
Pesta yang tenang itu pun berubah menjadi tempat pertumapahan darah.
Dor Dor Dor
Suara tembakan memenuhi ruangan itu, "**** jadi lo udah ngerencanain semua ini" ucap Riko yang kini terlihat meperihatinkan.
Sebenarnya Sean mengadakan pesti ini memang khusus untuk menjebak Riko, dan juga kini Sean telah melakukan penyerangan besar ke markas pusat Riko yang berada di Kanada.
"Gimana? lo suka?" tanya Sean dingin
"Cuhh,," Riko meludah
"Anj*ng, potong lidahnya! dan sebelum dia mati siksa dia dulu sampai dia yang menginginkan kematian itu sendiri!" ucap Sean datar
"Lo gak bisa lakuin ini sama gua!!!" teriak Riko dan kini dia dipukul habis oleh bawahan Sean sehingga tak berdaya dan dibawa ke ruangan eksekusi.
Sean hanya menyeringai tajam, dan kini pandangannya beralih pada Vita.
"Sean aku gak bersalah, pria bajingan itu yang telah menghasut aku Sean" ucap Vita dan kini memeluk kaki Sean namun Sean menendang perut Vita hingga tergeletak ke lantai
"Sekali sampah yaa tetep sampah" ucap Sean
"Sean,, apa kamu lupa aku udah bantu kamu buat tau markas Riko,, Sean aku bener-bener tulus cinta sama kamu Sean" ucap Vita mengiba
__ADS_1
"cinta? tapi sayangnya gua gak cinta sama lo" ucap Sean tajam.
"Kamu bohong Sean, buktinya kamu peduli sama aku, kamu gak dingin sama aku kayak cewek lain" ucap Vita menyangkal
"Bodoh! gua cuma ngikutin permainan lo,," ucap Sean
"Sean aku ngaku salah, emang awalnya aku dekitin kamu karena permitaan Riko. Tapi Sean sekarang aku bener-bener cinta sama kamu" ucap Vita
"Gua gak butuh cinta lo! kalian bawa wanita ini!. Terserah kalian apakan tapi jangan sampai dia lepas" ucap Sean
Dua orang berbadan tegap pun menghampiri Vita yang masih setia bersimpuh di lantai, dia tidak menyangka di hari ulang tahunnya akan terjadi hal seburuk ini.
"Jangan mendekat!" teriak Vita pada dua orang itu namun tetap saja tidak digubris, Vita pun di seret ke ruangan gelap dan dikurung.
"Kita apain mayat-mayat ini?" tanya Leo
"Cincang! kasi kucing kecil gua" ucap Sean
"Gua gak nyangka Vita ada hubungan sama si bre**sek Riko" ujar Dion
"Makanya jadi orang pinter dikit" ucap Leo menimpali.
"Ehhh gua itu jenius yaa, jangan pernah lo remehin kemampuan gua" ucap Dion
__ADS_1
"Jenius apa, jenius bercinta" ucap Leo
"Anjim lo" ucap Dion
Di tengah perbincangan mereka datanglah seoarang dengan baju hitam, topi dan maskernya.
"Lapor tuan" ucap pria itu dan memberi hormat pada Sean
"Hemm" jawab Sean
"Nona Rain telah sampai di rumahnya dengan selamat" ucap pria itu
Mendengar itu membuat hati Sean tenang, salah satu masalahnya kini telah selesai tapi masih banyak sekali musuh yang ingin menjatuhkan Sean walaupun Riko merupakan saingan yang bisa dibilang sepadan, tapi kini Riko telah lenyap maka sekarang Sean bisa bernafas lega.
"Kerja bagus" ucap Sean
"Tapi tuan nona terlihat sedih" lanjut pria itu.
Sean tau Rain pasti sangat sedih karena perkataannya tadi, tapi apa boleh buat begitu banyak mata yang menyaksikan, dia tidak mau mengambil resiko atas keselamatan Rain.
"Kau awasi dia, jangan biarkan sesuatu terjadi, jika terjadi sesuatu kau tau kan apa akibatnya!" ucap Sean
NEXT
__ADS_1