Aku Hanya Gadis Taruhan Sean

Aku Hanya Gadis Taruhan Sean
Bab 37


__ADS_3

POV Rain On


A*pa yang aku harapkan, semua hanya semu. Sean kenapa kamu tega sama aku? apa karena aku cupu, jelek kayak yang orang bilang. Apa aku salah Sean suka sama kamu? mengapa dunia begitu kejam? bahkan orang tuaku juga membuangku dan sekarang pun begitu.


Sean aku kira kamu juga memiliki rasa yang sama, aku kira kamu berbeda, aku kira kamu tidak memandangku melalui fisik melainkan hati. Aku salah, aku bodoh begitu naif dan percaya kepadamu.


Aku lelah, Sean walaupun aku udah tau kalau aku cuma bahan taruhan kamu mengapa aku masih berharap itu semua bohong, aku berharap ini hanya mimpi buruk.


Sean mungkin dengan pergi aku akan bisa, melupakan kamu. Aku akan bawa bayi kecil kita, setidaknya dialah sekarang yang menjadi kekuatan ku. Sean aku harap kamu bahagia*


Malam itu aku dengan perasaan kalut, aku pergi meninggalkan kota itu. Rasanya semua harapanku telah hancur, dan juga aku tidak bisa melanjutkan kuliah karena beasiswaku telah dicabut entah apa yang salah dengan nilaiku, nilaiku bahkan meningkat setiap per semesternya. Ya sudalah mungkin ini memang takdirku.


Aku melangkah dari kontrakan kecil yang biasa aku tempati, begitu banyak kenangan yang telah aku lewati disini.


"Sayang,, mama akan selalu jaga kamu" ucapku sambil mengusap perut datarku

__ADS_1


Kini hanya Sean juniorlah yang membuatku memiliki tujuan hidup, Cintaku mungkin telah kandas tapi aku masih memiliki bayi di perutku.


"Selamat tinggal Sean" gumanku


POV Rain Off


......................


Pranggg


“Apa aku menggaji kalian secara percuma- cuma?" bentak Sean


“Maaf atas kelalain kami tuan" ucap salah satu diantara mereka


"Maaf? sekarang kalian cepat cari Rain sampek ketemu!!! kalau terjadi sesuatu padanya maka nyawa kalian taruhannya, CEPAT PERGI!!!" bentak Sean

__ADS_1


"Baik tuan" kedua orang itu pun berlalu pergi.


"Rain kamu dimana?" guman Sean sambil memijat plipisnya yang terasa pening.


Sean yang tadi menerima kabar bahwa Rain hilang secara mendadak pun emosi, dia benar-benar khawatir pada Rain dan bayi yang dikandung Rain. Pikiran negatif Sean pun bermunculan, dia takut Rain diculik oleh musuhnya karena hubungannya dengan Rain hampir sudah diketahui, walau Sean bilang tidak tapi musuhnya mungkin akan tetap menargetkan Rain.


Sebenarnya sedari dulu Sean telah menyuruh bawahannya mengkuti semua kegiatan Rain, dan melaporkannya pada Sean. Sean pun sudah tau dari awal bahwa Rain hamil tapi dia pura-pura tidak tau dan cuek walau sebenarnya dia sangat bahagia. tapi apa boleh buat dia tidak bisa mengekspresikan kebahagiannya tersebut dan malah membuat Rain terluka karena meragukan bayi dalam kandungan Rain.


"Rain maafin aku, aku terpaksa lakuin semua ini sayang. Aku janji aku bakal bahagiain kamu dan anak kita" guman Sean.


Sean pun mengambil kunci mobil, dia berencana ke markas Black Devil dan menyuruh semua bawahannya untuk mencari Rain, dan Sean pun juga akan terjun langsung mencari Rain. Sean sangat berharap Rain dan bayinya dalam keadaan baik-baik saja.


Mobil Sean pun melesat membelah jalanan di sepanjang kota dan masuk ke area perhutanan tempat markas Black Devil.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2