Aku Hanya Gadis Taruhan Sean

Aku Hanya Gadis Taruhan Sean
Bab 31


__ADS_3

Okay reader sebelumnya banyak yang gak suka visualnya karema author pakek orang korea jadi author udah ganti visualnya.


Semoga sesuai ya reader


Sean




Leo



Dion



Okay reader semoga sesuai, dan juga untuk eps yang sebelumnya udah author ganti visualnya


Ya udah back to story


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


Amara yang juga menyaksikan itu juga ikut emosi tapi dia menciut karena sekarang saingannya bisa dibilang lebih darinya.


"Sialan dia lebih dari aku" umpat Amara.

__ADS_1


Semua orang pun memandang kagum ke arah Sean and the gank.


"Sean" panggil Rain menyela jalan Sean, semua orang pun menatap tajam ke arah Rain.


"Dari tadi aku mencarimu" ucap Rain sambil tersenyum.


melihat itu Vita jadi emosi, "lo lagi, lo lagi!, emang gak tau kapok yaa" ucap Vita emosi.


Vita pun mengambil minuman dari salah satu anak wanita yang berderet disana.


BYURRR.


Vita Menyiram muka Rain dengan minuman itu, "rasain lo" ucap Vita.


Semua orang pun menatap puas karena Vita mewakili mereka memberi pelajaran pada Rain.


"Vita!!" bentak Sean.


"Lepasin" Ucap Sean datar menghempas lengannya yang dipeluk oleh Vita.


Sean mendekat ke arah Rain, dia menatap wanita itu yang begitu pucat dan berantakan.


"Apa yang kamu mau omongin sama aku?" Tanya Sean tajam kepada Rain.


"A...ku" ucap Rain gugup, dia merasa ragu mengatakan kalau dia hamil di depan banyak orang. Dia yang hanya mendekati Sean sudah di bully seperti ini apalagi kalau sampai orang tau dia hamil anak Sean, dirinya mungkin akan dalam bahaya.


"Apa?" tanya Sean lagi


"Apa kita bisa berbicara berdua saja Sean?" ucap Rain memohon.

__ADS_1


"Kalo kamu mau ngomong, ngomong aja aku gak punya banyak waktu" ucap Sean dingin.


"Tapi Sean" ucap Rain


"Kalo kamu udah selesai aku pergi" ucap Sean


Sean pun pergi namun sebelum itu dia membisikan sesuatu pada Rain, "kita udah gak ada hubungan lagi, dan sebaiknya kamu pergi dari hidup aku!" bisik Sean.


Sementara orang-orang disana menatap tidak percaya dan iri pada Rain karena bisa sedekat itu pada Sean.


Sean pun pergi sedangkan Rain air matanya jatuh tanpa permisi, hubungannya berakhir begitu saja, harapannya mulai menipis.


Rain ambruk kakinya tak mampu menompang badanya, dia merasa lemah seketika, "gak ini gak mungkin" gumannya sambil menangis tanpa suara.


"Hey dasar pel**ur,, lo masih berani deketin Sean yaa" ucap Amara menarik rambut Rain


"Auww" ringis Rain


"Gua ingetin sekali lagi yaa, jangan pernah deketin Sean" ancam Amara sambil menghempas tarikannya sehingga Rain terbentur pada tembol dan dahinya berdarah.


Tinggalah kini Rain dengan tangisan yang menemaninya, "Rain" ucap Leo


"Rain lo gak papa kan" tanya Leo, dia memilih pergi dari Sean dan Dion karena dia rasa Rain sekarang dalam keadaan yang tak baik-baik saja.


"Hiks hiks Le, Sean bohong kan" ucap Rain sesenggukan.


"Emang apa yang udah dibilang ama Sean?" tanya Leo


"Sean, Sean" ucap Rain tak kuat mengatakan Semuanya

__ADS_1


"Yaa udahh lo tenang dulu, gua anterin lo pulang yaa" tawar Leo.


NEXT


__ADS_2