
Maaf yaa Readers,,
Author sebenernya udah dari kemarin up tapi selalu ditolak 😠jadi author revisi lagi pada bab ini.
Yang penting kan lanjut Readers. semoga kalian suka yaa
Jangan lupa like, vote and comment yaa biar author makin semangat upnya.
......................
Matahari pun telah berlalu bergati dengan malam. Inilah saatnya Rain menetukan nasibnya.
"Kamu udah buat keputusan?" tanya Sean duduk di sofa kamar Sean.
Rain hanya mengangguk pelan dan menunduk tak berani menatap Sean.
"Apa keputusan kamu?" tanya Sean.
"Aku, aku mau" ucap Rain lirih
"Bagus" ucap Sean langsung mendekat ke arah Rain sehingga membuat Rain merasa gugup, jantungnya berdebar tak karuan.
*Tenang Rain tenang* batin Rain sambil meremas dressnya.
__ADS_1
Sean semakin mendekat, tangannya mengangkat dagu Rain. Seketika pandangan mereka bertemu.
Cup
Tanpa aba-aba Sean langsung mencium bibir Rain. Rain yang mendapat perlakuan itu untuk pertamanya merasa terkejut, namun lama-kelamaan dia mulai menutup mata dan menikmati ciuman Sean.
Sean menuntun tubuh mereka mendekat ke arah ranjang.
BRUKK
Sean mendorong tubuh Rain hingga terlentang di atas kasur.
"Auww" ucap Rain saat tubuhnya berbenturan dengan kasur.
Rain hanya menatap takjub pada tubuh Sean. "apa kamu suka" ucap Sean karena melihat Rain yang menatap kagum pada dirinya.
Sean langsung menidih tubuh Rain dan kembali mencium bibir Rain. Sedangkan Rain hanya menerima sentuhan dari Sean.
Meraka melakukan hubungan yang seharusnya tidak mereka lakukan. Hubungan terlarang yang akan berakibat fatal bagi Rain. Di dalam adegan panas itu Sean lupa diri dan mengeluarkan semuanya di dalam.
Mereka melakukan itu beberapa kali hingga subuh, Sean seakan lupa waktu, dan tidak melihat kondisi Rain yang memperihatinkan.
"Sean cukup" ucap Rain lirih karena tidak sanggup lagi menghadapi Sean yang sangat bergairah.
__ADS_1
Sean tidak menggubris perkataan Rain dan terus melanjutkan aktivitasnya.
......................
Matahari pun menampakkan diri, jam telah menunjukkan pukul 10 pagi.
"Auw" rintih Rain saat bangun merasakan tubuhnya remuk redam, dan tepat di area sensitifnya sangat sakit dan perih.
Rain mengedarkan pandangannya mencari sosok pria yang telah mengambil mahkotanya tersebut, tetapi nihil pria itu tidak terlihat walau hanya bayangannya saja.
"Sean!" panggil Rain mencari keberadaan Sean.
"Sean kamu dimana?"
Rain mulai turun dari kasur dengan susah payah, dan disaat dia mencoba untuk berdiri kakinya tak mampu menompang tubuh mungilnya sehingga dia jatuh ke lantai.
"Auww issshh" rintih Rain menahan rasa sakit. Rain pun bangkit dan manuju ke kamar mandi dengan terseok-seok.
Rain memandang tubuhnya di depan cermin, terdapat banyak tanda yang diberikan oleh Sean, dan hal itu membuat Rain kembali mengingat adegan panas yang dia lalui tadi malam bersama Sean.
Hati Rain berkecamuk, dia bahagia karena memberikan mahkotanya pada orang yang dia cintai tapi dia takut setelah ini Sean akan pergi meninggalkannya.
"Tidak!, tidak mungkin Sean akan meninggalkan aku. Aku tau Sean juga sangat mencintaiku" ucap Rain pada dirinya di dalam cermin walau sebenarnya dia ragu. Rain yang naif sangat percaya pada Sean yang bahkan tidak pernah mangatakan cinta pada dirinya.
__ADS_1
NEXT