
Tanpa izin dari Rain, Sean langsung menarik tangan Rain untuk mengikutinya.
"Ehhh apa-apaan lo!" ucap Mila mencegat Sean yang menarik tangan Rain.
Sean hanya menatap tajam ke arah Mila, dia benar-benar kesal dengan perempuan itu.
"Lepasin Rain!" ucap Mila meninggikan nada suaranya.
Melihat Sean dengan muka yang memerah menahan emosi seketika Rain angkat bicara.
"Mil,, gak papa kok" ucap Rain menenangkan Mila.
"Gak bisa Rain,, dia..." jawab Mila terpotong karena Sean langsung menarik Rain mengikutinya.
"Lambat!" guman Sean
Sedangkan Mila kini semakin kesal dengan kelakuan Sean, dia pun menyusul Rain yang dibawa oleh Sean.
"Ehhh lo, budek yaa!. Lepasin sahabat gua!" teriak Mila.
Sean pun berhenti mendadak yang membuat wajah Rain terbentur denganpunggung tegap Sean.
"Auwww" ringis Rain memegangi hidungnya yang terbentur.
Sean pun kini menatap tajam ke arah Mila, seketika atmospir berubah menjadi mencengkam dan mengerikan.
__ADS_1
"Kalo lo bicara lagi, gua pastiin lidah lo bakal gak berada di tempat yang sama" ucap Sean dengan seringai devilnya, membuat bulu kuduk Mila berdiri.
Mila terdiam di tempat menelan ludahnya kasar. *pria ini benar-benar berbahaya* batin mila dengan peluh dingin.
Sean pun kembali menarik tangan Rain sampai ke parkiran dan membuat Rain masuk ke dalam mobilnya.
......................
Kini di sebuah restauran mewah terlihat Rain dan Sean sedang duduk bersama. Hening tanpa ada pembicaraan antara mereka.
*Mengapa Sean membawaku kesini?* batin Rain.
"Permisi tuan dan nona,, ingin memesan apa?" tanya seorang waiter sopan.
Sean tidak menggubris waiter itu dan langsung mengambil menu makanan, "kamu mau makan apa?" tanya Sean pada Rain.
Sean hanya menatap tajam ke arah Rain. Sean tidak suka ada penolakan ataupun bantahan.
"Bawa semua menu makanan yang ada di restauran ini" ucap Sean datar pada waiter itu.
Rain hanya membulatkan matanya, siapa yang akan memakan semua itu
*Pasti dia orang kaya* batin waiter dan berlalu pergi.
Keheningan pun melanda dua insan itu yang pada akhirnya Rain angkat bicara.
__ADS_1
"Sean" panggil Rain lirih
"hemm" itulah jawaban Sean.
"Siapa yang akan memakan semua pesana itu?" tanya Rain. Tidak mungkin kan Sean akan makan sebanyak itu.
Sean yang tadi fokus pada ponselnya beralih menatap Rain.
"Siapa lagi?” kata Sean ambigu.
"Uangku tidak cukup untuk membayar makanan disini. Makanan disini terlalu mahal" ucap Rain polos.
*Apa gadis ini berpikir aku tidak mampu membayar makanan disini. **** dia terlalu meremehkan ku* batin Sean
"Apa kamu pikir aku gak bisa bayar makanan disini?" ucap Sean kesal.
"Ahh bukan begitu, hanya saja sayang menghabiskan banyak uang hanya untuk makan" ucap Rain
"Kamu gak usah pikirin biaya makanan. Aku bukan orang miskin yang bakal nyuruh kamu bayar" cercah Sean.
"jadi kamu traktir aku?" tanya Rain lagi.
*Astaga selain culun cewek ini juga bodoh* batin Sean
"Hemm" hanya itu jawaban Sean
__ADS_1
Beberapa saat kemudian waiter pun datang dengan berbagai menu makanan yang menggugah selera Rain. Baru kali ini dia melihat makanan semewah dan terlihat sangat lezat.
*Kampungan* batin Sean saat melihat Rain tapi tampak Senyum kecil yang terpancar dari wajah Sean dan orang lain tidak akan menyadarinya