
Ibu Ana sudah mengetahui semuanya, nenek Nonic sudah menceritakan semuanya kepada Bu Ana.
Bu Ana sempat marah dan tidak mengijinkan Rain bersama Sean, namun nenek menjelaskan kembali bahwa Sean tidak seburuk yang dia bilang.
Bu Ana pun mengizinkan mereka, dan lagipula dia melihat Rain sangat bahagia bersama Sean dan apalagi sekarang Rain tengah hamil tiga bulan atau hampir empat bulan.
......................
Acara pernikahan yang begitu megah yang berlangsung di Hotel XXX.
Kini Rain dengan gaun putih yang menjuntai ke belakang layaknya seoarang ratu, dan tidak lupa perutnya yang buncit membuatnya terlihat sexy di mata Sean yang sedang menunggu di altar memandangi Rain yang berjalan di tengah karpet merah.
Semua para tamu pun melihat ke arah Rain, Nenek Nonic, Bu Ana serta anak-anak pantin yang melihat Rain merasa terharu, sampai menitikkan air mata bahagia.
Rain pun menerima uluran tangan Sean dan menuntunnya manaiki tangga.
Mereka pun maungucapkan janji suci pernikahan, Sean pun membuka penutup wajah Rain kemudian terjadilah adegan yang ditunggu-tunggu oleh penonton yaitu adegan ciuman.
"Cie yang udah nikah" ucap Dion menghampiri Sean dan Rain, mereka sedang menerima selamatan dari para tamu.
"Sekarang udah gak sendiri lagi tidurnya" lanjut Dion
__ADS_1
"Iya gak kayak lo, tidur meluk guling" balas Leo
"Ehhh lo sama aja kali, bahkan lo sampai karatan tuh" ucap Dion.
Sementara Sean hanya diam tak menghiraukan kedua sahabatnya yang saling meradu mulut itu.
"Sean sebaiknya lo beriin tips buat Leo, biar gak karatan punyanya dia" ucap Dion
Pletakkk
Leo memukul kepala Dion karena berbicara sembarangan di depan umum, "auww apa-apaan sih lo" ucap Dion kesel
"Kalian bener-bener gak bisa akur ya" ucap Rain
"Ciehhh bby, bby... kuping gua gak budek kan?" ucap Dion
"Leo tolong lo bawa anak satu ini, iket dikandang buaya" ucap Sean yang sudah mulai kesal dengan Dion
"Ehh gua cuma bercanda kali" ucap Dion
"Okay Sean" Leo pun menarik tangan Dion menjauhi kedua pengantin baru itu.
__ADS_1
Acara selamatan itu pun berlangsung sampai petang, hingga Rain tidak bisa berdiri lagi. Kakinya benar-benar sakit sehingga membuat Sean khawatir dan menggendongnya ke kamar.
"Apakah sakit?" ucap Sean, dia mendudukan Rain di pinggir ranjang. Sean pun melepas heels yang dipakai Rain, melihat kaki Rain yang memerah membuat Sean geram.
"lain kali gak usah pakai heels lagi" ucap Sean sambil mengoleskan salep yang telah diambil beberapa saat.
"Aku gak papa kok" ucap Rain berharap Sean tak terlalu mengkhwatirkannya.
"Gak papa gimana, kaki kamu udah bengkak gini" ucap Sean sambil terus mengolesi salep.
Rain pun merasa diperhatikan oleh Sean, yang sekarang sangat lembut padanya. "Sean,, makasi untuk semuanya" ucap Rain
Sean pun menatap Rain, "aku juga mau berterima kasih karena kamu udah mau menerima aku, dan beriin aku kesempatan" ucap Sean sambil menggenggam tangan Rain
"I love you" ucap Sean
"I love you too, more and more honey" balas Rain
Cup
Sean pun mengecup bibir Rain, dan beralih ke telingan Rain.
__ADS_1
"Walau ini bukan malam pertama kita, tapi aku akan buat kamu merasakan yang namanya pengalaman pertama setelah pernikahan" bisik Sean yang membuat Rain merinding.
NEXT