Aku Hanya Gadis Taruhan Sean

Aku Hanya Gadis Taruhan Sean
Bab 38


__ADS_3

3 Bulan Kemudian


Hari demi hari Sean mencari keberadaan Rain yang entah kemana, tapi Rain tak dapat ditemukan bahkan Mila pun tak tau keberadaan Rain dan ikut mencari Rain bersama Sean and the gank.


Sean kini nampak seperti orang yang hilang arah, "Rain kamu dimana" racau Sean yang kini mabuk berat.


"Sean lo gak boleh kayak gini,, gua yakin Rain pasti baik-baik aja" ucap Leo sambil mengambil botol Wine yang di pegang oleh Sean.


"Apa dia marah sama gua? makanya dia pergi" ucap Sean sendu.


"Gua gak bermaksud buat nyakitin dia, gua cuma gak mau dia dalam bahaya. Apa gua udah keterlaluan? ya gua terlalu nyakitin dia, gua salah. Le gua gak mau kehilangan dia" ucap Sean


Leo yang menatap keadaan Sean sekarang merasa kasihan, seorang king Devil yang di takuti banyak orang sekarang begitu terpuruk.


"Gua gak mau kehilangan dia Le" ucap Sean lagi


"Kita bakal cari Rain sampek ketemu, lo tenang aja" ucap Leo menenangkan.

__ADS_1


Sementara Dion yang biasanya banyak bicara hanya diam menatap Sean yang kacau, Dion sudah menganggap Sean sebagai saudaranya sendiri. Dion tidak tega melihat keadaan Sean.


Sean mengarahkan semua bawahannya mencari Rain di seluruh kota XXX hingga ke luar kota tapi entah mengapa Rain tak kujung ditemukan.


"Sebaiknya lo istirahat dulu" ucap Leo dan memapah Sean ke kasurnya.


"Gua gak perlu istirahat, gua cuma mau nyari Rain sama anak gua" racau Sean.


"Lo jalan aja kayak gitu, di sapu angin dikit aja udah jatuh" ucap Dion mencairkan suasana.


"Anjim lo" ucap Sean menuding Dion dan kini dia tertidur.


"Kalo dia gak mabuk ya mana mungkin gua ngomong gitu, dasar dodol" ucap Dion


Dua orang itu pun saling bercekcok seperti biasanya, namun tidak sesering dulu karena keadaan sekarang yang tak mengijinkan.


......................

__ADS_1


Sementara di sebuah desa kecil yang kaya akan perkebunan tehnya nampak wanita yang sudah paruh baya sedang beristirahat di bawah pohon besar yang rindang bersama rekan yang lainnya.


“Nenek!" teriak wanita membawa rontang makanan menghampiri wanita paruh baya itu.


"Rain" ucap Nenek Monica yang sering disapa Nonic atau nenek Monic, seorang sebatang kara karena ditinggal seluruh keluarganya karena sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa suami dan anak-anaknya.


"Nenek ini Rain bawain makanan" ucap Rain bersemangat.


"Hati-hati nak, kamu tidak sendiri. Didalam perut kamu ada kehidupan" tegur nenek.


"Hehehe iya nek" balah Rain.


Rain pada waktu meninggalkan kontrakkannya dulu sangat kebingungan mau kemana, sempat dia tidur di depan toko dan paginya pemilik toko marah dan langsung mengusirnya.


Rain yang tak punya arah tujuan waktu itu bertemu nenek Monic yang waktu itu nenek Monic dan rekan lainnya sedang menaiki mobil pick up untuk membawa hasil perkebunan ke kota.


Nenek Monic yang pertama kali melihat Rain langsung jatuh hati pada Rain yang terlihat polos dan jujur, sehingga nenek Monic mengajak Rain ke desa XXX untuk tinggal bersamanya, semulanya Rain menolak karena takut merepotkan namun mendengar cerita nenek yang hidup sebatang kara membuat hati Rain mengiba dan akhirnya ikut bersama nenek Monic.

__ADS_1


Next


__ADS_2