Aku Hanya Gadis Taruhan Sean

Aku Hanya Gadis Taruhan Sean
Bab 32


__ADS_3

Leo tidak langsung membawa Rain ke kostnya, dia mengajak Rain pergi ke cafe untuk menenangkan Rain. Leo tau Rain sekarang sangat sedih dengan sikap dingin dan acuh dari Sean.


"Rain minum dulu" ucap Leo sambil menodorkan segelas air yang dibawa pelayan tadi.


"Makasi Le" balas Rain.


"Sebenarnya apa yang mau kamu omongin sama Sean?" tanya Leo karena sedari kemarin Rain selalu mengatakan akan memberitahu Sean sesuatu.


"Sebenarnya aku" jawab Rain ragu, dia ingin Sean orang pertama yang tau bahwa dia hamil setelah Mila.


"Kalo lo gak mau bilang gua gak akan maksa" ucap Leo lembut.


"Sebenarnya aku hamil Le" Ungkap Rain jujur


"Apa!!" sontak Leo dibuat kaget oleh apa yang barusan Rain katakan, wanita di depannya ini hamil.


"Lonhamil?" tanya Leo lagi


"Iya" jawab Rain lirih.


"Jadi ini yang mau lo kasi tau sama Sean? biar gua aja yang ngasi tau dia" ucap Leo.


Leo merasakan Sesak didadanya dia tidak tau kenapa, yang jelas setelah mendengar Rain sedang mengandung anak Sean membuat hatinya berdeyut sakit. Tetatpi dia berusaha untuk menetralkannya agar tak terlihat sama sekali.


"Ahhh tidak usah Le, aku ingin mengatakannya secara langsung" tolak Rain

__ADS_1


"Okay kalo itu mau lo" ucap Leo tanpa membantah, dia tidak ingin terlalu mencampuri urusan Rain dan Sean


......................


-MARKAS BLACK DEVIL-


Di sebuah club mewah yang terdapat di dalam Markas itu Sean dan Dion sedang berdiam diri.


"Kemana tu anak tengik ya?" ucap Dion tak melihat keberadaan Leo.


"Ehhh itu anak udah dateng" ucap Dion sambil melihat Leo yang baru datang.


"Lo abis kemana?" tanya Dion


"Bukan urusan lo" ucap Leo dan mendudukan dirinya di sofa.


Leo pun menatap Sean yang hanya memandang wine ditangannya, entah apa yang dipikirkan oleh pria tampan itu.


*Sean sebenernya gua pengen bilang sama lo kalau Rain lagi hamil, tapi gua udah janji sama Rain kalau gua gak bakal bilang sama lo karena Rain sendiri yang bakal bilang. Semoga dengan Rain hamil bisa buat lo sadar dan gak jatuh dalam permainan ular itu* batin Leo.


Sebenarnya Leo telah sangat berusaha mencari bukti kebusukan Vita tapi tetap saja dia gagal, dan sampai sekarang dia tetap menyuruh orang untuk mematai Vita.


Dalam keheningan Sean tiba-tiba bangkit dari duduknya. Kedua temannya pun mengeryitkan dahi.


"Lo mau kemana?" tanya Leo

__ADS_1


"Lusa ulang tahun Vita" jawab Sean datar.


"Jadi lo mau buat kejutan buat cewek itu" ucap Leo sinis


"Hemm" hanya itu jawaban Sean


"Wihh bakal ada party dong, gua paling suka ini, pasti bakal ada banyak cewek- cewek cantik" ucap Dion bersemangat.


"Dasar otak ***** lo" ucap Leo


"Anying,, lo aja gak normal" timpal Leo


"Lo bakal buat party besar? biar gua bantu" ucap Dion menawarkan diri pada Sean


"Gak perlu, semuanya udah diurus" ucap Sean dan berlalu, dan saat dia mencapai pintu luar sebuah senyuman menyeringai entah apa yang sedang direncanakan oleh Sean.


Sedangkan kedua sejoli itu masih enggan untuk pergi apalagi Leo yang baru datang.


"Gua heran, lo kayak dendam gitu ama Vita" ucap Dion


"Karena cewek ular itu gak pantas buat Sean" ucap Leo sambil menyesap wine


"Apanya yang gak pantes, dia cantik body bak model, keluarga terpandang juga" ucap Leo


"Lo emang bodoh yaa, makanya tu otak jangan isinya *** doang" ucap Leo

__ADS_1


"Ban*sat" umpat Dion kesel.


NEXT


__ADS_2