
-CAFE LEO-
Satu minggu telah berlalu, Rain selalu menunggu Sean pulang dari Berlin. Rain juga sering mengirim pesan kepada Sean.
π© Sean,, apa kamu sudah makan? kapan kamu balik dari Jerman? aku sangat merindukanmu. Aku ingin mengatakan sesuatu π. Dan pasti kamu akan sangat terkejut setelah mendengarnya.
π© Sean mengapa kamu lama sekali pulang, apa tugasnya sangat banyak? kalau aku disana aku pasti akan membantumu agar tugasmau cepat selesai. Semangat Sean
Rain yang malang selalu mengirim pesan dan berharap dapat balasan dari Sean, tapi nihil tidak ada balasan satupun dan yang paling membuat Rain sedih adalah Sean memblock nomornya.
"Kenapa di block" guman Rain sedih sambil menatap layar ponselnya yang jadul itu.
"Mungkin karena aku terlalu cerewet,, iya itu pasti. Mungkin aku telah mengganggu pekerjaannya" ucap Rain berusaha positif thinking.
"Duarr" ucap Dina mengagetkan Rain
"Ahh Dina" sungut Rain.
"Hahaha habisnya lo ngelamun terus akhir-akhir ini" balas Dina.
"Hehehe gitu yaahh" balas Rain.
"Hai Rain" sapa Leo yang tiba-tiba datang
"Hai pak" jawab Rain formal karena Leo merupakan atasannya sekarang.
__ADS_1
"Gak usah seformal gitu kali, gua ngerasa tua jadinya" jawab Leo.
"Selamat sore pak" sapa Dina
"Hemm" jawab Leo
*Buset tadi ama Rain ramah banget, lah sama gua dingin banget anjir* batin Dina.
"Saya permisi dulu pak" jawab Dina meninggalkan Rain dan Leo.
"Le apa Sean udah balik?" tanya Rain sendu.
"Dia balik hari ini, mungkin udah di dalem pesawat" jawab Leo yang seketika membuat senyuman tulus itu mengembang.
"Makasi infonya Le" jawab Rain
"Donβt worry" balas Leo.
*Rain gua minta maaf sama lo, karena ide pertaruhan koyol itu lo jadi korban. Dan apa lo tau hari ini Sean dateng sama cewek ular itu, gua gak bisa bilang karena gua gak mau lo sakit hati* batin Leo.
......................
Leo dan Dion yang berada di bandara sedang menunggu Sean, dan saat Sean datang dengan Vita membuat mood Leo menjadi jelek.
"Jadi ini urusan yang lo maksud?" ucap Leo datar saat melihat Sean datang dengan Vita yang bergelayut manja di lengan Sean
__ADS_1
"Hemm" jawab Sean
*Sean asal lo tau, Vita itu cewek ular. gak pantes buat lo* batin Leo.
"Wihhh ternyata lo udah nemuin Vita tohh" ucap Dion
"Hai Leo, hai Dion" sapa Vita
"Hai" balas Dion, berbeda dengan Leo yang tak memandang Vita sedikitpun.
Mereka pun naik ke mobil yang sudah disiapkan dan menuju ke rumah Sean.
Sementara disisi lain Rain juga sedang menuju ke rumah Sean dengan bekal makanan dan kali ini dia membuat menu spesial untuk Sean. Setelah mendengar dari Leo kalau Sean datang sore ini Rain pun sangat bersemangat dan langsung pergi ke pasar membeli bahan-bahan makanan dan memasaknya.
Rain yang sudah dekat dengan rumah Sean pun melihat sederet mobil mewah melawatinya, dan tak salah pasti itu adalah Sean yang telah tiba.
"Akhirnya, aku harus cepat" guman Sean sambil berlari kecil.
"Sayang kita akan bertemu dengan ayah" ucap Rain pada bayi di dalam perutnya.
Sedangkan di dalam mobil, "siapa wanita itu?" ucap Vita melihat dari kaca mobil menatap Rain yang tersenyum ke arah mobil mereka.
Sean pun mengalihkan pandangannya dan menatap Rain yang tersenyum tulus dan berlari kecil seperti mengejar mobilnya.
NEXT
__ADS_1