
Sudah hampir 4 minggu Rain dan Sean berpacaran dan tinggal beberapa haru lagi pertaruhan antara Sean dan Leo akan berakhir. Sean memang tetap datar dan dingin, namun Rain selalu berusaha membuat Sean berubah. Rain juga menceritakan semua tentang kehidupannya ke pada Sean dan juga awal dia jatuh cinta pada Sean.
"Sean kita akan kemana?" tanya Rain
"Nanti kamu bakal tau" ucap Sean datar.
Mendengar itu Rain tidak bertanya lagi.
Sampailah mereka di pantai dan jauh di seberang pantai terlihat pulau.
"Turun" ucap Sean.
Rain pun turun, "wahh indah sekali" ucap Rain dengan senyuman yang mengembang.
"Ikut aku!" Sean menarik tangan Sean menaiki kapal kecil dan menuju ke pulau itu.
Sampai di pulau itu yang tak lain adalah pulau pribadi milik Sean, disana juga terdapat Villa besar nan mewah.
"Wahh.." hanya itu yang keluar dari mulut Rain menatap takjub
"Sean mengapa kita kesini?" tanya Rain.
"Liburan" jawab Sean singkat
"Tapi kan kita masih ada jam kuliah" ucap Rain
"Kamu tenang aja, aku udah minta izin" ucap Sean
__ADS_1
"Benarkah" tanya Rain gembira. Dia benar-benar bahagia bisa belibur dengan pria yang dia cintai.
"Sean, aku mencintaimu" ucap Rain dan langsung
Cup
Kecupan itu mendarat di pipi Sean. Sean yang mendapatkan perlakuan itu membulatkan matanya dan memegang pipinya dan beralih melihat Rain yang berlari menjauhinya.
"Dasar wanita bodoh" guman Sean.
......................
Matahari hampir mehilang namun masih terlihat sinar orange yang begitu indah.
"Lihat sunsetnya indah sekali" ucap Rain sambil menunjuk ke arah sunset kepada Sean.
*Biasa saja* batin Sean
"Ayo ke Villa! ini sudah hampir malam" ucap Sean.
"Bisakah kita berdiam disini sebentar saja, aku ingin melihat bintang" ucap Rain memohon.
"Apa bagusnya menatap bintang. sangat membosankan" ucap Sean.
"aku mohon sebentar saja, aku yakin kamu pasti menyukainya" ucap Rain memelas.
Akhirnya Sean pun mengalah untuk pertama kalinya.
__ADS_1
*Okay, kali ini aku mengalah, tapi setelah pertaruhan ini selesai jangan harap aku mau mengalah* bantin Sean kembali duduk di sebelah Rain.
Malam pun datang dan banyak sekali bintang-bintang yang menghiasi langit serta suara deburan ombak yang menemani dua insan itu.
"Sean lihat sangat indah bukan" ucap Rain sambil memandangi langit.
"Dulu aku sering melihat bintang bersama anak-anak panti. Kami berharap akan ada bintang jatuh" ucap Rain bersemangat.
"Ehhh lihat ada bintang jatuh!" ucap Rain langsung menutupnya dan menangkupkan tangannya di dada.
Sean hanya melihat kelakuan Rain, "dasar wanita aneh" guman Sean menatap bintang-bintang.
Rain pun selesai dengan permohonannya, dia menatap ke arah Sean.
"Apa kamu udah membuat permohonan?" tanya Rain
"Mengapa aku harus ngelakuin hal bodoh itu?, apapun yang aku inginkan pasti aku dapetin" ucap Sean datar
"Hehehe iya juga yaa" ucap Rain terkekeh.
"Apa kamu tau apa yang aku minta?" ucap Rain
"Ya mana aku tau" ucap Sean
"Aku meminta semoga orang aku sanyangi selalu bahagia" ucap Rain
*Dan aku berharap kamu adalah jodoh aku Sean, kita akan selalu bersama saat suka maupun duka sampai maut memisahkan kita* lanjut Rain di dalam hati.
__ADS_1
Mereka pun menghabiskan malam itu dengan menonton bintang-bintang dan saat malam semakin dingin mereka kembali ke Villa.