
"Jangan pernah kamu bilang kalau kamu benci sama aku Rain" ucap Sean lirih.
"Emanh awalnya ini semua hanya taruhan, tapi" ucap Sean terpotong.
"Tapi apa? kamu udah berhasil kan,, apa sekarang kamu udah puas" ucap Rain.
"Rain aku nyesel udah jadiin kamu taruhan, aku tau kamu cewek baik. Aku yang bodoh karena udah nyakitin kamu" ucap Sean
"Udah Sean,, kalo kamu kesini cuma mau minta maaf, sebaiknya kamu pergi aja" ucap Rain.
"Aku belom selesai bicara Rain" ucap Sean
"Kamu mau ngomong apa lagi Sean, sebaiknya kamu pergi! aku gak mau liat kamu lagi" ucap Rain dan ingin pergi berlalu namun langkahnya terhenti mendengar pernyataan Sean.
"Aku cinta sama kamu Rain" ucap Sean dalam sekali tarikan nafas.
Rain pun membalikan tubuhnya menghadap Sean, dia menatap wajah Sean dan mencari kebohongan disana namun tak terlihat.
__ADS_1
"Apa kamu mencoba untuk bohongin aku lagi Sean? apa belum cukup?" tanya Rain.
Sean pun mendekat ke arah Rain, "aku gak bohong, aku cinta sama kamu" ucap Sean serius.
"Aku cinta dengan ketulasan kamu, kamu membuat dunia aku berubah menjadi lebih berwarna" ucap Sean.
"Jadi aku mohon, tolong maafin aku dan beri aku kesempatan" ucap Sean memohon.
Namun Rain tak bergeming, "aku tau kamu masih ragu, aku akan buktiin kalo aku bener serius Rain" ucap Sean karena tak mendapat tanggapan dari Rain.
Sean pun memeluk tubuh Rain, dan seketika tangis Rain pencah dalam pelukan Sean.
"Huss,, maafin aku ya sayang, aku janji akan bahagian dan jagaiin kamu sama anak kita" ucap Sean sambil terus memeluk tubuh Rain.
"Hiks aku harap kamu gak bohongin aku" ucap Rain
Sean pun melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Rain yang sudah dibasahi air mata, hatinya sakit melihat wanita yang dia cintai menangis.
__ADS_1
"Aku gak bohong sayang, aku selalu pengen kamu ada disisi aku,, jadi ayo kita menikah" ajak Sean
"Menikah?" ucap Rain tak percaya dengan pria yang selama ini dia cintai mengajaknya menikah.
"Iya sayang, ayo kita menikah nyonya Zaskhara" ucap Sean
Mereka pun tenggelam dalam pembicaraan meraka tanpa mempedulikan yang lain, sementara disisi lain Leo dan Dion hanya memantau dari jarak jauh, mereka tak ingin mengganggu momen Rain dan Sean.
*Senoga kamu bahagia Rain* batin Leo, hatinya sedikit berkedut, tidak dia pungkuri dia memiliki rasa kepada Rain, namun rasa itu datang terlambat.
......................
Hari pun mulai malam, Rain tidak mau ikut Sean menginap di Villa dekat dengan desa itu dengan Sean karena dia tidak ingin meninggalkan nenek Nonic sendiri, bagaimanapun juga Rain sudah menganggap nenek Nonic seperti neneknya sendiri. Dan karena itu Sean memutuskan untuk menginap di rumah nenek Nonic juga, sementara Leo dan Dion balik ke Villa.
Rain pun menjelaskan semuanya pada nenek Nonic, dan itu membuat nenek Nonic kesal pada Sean dan memukul Sean dengan sapu, Sean hanya menghindar tak membalas. Rain pun menghentikan nenek Nonic dan drama itu pun berakhir.
"Hey anak muda, jangan pernah kau sakiti cucuku lagi" ucap Nenek Nonik
__ADS_1
Next