Aku Hanya Gadis Taruhan Sean

Aku Hanya Gadis Taruhan Sean
Bab 5


__ADS_3

"Yahhh hujan" ucap Rain yang kini berlari menuju salah satu toko agar tak kehujanan.


Rain baru akan pulang dari kerja part time-nya. "lebih baik aku berdiam disini dulu sampai hujannya reda" ucap Rain.


Setelah beberapa saat menunggu hujannya reda, namun hujannya tak kunjung berhenti malah semakin deras.


"Bagaiman ini, sudah semakin malam" ucap Rain gusar.


Saat Rain hendak akan beranjak dari toko itu, dia memilih kehujanan daripada harus menunggu hujan yang tak tau kapan redanya. Namun langkahnya terhenti oleh mobil Sport hitam yang terlihat sangat mahal dan mewah.


Keluarlah Sean dari mobil itu dan menghampiri Rain. Rain mematung di tempat menatap tak percaya ke arah Sean.


"Ikut aku!" ucap Sean datar dan langsung menarik tangan Rain memasuki mobilnya.


Rain masih tak sadar, dia hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh Sean.


Di dalam mobil kini Rain baru sadar, sekarang dia berada satu mobil dengan pria pujaannya.


"Dimana rumahmu?" tanya Sean datar yang masih fokus pada jalanan.


"Tidak usah mengatarku, aku bisa pulang sendiri" ucap Rain gugup.


"Aku tidak suka dibantah!" ucap Sean menatap tajam ke arah Rain.


Rain yang ditatap seperti itu menjadi menciut dan kini hanya menurut karena tidak ingin membuat Sean marah. Namun dalam benaknya masih terdapat banyak pertanyaan mengapa Sean bisa datang dan menawarkan tumpangan padanya. Ini benar-benar sangat mustahil, Sean yang tidak pernah dekat dengan siapapun selain kedua temannya itu kini mengajak Rain pulang bersama.

__ADS_1


"Siapa namamu?" tanya Sean datar.


*Apa? Sean bertanya namaku* batin Rain.


"Apa kamu bisu?" ucap Sean sedikit kesal.


"ahhh maaf,, namaku Rain" jawab Rain


Sebenarnya Sean telah mencari tau semua tentang Rain, dia tau Rain adalah anak yatim piatu yang mendapat beasiswa untuk melanjutkan studynya, dan biodata lainnya. Bukan masalah besar bagi Sean mencari informasi targetnya.


......................


"Terima kasih" ucap Rain sambil tersenyum ke arah Sean.


"Hemm" itulah jawaban Sean.


"Apa aku sedang beemimpi? apa tadi benar Sean?" ucap Rain sambil menepuk- nepuk pipinya sampai memerah.


"Auww" ringis Rain karena dia menepuk pipinya terlalu kuat.


"Ahhh ternyata bukan mimpi"


Rain pun masuk ke dalam rumah kumuh itu, dengan perasaan senang.


Sementara Sean masih fokus pada jalanan dan berhenti di sebuah club milik Dion. Sean ada janji berkumpul dengan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Hai bro, lama banget lo" sapa Dion pada Sean yang baru datang.


"Hemm" Sean langsung duduk tanpa menghiraukan sapaan Dion.


"Mau gua cariin cewek bro?" ucap Dion lagi namun hanya mendapat pelotot dari Sean.


"Santai bro!. gua kan cuma nawarin, kalo lo gak mau yaudah" ucap Dion.


"Hahaha makanya lo jangan sok nawarin cewek jal**ng lo itu" ucap Leo terkekeh.


"Diem lo" sungut Dion


"Gimana? udah ada kemajuan?" tanya Leo pada Sean


"Lumayan" jawab Sean singkat.


Leo sudah tau bukan hal yang susah bagi Sean untuk mendapatkan seorang wanita.


"Gimana kalo gua kasi waktu lo 1 bulan" ucap Leo


"Terserah!" jawab Sean sambil meneguk wine itu tanpa sisa.


"Ehh gua duluan yaa gua mau bersenang-senang dulu" ucap Dion sambil merangkul dua cewek.


"Awas aja lo kena AIDS!" ucap Leo

__ADS_1


"Lo nyumpahin gua yaa" ucap Dion kesel dan pergi meninggalkan Sean dan Leo.


__ADS_2