Aku Hanya Gadis Taruhan Sean

Aku Hanya Gadis Taruhan Sean
Bab 42


__ADS_3

Bulan bersinar terang menerangi bumi, serta ditemani bintang-bintang yang membuat langit malam begitu indah di desa XXX.


Sean duduk terdiam dia luar rumah, terdapat taman di belakang rumah nenek Nonic. Sean merenung, dia tidak bisa tidur dan memustuskan untuk duduk terdiam di luar mencari udara segar.


"Kamu belum tidur?" tanya Rain


Rain keluar dari kamar ingin minum air putih karena kehausan, dia tidak melihat Sean di ruang tengah dan itu membuat dia mencari Sean dan melihat Sean sedang duduk di taman sendirian.


"Aku belum bisa tidur" jawab Sean tersenyum sendu.


Rain pun ikut duduk di samping Sean, dan ikut menatap ke langit.


"Kamu sendiri, mengapa belum tidur? tidak baik ibu hamil bergadang!" ucap Sean


"Aku haus dan ingin mengambil air minum" jawab Rain.


"Ohhh, Rain" ucap Sean dan kini Sean menggenggam tangan Rain erat dan menatap mata Rain lekat.


Rain yang ditatap begitu merasa gugup, "iya,, apa?" tanya Rain.

__ADS_1


"Makasi kamu udah mau beri aku kesempatan,, apa kamu tau saat aku gak bisa nemuin kamu? aku ngerasa hampir gila, aku takut terjadi sesuatu sama kamu" ucap Sean


Rain pun tersenyum mendengar perkataan Sean, "aku pikir kamu gak akan pernah datang" ucap Rain lirih.


"Rain maafin aku,, kamu pasti nunggu lama. Aku emang pengecut! aku udah nyakitin perasakan kamu berulang kali, bahkan aku bohongin diri aku sendiri. Tapi semua itu aku lakuin agar kamu tetep aman sayang" ucap Sean


"Maksud kamu?" tanya Rain tak mengerti perkataan Sean, aman? memang siapa yang mengincarnya.


Rain belum mengetahui kalau sebenarnya Sean adalah King Mafia dari Black Devil yang memiliki banyak musuh. Setiap musuh dari Sean pasti akan mencari kelemahan Sean, maka dari itu selama ini Sean selalu menutupi perasaan pada Rain. Namun akhirnya Sean tak sanggup lagi menutupinya, dia sudah tidak dapat menahan perasaannya, bagaimanapun kedepannya Sean akan melindungi Rain dan anaknya sekuat tenaga.


"Kamu tau kan aku Ceo yang terkenal, pasti banyak yang akan mengincar aku, mereka akan mencari kelemahan aku Rain" ucap Sean


"Aku belum mengerti" ucap Rain


Mendengar penjelasan Sean, Rain terharu dan tanpa terasa air matanya jatuh.


"Maafin aku,, aku udah salah sangka sama kamu" ucap Rain lirih


"Kamu gak salah sayang,," ucap Sean mendekap tubuh Rain dalam pelukannya.

__ADS_1


"auw" ringis Rain


"Kamu kenapa?" tanya Sean khawatir


"Aku gak papa,, cuma aku rasa bayinya bergerak" ucap Rain


Sean langsung duduk berjongkong di hadapan Rain sehingg kini wajahnya sejajar dengan perut Rain.


"Apa anak kita bisa bergerak?" tanya Sean sambil mendekatkan telinganya ke perut Rain


"Iyaa,, kadang- kadang dia mendang" ucap Rain sambil mengelus puncak kepala Sean


"Apakah sakit?" tanya Sean panik


"Tidak Sean" ucap Rain


"Maaf,, saat kamu hamil aku gak ada disamping kamu" ucap Sean sendu


"Gak papa, yang penting sekarang kamu ada disini. Janji jangan pernah tinggalin aku lagi" ucap Rain

__ADS_1


"Janji,, kamu juga. jangan kabur-kabur lagi" Sean mencubit pelan hidung Rain.


NEXT


__ADS_2