
"sayang, Rain" ucap Sean khawatir, kini dia melihat Rain yang tengah berbaring
"Sean kamu udah dateng" ucap Rain yang terlihat lega.
"baik kami akan segara memulai persalinan" ucap dokter
Sean pun menggenggam tangan Rain, dia tau melahirkan normal itu sangat menyakitkan.
"Rain kamu harus kuat sayang" ucap Sean
"tarik nafas buang, ayok sedikit lagi" ucap dokter
ruangan itu pun menjadi saksi teriakan Rain saat melahirkan, bahkan Rain menggenggam tangan Sean sangat kuat.
Setelah berjam-jam akhirnya lahirnya bayi pertama mereka yang berjenis kelamin pria dan setelahnya disusul berjenis kelamin wanita.
mendengar suara tangisan bayi, Sean pun sampai menitikkan air mata.
"sayang makasi ya atas semuanya" ucap Sean sambil mengecup kening Rain
Rain hanya tersenyum lembut, dia merasa bahagia karena bisa mendengar suara bayinya.
Dokterpun membersihkan tubuh bayi pasutri itu dan setelahnya mengantar bayi itu pada mereka.
Sean yang menggendong bayi itu meresa gemeteran, dia sungguh tak percaya bayi itu hasil dari perbuatannya.
__ADS_1
Sean sangat hati-hati menggendong mereka, "sayang lihat mereka sangat lucu dan menggemaskan" ucap Sean
"iya" jawab Rain yang masih terbaring lemah.
......................
"wah bayinya lucu sekali, ini kok semuanya mirip ayahnya ya" ucap nenek Nonic saat menggendong si kembar
"apa kalian sudah memberi nama si kembar?" tanya Nenek Nonic.
"belom nek,, nanti Sean sama Rain bakal buatin nama yang bagus buat mereka" ucap Sean.
"gimana kalo namanya Inem sama Tarjo?" ucap Dion
"anjir lo,, lo kira apaan anak gua" ucap Sean kesal sedangkan Dion malah tertawa karena berhasil membuat Sean kesal.
"Mila!!" ucap Rain
"Rain kamu gak papa kan, mana yang sakit?" tanya Mila
"aku gak papa kok Mil" balas Rain
"kamu jahat Rain, kamu gak bilang aku kalo mau lahiran" ucap Mila cemberut.
"gila lo,, mana keburu bilang sama lo tu anak udah lahir dari perut" ucap Dion menimpali sedangkan Mila hanya menatap Dion tajam.
"dasar si pembuat onar, gua gak bicara sama lo" ucap Mila
__ADS_1
"kalo kalian mau berantem silahkan diluar gua gak mau suara kalian mengganggu ketenangan istri dan anak gua" ucap Sean
"ya elah,, dia aja suruh keluar" ucap Dion
"apa!! lo aja yang keluar" balas Mila tak mau kalah.
jadilah mereka berdua keluar melanjutkan perdebatan mereka.
"dasar Dion tu mulut udah kayak petasan, ada aja diributin" guman Leo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
kini tinggal Sean dan Rain yang berada di dalam ruangan pasien bersama kedua buah hatinya.
"kira-kira nama apa yang bagus untuk mereka?" tanya Rain sambil mengelus lembut puncak kepala putranya, sedangkan putrinya di gendong oleh Sean.
"apa yaa?" balas Sean.
"gimana kalo Rayen Elard Zaskhara?" tanya Rain antusias pada Sean
"nama yang bagus,, aku suka" balas Sean dengan senyuman lembut.
"kalo gitu aku akan menamai putri kita Angel Raina Zaskhara" ucap Sean
"aku suka" ucap Rain
Mereka kini telah menjadi orang tua, Sean bahkan sangat hati-hati dalam menggendong buah hatinya. Dia takut melakukan kesalahan atau apapun itu, Sean juga telah mempersiapan semua keperluan bayi kembar dari tempat tidur, baju, mainan dan yang lainnya walau Sean membuat asistennya kewalahan dan kedua sahabatnya pun ikut-ikutan.
NEXT
__ADS_1