
Di kampus pun terjadi keributan di depan mading, "itu ada apa yaa kok rame banget?" tanya Mila
Rain pun terfokus pada kerumunan orang-orang disana, "coba liat yuk" ajak Mila sambil menarik tangan Rain menuju kerumunan.
"Dasar gadis jelek berani sekali dia mendekati king di kampus ini" ucap salah satu wanita
"Iya memang tidak tau diri" ucap yang lainnya menimpali.
"What!!!" ucap Mila yang melihat siapa yang menjadi pusat perhatian semua orang yang tak lain adalah Rain yang sedang mencegat Sean.
Amara yang merasa emosi itu pun memotret Rain waktu itu, dia tahu ada banyak wanita yang menyukai Sean di kampus ini. Jika semua orang tau kalau Rain yang tak lain adalah si cewek jelek miskin berani mendekati idola mereka, kalian bisa bayangkan bagaimanakehidupan Rain selanjutnya.
"Rain itu kamu" ucap Mila menujuk mading itu.
"Wah wah, pemeran utama kita sudah datang guys" ucap Amara.
Semua orang pun terpusat dengan keberadaan Rain, mereka semua memandang tajam ke arah Rain.
"Apa- apain sih kalian" ucap Mila langsung maju ke depan mading dan mencopot semua foto-foto Rain dengan Sean.
"Ehh lo gak usah ikut campur" ucap Sonya.
"Rain sahabat gua!!. Jadi gua gak bakal biarin kalian nyakitin dia" ucap Mila sambil menuding ke tiga perempuan itu.
"Dasar jal**g,, berani banget lo nunjuk-nunjuk gua. Lo tau gua siapa hahhh!!" ucap Amara naik pitam
__ADS_1
"Gua gak peduli siapa kalian" ucap Mila tak kalah dari Amara.
"Isshh dasar"
Plakkk
Amara menampar wajah Mila. "karena lo sendiri yang ikut campur jangan salahin gua kalo gua bakal buat lo hancur" ancam Amara.
"Jangan!, jangan sakiti Mila. Ini semua salah aku" ucap Rain memegang pipi merah Mila.
"Ini semua emang salah lo, dasar gak tau diri. Kalo lo punya kaca liat tampang lo yang menjijikan itu. Sama sekali gak pantes buat Sean" ucap Amara menghina.
Semua orang pun menyuraki dan memaki Rain.
BYURRR
"Stop!!!" ucap Mila tapi tak ada yang mehiraukan.
"Hahaha dasar gadis jelek" ejek mereka.
"Ada apa disana?, kayaknya seru" ucap Dion dan diikuti oleh Sean dan Leo.
"Sean" guman Rain wajahnya terangkat dan menatap Sean mengiba tapi Sean sama sekali tak menatapnya.
"Sean!!!" teriak semua wanita disana histeris.
__ADS_1
"Sean kita sudah memberi hukuman pada wanita itu" ucap Amara yang mencari perhatian
"Ohh ya?" balas Sean sambil menatap acuh ke arah Rain yang basah kuyup.
"Kalian semua bubar!" kini Leo angkat bicara, dia mendekat ke arah Rain dan melepas jaketnya untuk dipakaikan pada Rain.
Semua wanita semakin menatap benci ke arah Rain. "Dasar wanita murahan tidak berhasil mendapatkan Sean sekarang Leo yang diembat" bisik-bisik para wanita.
"Kalian tidak bubar juga?!!!, atau kalian akan menerima akibatnya" ucap Leo yang mulai meninggikan nadanya yang membuat semua wanita itu pergi.
"Ngapain lo belain wanita jelek itu sih Leo?" ucap Cika berusaha mendekat ke arah Leo mencari perhatian
"Kita gak sedeket itu, dan juga gua gak kenal sama lo" ucap Leo dingin dan membantu Rain berdiri.
“Makasi Leo" ucap Rain lirih dan beralih memandang Sean, dia berharap Sean yang membelanya tadi bukan Leo.
"Sean nanti siang kamu sibuk gak, kita makan siang bareng yuk" ajak Amara dengan suara yang berusaha dimanja-manjakan.
"Terserah lo" ucap Sean
"Serius? ya udah jam 11 di cafe XXX" uca Amara bersemangat.
Rain yang mendengar Sean akan makan berdua dengan Amara merasa cemburu dan sedih.
Sedangkan Sonya berusaha mendekati Dion tapi Dion tidak menggubris sama sekali.
__ADS_1
Sean menatap Rain yang nampak murung, Sean tau Rain sedang cemburu. Hati Sean rasanya marah melihat Rain diperlakukan seperti itu tapi egonya lebih besar. Sean menepis semua rasa aneh itu.
NEXT