Sretttt
"Pak tolong izinkan saya masuk pak" ucap Rain yang menahan pak satpam ingin menutup pintu gerbang.
"Maaf nona, anda tidak boleh masuk tanpa seizin tuan" ucap pak satpam
"Saya mohon pak" ucap Rain sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
"Maaf nona" ucap pak satpam ingin menutup gerbang tapi berhenti setelah mendengar seseorang menghentikannya.
"Tunggu pak!" ucap Vita datang karena terjadi keributan di depan gerbang sehingga membuat dia penasaran apa yang sedang terjadi.
"Selamat sore nona Vita" ucap pak satpam sopan.
Rain pun menatap Vita dengan kagum, Vita wanita yang cantik dengan postur tubuh profesional.
"Kamu siapa?" tanya Vita dingin
"Ahhh saya ingin bertemu dengan Sean nona" jawab Rain
Vita pun menaikan salah satu alisnya, dia berpikir mengapa wanita yang menurutnya kampungan itu berani menyebut nama Sean langsung.
"Emang kamu siapanya Sean?" ucap Vita tajam yang membuat Rain menciut
"A..a..ku" ucap Rain gagap dan dipotong oleh Vita
__ADS_1
"Kenalin aku Vita tunangan Sean" ucap Vita memberi tau kalau pria yang dicari oleh Rain adalah kekasihnya.
"Tunangan?" guman Rain tak percaya.
"Ada apa?" ucap Sean yang baru datang bersama Leo dan Dion.
Rain pun beralih menatap Sean, pandangan kedua bertemu. Deg jatung Sean dan Rain memompa lebih cepat.
"Rain, kamu kesini" ucap Leo mendekat ke arah Rain.
Leo tidak menyangka gadis itu akan ke rumah Sean, Leo merasa takut dan kasihan jika Rain tau Sean telah kembali dengan Vita.
"Sean,, aku ingin kita bicara" ucap Rain kepada Sean tanpa menggubris Leo
Dipikiran Rain sekarang apakah benar Sean bertunangan dengan wanita yang bernama Vita ini.
"Sean apakah dia tunangan kamu?" tanya Rain nenunjuk Vita.
"Ya jelaslah gua tunangan Sean" jawab Vita dan mendekat ke arah Sean sambil bergelayut manja di lengan Sean.
"Sean jawab aku" ucap Rain lagi.
"Apa kamj buta, dia emang tunangan aku" ucap Sean membentak Rain.
"Hahaha kamu bohong kan, aku tau kamu bohong Sean. Aku tau kamu cuma cinta sama aku seperti aku mencintai kamu kan Sean?!" ucap Rain dengan menahan sekuat air matanya agar tak jatuh.
Sean hanya membuang muka tak membalas perkataan Rain.
"Lo sebenarnya siapa sihh?" ucap Vita kini yang mulai geram.
__ADS_1
"Gua gak suka lo deketin Sean" ucap Vita sambil mendorong Rain hingga jatuh
"Auww" ringis Rain
Sean yang melihat itu emosi, "VITA!!!" bentak Sean.
"Sean kok kamu bentak aku" ucap Vita tak mau kalah.
"Rain kamu gak papa kan?" tanya Leo yang membantu Rain berdiri.
"Aku gak papa kok, makasi" ucap Rain
Rain pun kembali menatap Sean, "Sean sebenernya aku..." ucapan Rain terpotong.
"Sebaiknya kamu pergi" bentak Sean.
"Sean!!" Leo pun angkat bicara.
"Lo gak usah ikut campur, ini urusan gua" ucap Sean tajam ke arah Leo
"Pak usir dia!!" perintah Sean pada pak satpam.
"Ayo nona" ucap pak satpam mengarahkan Rain ke arah gerbang.
"Sean,, aku mohon dengerin aku dulu. Sean aku cinta sama kamu, aku cinta banget sama kamu. Aku gak bakal nyerah Sean aku akan berjuang untuk cinta kita, aku tau kamu juga cinta sama aku" teriak Rain yang ditarik oleh pak satpam keluar.
"Sean gua gak habis pikir sama lo" ucap Leo dan berlalu pergi
NEXT
__ADS_1