
"Sean" panggil Leo menatap Sean yang masih setia menyesap winenya.
"Hemm"
"Gak jadi hehehe" ucap Leo, Sean hanya menautkan alisnya sesaat dan kembali menyesap wine itu.
*Semoga cewek itu bisa ngerubah lo Sean, dan asal lo tau Vita bukan cewek yang baik. Dia bekerja sama dengan Riko buat ngehancurin kita* batin Leo
#FLASHBACK ON#
"Tuan ini informasi mengenai nona Vita" ucap pria tegap dan memberi sebuah USB pada Leo.
"Kerja bagus" ucap Leo sambil mengibaskan tangannya menyuruh pria itu pergi.
Leo pun memasukan USB itu ke laptonya. "**** dasar wanita jal**ng berani sekali dia bermain-main" ucap Leo setelah menonton video yang terdapat dalam USB itu.
Dimana Vita dan Riko bersekongkol untuk menjatuhkan Sean dan yang paling parahnya yaitu Vita adalah kekasih Riko.
Leo yang tersulut emosi menyuruh anak buahnya untuk mencelakai Vita dengan memutus rem mobilnya sehingga Vita mengalami kecelakaan.
#FLASHBACK OFF#
*Maaf Sean gua belum bisa cerita sama lo,, gua tau karakter lo, sebelum lo liat sendiri kejadian aslinya, lo gak akan pernah percaya. Dan gua emang bodoh seharusnya gua langsung ngasi USB itu sama lo tapi karena kecerobohan gua USB itu hilang* Batin Leo
"lo kenapa?" ucap Sean membuyarkan lamunan Leo.
"Gak apa" ucap Leo cengengesan
__ADS_1
......................
"Rain" teriak Mila melambaikan tangan dari kejauhan.
Rain yang melihat itu tersenyum dan mendekat ke arah Mila.
"Hai Mil,, dah dari tadi?" kata Rain.
"iyaaa, kamu sihhh lama banget" ucapnya pura-pura kesal.
"Hehehe maaf yaa" ucap Rain
"Yaudah ayo masuk kelas nanti keburu telat" ucap Mila menarik tangan Rain.
-Di Dalam Kelas-
"Udah kok Mil" ucap Rain
"Dimana? Terus pekerjaannya apa?" tanya Mila lagi.
"Kemarin aku ngelamar pekerjaan di cafe, terus aku jadi seorang pelayan disana" ujar Rain
"Ohhh, padahal aku udah nawarin kamu buat kerja di butik mama aku, tapi kamu gak mau" kata Mila.
Sebenarnya Mila sudah beberapa kali menawarkan pekerjaan pada Rain, namun Rain menolak karena alasan tidak ingin merepotkan Mila.
"Gak apa kok Mil. Aku suka kok bekerja di cafe itu dan juga cafe itu lumayan dekat dengan kontrakkan aku" jawab Rain
__ADS_1
"Yasudahlah" ucap Mila menghela nafas kasar.
Keheningan kelas berubah menjadi ramai, suara-suara teriakkan histeris dari gadis-gadis disana karena Sean kini yang menjadi pusat perhatian sedang berjalan memasuki kelas Rain.
"Wahh dia benar-benar terlihat seperti pangeran" ucap gadis satu.
"Aku ingin menjadi pacarnya" timpal gadis lainnya, dan masih banyak lagi yang menatap kagum ke arah Sean.
Sedangkan Sean tetap pada wajah datarnya yang membuat para wanita- wanita itu semakin berteriak histeris.
"Ada apa sihh" ucap Mila terganggu.
Sontak mata Mila membulat karena dia melihat Sean mendekat ke arahnya dan Rain.
"Rain!, Rain bukannya itu cowok pujaan kamu" ucap Mila sambil menggoyang-goyangkan tangan Rain.
Rain yang tadinya fokus pada buku catatannya pun beralih menatap Mila dan ke arah Sean.
"Sean" guman lirih Rain.
Sean kini berdiri tepat di depan meja Rain dan Mila.
"Mau ngapain lo kesini?" tanya Mila ketus namun tidak digubris oleh Sean.
Sean menatap ke arah Rain. "Kamu sibuk siang ini?" tanya Sean pada Rain.
Semua para wanita disana menatap tidak percaya, Sean seorang pria kaya dan tampan bisa dibilang sangat sempurna sedang berbicara pada gadis cupu dan dekil seperti Rain.
__ADS_1
Para gadis itu seketika menatap tidak suka pada Rain.