
-PULAU PRIBADI Sean-
"Wahh indah sekali" ucap Rain yang sedang berada di dalam helikopter pribadi Sean, Rain melihat di bawah terdapat pulau dengan air pantai bewarna biru dan pasirnya berwana putih.
"Apa kamu suka?" tanya Sean yang duduk di sebelah Rain
"Yaaa aku sangat suka" ucap Rain bersemangat
Mereka berliburan berempat tanpa nenek Nonic, nenek Nonic tidak ingin ikut karena merasa cepat lelah oleh karena itu nenek Nonic tetap berdiam di mension Sean.
Helikopter pun medarat di lapangan luas, Sean dan Rain pun turun dari helikopter, terdapat disana sudah ada bodygat berbadan tegap sambil memegang payung menyambut mereka.
"Selamat datang tuan, nyonya" sambut bodygat itu.
......................
Di pulai kecil namun indah itu sudah terdapat Villa yang begitu megah
"Sean berapa banyak kamu memiliki pulau?" tanya Rain karena waktu mereka pacaran dan saat malam pertama mereka Sean juga mengajaknya ke pulau tapi bukan pulau ini.
__ADS_1
"Itu tidak penting, aku sangat kaya, kalau kamu menikah denganku kamu tidak akan kekurangan uang sedikit pun" ucap Sean sombong
"Ohhh yaa,," ucap Rain dengan nada mengejek
"Iyaa sayang" ucap Sean
Sementara di belakang mereka Dion dan Leo terus berjalan mengikuti mereka mendengarkan percakapan dua pasangan itu.
"Woi,, apa kalian sedang pamer kemesraan di sini" ucap Dion
"Makanya cari pasangan" timpal Sean
Mereka pun ke kamar masing-masing, dan di kamar Leo dia sedang merenung, "kamu bahagia aku juga bahagia Rain" guman Leo menatap kaca yang mengarah pada pantai.
"Andai aja waktu dapat aku putar,, pasti aku yang sekarang bersama kamu" guman Leo lagi.
Leo telah menyadari perasaannya pada Rain, namun dia tidak akan melakukan sesuatu yang membuat orang yang dia cintai terluka. Sean juga sudah dia anggap sebagai saudaranya sendiri oleh karena itu dia akan merelakan Rain untuk Sean, bagaimanapun juga sekarang Sean sangat mencintai Rain itu membuat Leo semakin yakin untuk melepaskan perasaannya.
Hari pun telah sore, tapat matahari akan menghilang sebentar lagi, meraka berempat pun ke sisi pantai disana para maid telah menyiapkan semua yang diperintahkan Sean yaitu menyiapkan kayu bakar untuk membuat api unggun nanti malam, serta ikan, jagung dan keperluan yang dibutuhkan seperti orang yang akan berkemah.
__ADS_1
"Sean lihat itu" ucap Rain sambil menarik tangan Sean ke arah dekat pantai dan menunjuk sunset
"Apa kamu sangat suka dengan sunset, bahkan dulu kamu juga sangat antusias seperti ini" ucap Sean sambil memeluk tubuh Rain dari belakang
"Iyaa, sunset adalah awal dari indahnya bintang-bintang di atas langit" ujar Rain sambil terus menatap sunset
"Aku sudah punya bintang yang paling indah,, kamu Rain! kamu bintang terindah dalam hidupku" ucap Sean sambil manjatuhkan dagunya di pundak Rain
"Dasar gombal" ucap Rain
"Aku tidak menggombal sayang,,, kamu adalah hal terpenting dalam hidupku" ucap Sean serius
"Aku mencintaimu Sean, sangat" ucap Rain langsung berbalik badan dan memeluk Sean erat.
Sean pun membalas pelukan Rain, senyumannya terus mengembang tanpa bisa dia hentikan.
"I love you too baby" ucap Sean sambil mengecup puncak kepala Rain berkali-kali.
Mereka berdua pun mengahabiskan waktu mereka dengan melihat sunset sampai malam pun datang.
__ADS_1
NEXT