
"Sean" teriak Rain yang membuat Sean berbalik menghadapnya.
Sebenarnya sedari tadi Rain mencari kesempatan untuk bertemu dengan Sean, namun selalu tidak bisa dan saat Rain melihat Sean berjalan ke arah belakang kampus yang dimana tempat itu jarang dikunjungi oleh para mahasiswa, dia langsung menyusul Sean.
Rain berjalan mendekat ke arah Sean dengan senyum yang terus mengembang.
"Sean kamu kemana saja? mengapa tidak pernah menghubungiku? apa kamu ada urusan? atau kamu sakit?" cerca Rain seperti sopir bajai.
Sean hanya diam dengan wajah datarnya menatap ke arah samping.
"Sean aku sangat merindukan kamu. aku takut kamu meninggalkan aku" ucap Rain lirih.
"Apa kamu juga merasakannya?" tanya Rain kepada Sean yang sedari tadi hanya diam saja.
"Dasar bodoh" hanya itu yang dikatakan oleh Sean.
"Bodoh?" ucap Rain yang terlihat bingung.
"Kamu masih belum mengerti juga?" ucap Sean berbalik bertanya.
Rain hanya mengernyitkan dahinya menandakan dia tidak mengerti.
__ADS_1
"Aku tidak mengerti maksudmu Sean" ucap Rain.
"Huhhh" nafas berhembus kasar dari hidung mancung Sean.
"Kamu memang wanita terbodoh yang pernah aku temuin" ucap Sean kesal dan berlalu pergi tapi tangannya dicegat oleh Rain.
"Sean, aku minta maaf karena tidak bisa mengerti apa yang kamu katakan" ucap Rain polos dengan raut wajah sedih.
Sean menghempas tangan Rain dan berlalu pergi, "Sean apa kamu marah? apa aku membuat kesalahan?" tanya Rain sedikit berteriak karena Sean sudah hampir jauh dari dirinya.
"Sean" guman Rain menatap punggung Sean
"Dasar wanita tak tau diri!!!" teriak wanita yang membuat Rain berbalik mencari sumber suara.
"Amara" guman Rain lirih.
Amara seorang gadis modis, cantik dengan body bak model merupakan putri dari pak Miko salah satu tempat perusahaan Sean berinvestasi. Sudah lama Amara menyukai Sean namun dia tidak berani secara terang-terangan mengejar Sean karena dia juga merasa takut pada Sean. Dan sekarang dia melihat Rain si gadis cupu, miskin berani mendekati pria idamannya.
"Lo gak ngaca yaa? udah jelek miskin. Jadi gua peringatin lo jangan pernah deketin Sean" ucap Amara tajam.
Rain hanya bungkam, namun dia tidak akan menuruti perkataan Amara. Dia adalah pacarnya Sean. Siapa Amara yang melarang-larang dirinya.
__ADS_1
"Lo denger gak" ucap Amara sambil menarik rambut Rain
"Auww lepaskan!" ucapan Rain mengaduh kesakitan.
"Kalo sampai lo berani deketin Sean lagi, gua bakal hancurin hidup lo" ucap Amara menghempas Rain hingga terjatuh ke tanah.
"Ayo guys kita tinggalin cewek jelek ini" ucap Amara pada dua temennya.
"Ayo gua juga udah gak tahan, lama-lama ketularan jelek gua" ucap Sonya.
"Hahaha,, bener tuhh" ucap Cika.
Amara dan temannya meninggalkan Rain sendiri disana. Air mata Rain tak dapat dibendung lagi. Rain menangis dalam diam tanpa suara.
"Kamu harus kuat Rain. memangnya siapa dia yang harus kamu turuti" ucap Rain menghapus air matanya.
"Tapi mengapa Sean berubah? apakah aku membuat kesalahan? aku harus meminta maaf nanti" ucap Rain.
Rain pun bangkit dan beranjak dari tempat itu. Rain memikirkan cara apa yang akan dia lakukan untuk meminta maaf pada Sean, tidak mungkin dia hanya akan mengatakan kata-kata saja.
__ADS_1
Amara Visual
NEXT